Jangan Sampai Kecanduan

Jangan Sampai Kecanduan

  Rabu, 4 May 2016 09:30

Berita Terkait

Minuman beralkohol merupakan minuman yang mengandung etanol yang merupakan bahan psikoaktif yang menyebabkan penurunan kesadaran. Oleh karena itu, pengonsumsian minuman beralkohol secara berlebihan bisa membuat seseorang menjadi mabuk. Tetapi bagaimana ceritanya jika seorang remaja yang mengalami mabuk bahkan hingga ke tingkat kecanduan?

By: Indry Agnesty

Masa remaja dikenal dengan masa mencari jati diri. Nggak heran jika beberapa remaja mulai mencoba berbagai hal baru. Tetapi hal baru ini nggak semuanya baik, ada juga hal buruknya seperti minuman beralkohol. Berawal dari coba-coba, minuman beralkohol ini bisa menyebabkan kecanduan. Tentunya hal ini memberikan dampak buruk. Nggak hanya bagi diri sendiri, orang di sekitar juga akan merasakan efeknya.

Menurut Ari Gusmadi-konselor adiksi NAPZA dari Wisma Sirih-umumnya para remaja mulai mengenal alkohol melalui pergaulan. “Misalnya ada sekumpulan remaja yang lagi ngumpul dan salah satu bahkan beberapa di antara mereka ada yang mulai menawarkan alkohol, maka mau nggak mau teman lainnya ikut mencicipi. Apalagi kalo ada yang memprovokasi seperti bilang ‘yang nggak ikut minum alkohol itu cupu’. Pastinya ego para remaja nggak mau dikatain seperti itu. Nah, jika remaja ini sudah menemukan rasa ‘fly’ saat minum alkohol maka dikhawatirkan dia bisa mengalami kecanduan,” ujarnya.

Rasa nyaman atau kerap disebut ‘fly’ ini disebabkan karena alkohol mengisi reseptor otak sehingga memicu kecanduan. Efek jangka pendek dari kecanduan minuman beralkohol bisa dilihat dari perubahan sikap yang biasanya menjadi lebih temperamental, mudah kehilangan konsentrasi, bicara ngawur, malas hingga menurunkan semangat belajar. Sedangkan efek jangka panjangnya lebih berbahaya karena pengonsumsian alkohol dalam rentang waktu yang lama memiliki efek buruk pada tubuh sehingga memicu munculnya berbagai penyakit seperti veti liver, sirosis bahkan kanker hati.

“Seperti yang kita ketahui kalo orang udah mabuk maka kontrol dirinya akan hilang. Kondisi ini akan meningkatkan sifat keanarkisan dalam dirinya. Nggak jarang kita dengar berbagai kasus kriminalitas atau kecelakaan yang disebabkan pelaku berada dalam keadaan mabuk,” lanjut Ari.

Ari pun ikut menyayangkan bebasnya peredaran minuman beralkohol sehingga banyak remaja yang telah terjerat dengan pengaruh alkohol. Apalagi belum adanya tindak tegas dalam penanganan penyalahgunaan alkohol. “Selain itu, kita juga nggak bisa memungkiri bahwa mengonsumsi minuman beralkohol seperti arak atau tuak udah menjadi tradisi beberapa golongan masyarakat,” tutupnya. Well, walaupun begitu sebaiknya para Gen Z menghindari minuman beralkohol agar kamu nggak ketagihan. Pastinya kamu nggak mau kan merusak masa remajamu hanya karena alkohol?**

Berita Terkait