Jangan Ada Lagi yang tak Sekolah

Jangan Ada Lagi yang tak Sekolah

  Selasa, 12 April 2016 09:32
TIANG PERTAMA: Bupati Kayong Utara Hildi Hamid dan Ketua DPRD M Sukardi sedang menancapkan tiang pertama pembangunan USB SMAN 3 Sukadana di Desa Benawai Agung, Kecamatan Sukadana, Senin, (11/4). HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Bupati Kayong Utara Hildi Hamid dengan didampingi Ketua DPRD M Sukardi melakukan penancapan tiang pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), kemarin (11/4). USB itu berdiri untuk Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Sukadana, di Desa Benawai Agung, Kecamatan Sukadana.

Penancapan tiang pertama tersebut juga dibarengi secara simbolis penancapan USB untuk SMAN 2 Teluk Batang, Kecamatan Teluk Batang, di tempat yang sama.

Dalam sambutannya, Bupati mengungkapkan jika Kayong Utara sampai saat ini telah memiliki 12 unit SMA. Dengan bertambahnya SMA, diharapkan dia, akan menambah daya tampung siswa usia 15 – 18 tahun untuk masuk SMA, terutama bagi anak-anak Kecamatan Sukadana dan Teluk Batang. 

“Adanya penambahan Unit Sekolah Baru ini diharapkan tidak ada lagi anak-anak kita di Desa Benawai Agung dan Desa Masbangun, yang tidak dapat menyekolahkan anaknya di sekolah menengah karena alasan tidak ada SMA. Kemudian harapannya pula akan meningkatkan APK (angka partisipasi kasar) dan APM (angka partisipasi murni) kita, serta menurunkan APS kita (angka putus sekolah),” terang Bupati.

Dijelaskan Hildi, semua sarana dan prasarana pendidikan, termasuk gedung SMA yang telah dibangun, menjadi sebuah aset, khususnya untuk Desa Benawai Agung dan Desa Masbangun. Bupati mengingatkan agar bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan dan harus dijaga keberadaannya, agar pembangunan gedung dimaksud, tidak menjadi sia-sia. Dan hal ini, diingatkan dia, menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat di kedua desa.  

 “Dan yang tidak kalah pentingnya lagi, kedua masyarakat desa tersebut bisa memeliharanya agar bangunan tersebut tahan lama. Peran serta orang tua juga harus selalu memotivasi dan mendorong anak-anaknya untuk sungguh-sungguh belajar, karena itu bukti bahwa para orang tua telah ikut bertanggung jawab terhadap eksistensi SMA di daerahnya,” kata Hildi.

 Orang nomor satu di pemerintahan Kabupaten Kayong Utara ini juga menerangkan bahwa pemerintah daerah secara bertahap akan memperhatikan kualitas pendidikan. Hal tersebut diwujudkan mereka dengan menyediakan fasilitas penunjang proses pembelajaran. Harapan dia agar para siswa memperoleh pendidikan yang layak setelah tamat dari sekolah yang bersangkutan.  

Hildi juga berharap melalui pembangunan USB SMA, para kepala sekolah atau pengelola sekolah, bersama stakeholder lainnya, yakni komite sekolah, orang tua siswa, guru, serta masyarakat memberikan peran yang berarti dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di sekolah tersebut. (dan/Humas)

Berita Terkait