Jangan Sedikit-sedikit ke Kabupaten

Jangan Sedikit-sedikit ke Kabupaten

  Selasa, 11 Oktober 2016 08:50

Berita Terkait

Bupati Ingatkan Hati-hati Kelola DD dan ADD

PUTUSSIBAU – Bupati Kapuas Hulu AM Nasir mengingatkan para kepala desa (kades) bahwa mereka merupakan perpanjangan tangan pemerintah. Untuk melaksanakan kegiatan pembangunan di desa, dikatakan dia bahwa mereka harus bisa mewujudkan program pembangunan di wilayahnya, serta mampu menangani berbagai persoalan yang muncul serta mengelola DD dan ADD dengan baik.

“Kades memiliki peranan strategis dalam membantu dan mendukung program-program pemerintah. Baik itu program dari pusat, provinsi, maupun kabupaten,” tegas Nasir saat melantik 74 kades terpilih, Rabu (5/10) lalu, di Aula Kantor Bupati Kapuas Hulu. Sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota, menurut dia, seorang kades mesti bisa mewujudkan semua program pembangunan di wilayah masing-masing dan menangani berbagai persoalan yang muncul di desanya.

Dia mencontohkan, pengelolaan DD dan ADD yang hendaknya memacu semangat masyarakat, untuk berpartisipasi menyukseskan program pembangunan. Dia optimistis dengan profesionalitas para kades dalam mengurus anggaran desa, sehingga realisasi program pembangunan di wilayah kerja mereka akan mudah terlaksana. Tentu, disarankan dia, dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Bupati dua periode ini mengatakan, tidak semua urusan pendanaan melalui proposal harus ke kabupaten. “DD itu tujuannya untuk membangun Indonesia dari pinggiran, termasuk dari desa,” terang Nasir.

Dia juga meminta persoalan yang belum lama ini terjadi sempat menimbulkan gejolak. Yakni, disebutkan dia, masalah kebakaran hutan dan lahan, di mana kades harus tanggap dan bantu pemerintah. Nasir meminta agar para kades memberikan pemahaman pada masyarakat, sehingga musibah tahunan tersebut tidak kembali terjadi. Karena, diakui dia bahwa mereka ini merupakan perpanjangan tangan camat dan kepala daerah.

“Kalau ada persoalan, lakukan sosialisasi,” pintanya. Mereka juga diminta Bupati agar membantu pemerintah untuk menjelasakan kepada masyarakat terhadap dampak yang ditimbulkan dari musibah tersebut, lantaran dampak asap sangat luas bagi kehidupan bernegara.

Nasir mengapresiasi respons baik masyarakat terhadap imbauan larangan pembakaran hutan dan lahan tahun ini. Bupati berharap agar kondisi tersebut tercipta dan masyarakat bersama, demi membantu pemerintah mengendalikan karhutla yang berpotensi terjadi setiap tahun. Walaupun di Kapuas Hulu potensi musibah yang satu ini tak begitu besar jika dibandingkan dengan kabupaten lain, namun dia berharap agar tetap waspada.

Karenanya dia meminta para kades agar memberikan pemahaman. “Saya sudah mengatakan ke kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) agar setiap desa bisa anggarkan untuk membeli mesin pemadam kebakaran, sehingga setiap potensi kebakaran bisa diatasi,” kata Nasir. (aan)

 

Berita Terkait