Jangan Sembarang Terima Kiriman

Jangan Sembarang Terima Kiriman

  Sabtu, 20 Agustus 2016 10:51
SERAHKAN BENDERA: Gubernur Kalbar Cornelis menyerahkan bendera Akcaya kepada petugas musim haji 2016. ISTIMEWA

Berita Terkait

Gubenur Kalimantan Barat, Cornelis mengingatkan jemaah haji untuk tidak sembarangan menerima kiriman. Sebab dikhawatirkan kiriman itu berisikan barang-barang berbahaya.

“Jangan karena baik hati dan mau naik haji begitu ada yang nitip, kiriman langsung diterima. Tahu-tahu isinya bom, narkoba atau zat-zat berbahaya. Termasuk membawa jimat, sebaiknya jangan dilakukan,” pesan Cornelis saat melepas ratusan jemaah calon haji asal Kalbar di Istana Rakyat Kalimantan Barat, Kamis (18/8) malam.

Dia juga mengingatkan jemaah untuk tetap menjaga keamanan serta ketertiban selama menjalankan ibadah kelima dari rukun Islam ini. Tertib yang dimaksud Cornelis itu, jemaah harus memastikan paspor selalu melekat di badan.

Tertib itu juga berkaitan dengan uang yang dibawa jemaah. Menurutnya masing-masing negara sudah memiliki batasan jumlah uang yang harus dibawa.

Karena itu jemaah diingatkannya jangan membawa uang melebihi ketentuan nominal yang ditetapkan. Dia mencontohkan, jika aturan itu hanya memperbolehkan membawa sebanyak 10 dollar Amerika, maka sebaiknya jumlah uang yang dibawa tidak melebihi batasan tersebut.

“Jangan sampai bawa uang lebih begitu disita bea cukai, putih mata melihatnya. Jangan melanggar ketentuan yang sudah dibuat. Karena niat haji itu ingin memenuhi rukun Islam kelima,” ungkapnya.

Dia pun berharap para jemaah bisa mengedepankan sikap tolong menolong antara satu dengan yang lain. Selain jemaah, Mantan-Bupati Landak ini juga mengingatkan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Kalbar agar selalu memonitor kondisi jemaah yang berada di tanah suci.

“Semoga menjadi haji mabrur. Jangan jadi haji tomat, pergi tobat pulang pun kumat. Dan jangan lupa doakan saya juga agar selalu sehat,” pesannya.

Ketua Umum PPIHD Kalbar Mahmudah menyebutkan jumlah jemaah yang berangkat yakni 1.864 orang.

Jumlah itu terdiri dari 83 jemaah asal Kabupaten Sanggau, 103 dari Kabupaten Sintang, 134 dari Kabupaten Mempawah, 95 dari Kabupaten Kapuas Hulu dan 189 dari Kabupaten Ketapang.

Kemudian, 40 jemaah dari Kabupaten Landak, 47 dari Kabupaten Bengkayang, 76 Kabupaten Melawi, 46 jemaah dari Kabupaten Sekadau, 228 dari Kabupaten Kubu Raya, 57 Kabupaten Kayong Utara dan 13 petugas TPHD.

Kemudian empat jemaah batal berangkat. Di antaranya satu dari Kota Singkawang karena sakit. Tiga dari Kabupaten Sambas yang mana dua di antaranya sakit dan seorang lagi meninggal dunia.

Selanjutnya, empat jemaah mutasi ke Semarang dan dua lainnya pindah ke Kota Depok. Kalbar mendapat jatah lima kelompok terbang (kloter) yakni 11, 12, 13, 14 dan 15. 

Untuk jemaah haji tertua berusia 90 tahun atas nama Nawawi Muhammad Yasin dari Kabupaten Bengkayang. Sedangkan jemaah termuda yakni Rizqi Rafidatul yang berusia 20 tahun dari Kabupaten Kayong Utara.

Sementara itu, sebanyak 222 jemaah dari  426 jemaah haji asal Kota Pontianak, berangkat menuju tanah suci, kemarin. Mereka dilepas langsung Wali Kota Pontianak Sutarmidji dari Asrama Haji, Jalan Letjend Soetoyo, Jumat (19/8) siang. Kemudian, sejumlah 204 jemaah akan diberangkatkan pada hari ini, Sabtu (20/8).

Adapun ke-222 jemaah tersebut tergabung dalam kloter 12 bersama dengan jemaah dari Kabupaten Mempawah dan Melawi. Setelah bermalam satu malam di Batam, mereka kemudian akan bertolak ke Arab Saudi pada, Sabtu (20/8).

Kemudian 204 jemaah sisanya, masuk dalam kloter 13 bersama dengan jemaah dari Kabupaten Kubu Raya. Mereka akan diberangkatkan, Sabtu (20/8) menuju Batam. Sehari kemudian, Minggu (21/8) jemaah bertolak ke Arab Saudi.

Wali Kota Pontianak Sutarmidji menekankan kepada seluruh jemaah agar fokus untuk beribadah selama berada di tanah suci. "Jangan ada yang sibuk berbelanja oleh-oleh dulu sebelum selesai ibadah," ucapnya.

Dia juga mengingatkan agar jemaah selalu mengikuti nasihat pembimbing serta menjaga kesehatan dengan banyak meminum air putih. "Karena panas diperkirakan mencapai 50 derajat celcius maka pandai-pandailah mengatur waktu ibadah baik di Masjid Nabawi maupun di Masjidil Haram," pesannya. (mse)

Liputan Khusus: 

Berita Terkait