JANGAN MANJA DALAM BERIBADAH

JANGAN MANJA DALAM BERIBADAH

Jumat, 12 February 2016 08:05   954

 

                                                Uti Konsen.U.M.

          Orang yang malas dan lamban untuk beribadah, maka keberkahan dan rahmat Allah swt juga lamban untuk datang menghampirinya. Simaklah firman Allah “ Sesungguhnya Allah tak akan mengubah nasib suatu kaum, sampai ia bertekad untuk mau mengubahnya “ ( Ar-Ra’d (13 ) : 11 ). “ Tunjukkan terlebih dahulu,kesungguhan dan kesalehanmu dalam beribadah. Perlihatkanlah bahwa dirimu adalah hamba-Nya yang taat dan saleh. Setelah itu barulah hidayah dan berkah Allah swt akan tutrun kepada hamba-Nya.” ( Republika 20 Maret 2015 ) Dalam satu hadis qudsi yang sangat  populer , Allah Azza wajalla berfirman “ Hai anak Adam, luangkan waktu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku menghindarkan kamu dari kemelaratan. Kalau tidak, Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan kerja dan Aku tidak menghindarkan kamu dari kemeleratan “. ( HR.Turmudzi dan Ibnu Majah ). Dalam hadis qudsi yang lain, Allah swt berfirman “ Siapa saja yang disibukkan oleh Al Quran dalam rangka berzikir kepada-Ku, dan memohon kepada-Ku, niscaya Aku akan berikan sesuatu yang lebih utama daripada apa yang telah Aku berikan kepada orang – orang yang telah meminta. Dan keutamaannya kalam Allah daripada seluruh kalam-Nya seperti keutamaan Allah atas  makhluk-Nya “ ( HR.Turmuzi )

          Hudzaifah ra berkata “ Setiap kali Nabi saw mengalami kesulitan, beliau melakukan salat “ ( HR.Ahmad dan Abu Daud ) Bayangkan .Rasulullah saw. Saking lama dan asyiknya berdiri salat tahajjud, sampai kedua kakinya bengkak. Padahal beliau sadah dipastikan masuk surga, semua dosanya yang lalu dan yang akan datang telah diampuni oleh Allah. Ketika ditanya alasannya, beliau menjawab “ Tidak bolehkah jika aku senang menjadi seorang hamba yang banyak bersyukur “ ( HR.Bukhari – Muslim ). Beliau saw pernah bersabda “ Malaikat Jibril selalu menasehatiku mengenai salat tahajjud sehingga aku menyangka bahwa yang terbaik dari umatku adalah dia yang tidak pernah tidur.” ( Bihar Al Anwar ). Umar bin Khattab Ra memberi nasehat “ Seorang mukmin harus giat dan bersemangat dalam menjalankan ibadah demi mencapai surga. Siapa yang bermalas-malas, ia tidak akan mendapatkannya.” Imam Al Hasan Al Bashri berkata “ Generasi muslim pertama meyakini Al Quran merupakan perintah Allah. Mereka merenungkannya sepanjang malam dan mengamalkannya sepanjang hari. Sedangkan saat ini, anda hanya memperhatikan bacaan dan huruf – hurufnya tanpa memperhatikan dan mengamalkannya.”. Abu Al-Ahmash juga bertutur “ Ulama zaman dahulu, banyak beramal, sedikit bicara dan banyak belajar. Mereka hidupkan malam-malamnya dan sedikit tidur. Ketika berkeliling rumah atau melewati masjid pada malam hari, aku selalu mendengar suara gemuruh  bagaikan suara lebah. Ternyata itu adalah suara zikir para ulama dan salaf saleh. Mereka tidak pernah tidur malam,kecuali sedikit. Berbeda dengan para ulama zaman sekarang yang selalu terlelap di atas kasurnya yang empuk “. Ibnu Nabatah berkata “ Apabila seseorang telah bertekad untuk meraih cita yang tinggi ( surga ) maka tidur nyenyak dianggap sebagai membuang waktu .” Ar- Rabi’ bin Khatsim ditanya oleh anaknya “ Kenapa ayah tidak tidur waktu malam ? “. Sang ayah menjawab “ Aku khawatir  kalau-kalau mendadak ada malaikat maut yang datang menjemputku.” Uwais Al Qarni ,hamba yang terkenal di langit tapi tidak terkenal dibumi berkilah “ Hebat sekali orang – orang yang dapat mengetahui bahwa surga telah di hias di atasnya dan neraka dinyalakan dibawahnya. Bagaimana orang semacam ini bisa tidur sementara ia melihat surga  dan neraka di dekatnya ?.” Ibnu Abbas Ra berkata “ Nabiyullah Isa bin Maryam setiap kali datang malam akan membersihkan kedua kakinya kemudian mendirikan salat hingga datang waktu subuh.” Nabi Isa mengungkapkan  “ Dengan benar aku berkata kepada kalian, berbahagialah orang – orang yang menghabiskan malam harinya dalam beribadah. Merekalah yang mewarisi cahaya abadi karena terjaga di kegelapan malam di atas kaki-kaki mereka di tempat ibadah. Mereka merendahkan diri dihadapan Tuhan mereka seraya berharap agar Dia menyelamatkan mereka dari siksa hari akhir.” Allah swt telah mensifati hamba-Nya yang seperti itu antara lain dalam surah Al Furqan : 64 “ Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.”

          Wallahu’alam

                                             

Uti Konsen