Jambore Seminari Anak dan Remaja

Jambore Seminari Anak dan Remaja

  Selasa, 28 June 2016 09:30
PAWAI: Peserta jambore seminari anak dan remaja saat mengikuti pawai yang menjadi salah satu rangkaian acara. SUTAMI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINTANG - Ribuan anak dan remaja dari tiga kabupaten di timur Kalimantan Barat berkumpul di Komplek Seminari Yohanes Maria Vianney Menyurai Sintang, kemarin. Mereka mengikuti kegiatan jambore anak dan remaja Misioner se-Keuskupan Sintang, yang digelar pada 23-26 Juni 2016.

Kegiatan jambore anak dan remaja misioner se-Keuskupan Sintang, dibuka Sekretaris Daerah Sintang, Yosepha Hasnah. Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan gong.

Sekda sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan atas inisiatif dari keuskupan Sintang yang telah menggelar kegiatan ini. “Dengan Kegiatan jambore ini, kita sedang berupaya melakukan pembinaan iman agar semakin kokoh untuk menjadi bekal menghindarkan anak dan remaja dari berbagai penyakit modern, seperti penyalahgunaan narkoba, kriminalitas, kekerasan, ponrografi dan sebagainya,” katanya.

Sekda menambahkan, seiring perkembangan zaman, tantangan dalam mendidik, membina dan memberdayakan anak-anak dan remaja semakin sulit dan kompleks. Kemajuan kehidupan sekarang, telah melahirkan perubahan sikap dan termasuk adanya berbagai penyimpangan perilaku pada anak-anak dan remaja. Fenomena penyalahgunaan narkoba, kriminalitas, aksi kekerasan, pornografi dan hal negatif lainnya dikalangan anak dan remaja semakin sering dilihat dan didengar.

“Realitas ini telah menyadarkan kita,  sangat mendesak adanya kepedulian dan aksi nyata kita semua untuk semakin optimal dalam mendidik, membina dan meberdayakan anak dan remaja kita,”katanya.

“Anak dan remaja misioner, merupakan pewaris masa depan, sehingga menjadi kewajiban kita dalam mendidik dan membina mereka dengan baik dan tepat. Mereka sedang dalam proses mencari jati dirinya, sehingga perlu pendampingan dan pembinaan yang tepat agar mereka dapat tumbuh menjadi sosok yang baik benar dan bermanfaat,” katanya.

Ia menambahkan, salah satu pendekatan yang  terus dikembangkan dalam mendidik dan membina anak dan remaja adalah melalui pendidikan agama, sebab akan membentuk mereka menjadi orang yang baik, benar, santun, toleran, penyayang pada sesama dan tangguh terhadap sebagai macam godaan. “Agama fokus pada pengajaran tentang sikap, perangai dan tabiat sehingga mereka menjadi pribadi yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa,” katanya.

Uskup Agung Pontianak dan Administrator Apostolik Keuskupan Sintang, Mgr. Agustinus Agus, Pr mengungkapkan, kegiatan jambore anak dan remaja misioner,  sebagai wadah  mendidik dan membina serta mendekatkan anak dan remaja kepada Tuhan. “Anak-anak dan remaja misioner, dari 36 Paroki se-keuskupan Sintang. Keuskupan Sintang mencangkup tiga kabupaten yakni, Kabupaten Sintang, Melawi dan kapuas hulu. Melalui kegiatan ini kita berharap anak dan remaja menjadi bintang misoner sesuai moto kegiatan jambore," katanya. (stm)

Berita Terkait