Jangan Malas, Kurikulum 13 Terbaru

Jangan Malas, Kurikulum 13 Terbaru

  Rabu, 11 January 2017 09:30
GURU KONTRAK: Wakil Bupati Sanggau, Johanes Ontot menyerahkan SK 124 tenaga guru kontrak di kabupaten Sanggau. SUGENG/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SANGGAU-Sebanyak 124 tenaga guru kontrak daerah pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau, Selasa (10/1) diberi pembekalan. Tenaga guru kontrak tersebut diminta untuk bekerja maksimal dan tidak malas-malasan dalam bertugas ditempatnya nanti.

Pelaksana tugas (Plt) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau, Sudarsono menyampaikan guru kontrak ini merupakan hasil seleksi yang dilaksanakan akhir tahun 2016. Dari seribu peserta yang mengikuti tes, terpilih 124 orang.

“Sejatinya ada 125 orang, tapi satu orang mengundurkan diri karena menggunakan ijazah palsu,” ujar dia.

Dia mengingatkan agar masyarakat hati-hati memilih perguruan tinggi sehingga tidak menjadi korban penipuan. Untuk memastikan ijazah 124 orang ini legal, dinas pendidikan berjanji akan melakukan validasi ulang seluruh ijazah tenaga guru kontrak yang diangkat.

Seperti diketahui bahwa Kabupaten Sanggau sangat kekurangan tenaga pendidik disemua jenjang. Untuk itu, diambil solusi membuka kesempatan tenaga guru kontrak. Tenaga guru kontrak diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme karena dinas pendidikan secara bertahap akan menggunakan kurikulum 13 versi terbaru.

“Karena ini baru dan banyak menggunakan aplikasi IT maka para guru diminta meningkatkan kemampuan IT-nya,” pintanya.

Para guru diharapkan bekerja sungguh-sungguh dan tidak boleh minta pindah. Darsono menambahkan, tahun 2017 ini masih ada program penerimaan tenaga kontrak yang rencananya akan dibuka secepatnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot saat memberikan pembekalan kepada 124 Tenaga guru kontrak yang sudah diangkat Pemda Sanggau ini dapat bekerja secara profesional. Untuk mengangkat tenaga kontrak untuk mengisi tenaga guru ini tidak sembarangan harus sesuai kualifikasi yang dibutuhkan dan saingannya tidak mudah.

Untuk itu, orang nomor dua di Sanggau itu berpesan agar para tenaga guru kontrak yang sudah diangkat ini bersyukur bisa masuk ke dalam dunia pendidikan dan berperan memajukan dunia pendidikan. “Seleksinya cukup ketat, bayangkan dari 1000 orang yang mendaftar, hanya 124 yang diterima, berarti ada 800 lebih yang tersingkirkan, ini harus dipahami dulu,” katanya.

Untuk itu, dia mengajak tenaga guru kontrak yang sudah mendapatkan kepercayaan pemerintah daerah untuk bekerja profesional karena sudah terikat dengan aturan organisasi. “Jangan malas-malasan, kalau ada kawannya yang malas jangan ikut-ikutan malas juga, tapi harus bisa mengingatkan temannya untuk bekerja dengan hati yang ikhlas sesuai visi misi pemerintah daerah,” harapnya. (sgg)

 

Berita Terkait