Jangan Sakit Tambah Sakit , Bentak Pasien akan Disanksi

Jangan Sakit Tambah Sakit , Bentak Pasien akan Disanksi

  Jumat, 5 February 2016 08:37
CT SCAN: Awang Ishak menjajal CT Scan RSUD dr Abdul Aziz Singkawang. OZY/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SINGKAWANG- Selain menambah sarana dan prasarana, Direktur Rumah Sakit Daerah (RSUD) dr Abdul Aziz, dr Carlos Dja'afara M Kes juga membenahi dari sisi pelayanan. Dirinya tidak ingin ada pasien bertambah sakit karena “sakit hati” atas perlakuan petugas yang ada di RS tersebut.

“Ada hal penting yang harus diperhatikan dalam pelayanan yang diberikan petugas RS. Yakni orang yang datang adalah ingin berobat, sehingga jangan sampai tak tertolong karena penyakitnya. Kemudian jangan sampai pasien tambah sakit karena sakit hati atas perlakuan petugas pelayanan,” kata dr Carlos Dja'afara M Kes, Kamis (4/2) saat kegiatan Peresmian Gedung Radiologi Terpadu oleh Walikota Singkawang dan Gedung Bakordik Fakultas Kedokteran oleh Rektor Untan Pontianak, di RSUD dr Abdul Aziz.

Menurutnya, hal seperti itu menjadi perhatian pihaknya, dengan memberikan reward serta punishment jika ada petugas pelayanan RS yang baik dan kurang baik. Termasuk, sesuai dengan kebijakan Walikota, untuk memindahkan perawat yang dianggap kurang dalam memberikan pelayanan ke Puskesmas.“Jika ada laporan dari masyarakat, tentunya akan ada sanksi maupun penghargaan. Diantaranya, sesuai dengan prosedur jika sampai ada pemindahan dari RS ke Puskesmas, artinya ada tahapan-tahapan yang dilakukan,” katanya.

Selain itu, berbagai perubahan juga dilakukan semenjak dirinya dipercaya memimpin RS milik pemerintah Kota Singkawang lima tahun yang lalu. Dimana saat datang, RSUD dr Abdul Aziz ber Type B, namun kenyataan di dalamnya type D.Sehingga tidak ada performa yang meyakinkan sebagai tempat untuk memberikan perawatan kepada orang sakit.“Dulu saat saya masuk, dokter spesialnya hanya tujuh, gedung yang ada macam gudang, manajemen kurang berjalan dengan baik, sarana dan prasarana kurang memadai, paling canggih adanya IKG. Semua itu dibenahi dan masih terus dilakukan,” katanya.

Diakuinya, bukan perkara mudah untuk membuat seperti sekarang ini. Dan tentunya memerlukan dukungan semua pihak, terutama dari Pemerintah Kota Singkawang yang secara konsisten memberikan perhatian besar terhadap perubahan RS ini.Termasuk dukungan manajemen serta seluruh pihak yang ada di RSUD dr Abdul Aziz.Dirinya menambahkan, masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus terus diselesaikan demi pengembangan RS milik pemerintah, baik dari sisi sarana, dokter spesialis, hingga pelayanan yang diberikan.

Walikota Singkawang, Awang Ishak menegaskan akan menindaklanjuti jika ada laporan masyarakat mengenai adanya pelayanan kurang baik yang diberikan perawat di RSUD dr Abdul Aziz kepada pasien yang datang.“Misalkan ada laporan perawat yang suka bentak-bentak pasien, akan ditindaklanjuti. Kemudian jika terbukti, sesuai prosedur, maka perawat yang bersangkutan akan dipindahkan ke Puskesmas,” kata Awang Ishak.Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada pihak RS, dalam rangka meningkatkan sisi pelayanan dari petugas yang ada.(fah)

Berita Terkait