Jam Istirahat yang Ideal di Sekolah

Jam Istirahat yang Ideal di Sekolah

  Kamis, 16 November 2017 09:27   105

Oleh: Sui Kiun

HOREEE…atau yeaaah… itulah suara yang keluar dari sebagian besar peserta didik ketika jarum jam menunjukan pukul 10.00, bel sekolah pun berdering menandakan waktunya istirahat. Ituartinya, peserta didik diberikan rehat sejenak dari kegiatan belajar kurang lebih selama 15 menit. Tidak bisa dipungkiri salah satu sesi saat pembelajaran di sekolah yang paling disukai peserta didik adalah jam istirahat. 

Permasalahan yang dihadapi sekarang adalah saat sekolah menerapkan belajar 5 hari dalam setiap minggu terjadi mutasi jam pada hari Sabtu ke hari-hari yang lain. Rata-rata pada saat belajar 6 hari setiap minggu belajar peserta didik pulang sekolah sekitar jam 13.30. pada saat ini saat belajar 5 hari setiap minggu peserta didik pulang sekitar jam 15.30, jika pada hari itu ada ekstra kurikuler tentu pulangnya akan lebih sore lagi. Sekolah kadang kesulitan menentukan jumlah waktu istirahat atau rentang waktu setiap istirahat.  Penambahan waktu jam istirahat tentunya akan menyebabkan waktu pulang sekolah menjadi semakin sore. 

Istirahat Membuat Lebih Fokus

Setiap orang membutuhkan waktu untuk istirahat, begitu juga dengan peserta didik. Semakin padatnya jam belajar di sekolah dan ditambah dengan jam sekolah yang semakin panjang setiap harinya, jam istirahat menjadi hal yang begitu penting bagi peserta didik. Jam istirahat yang dalam bahasa Inggris disebut dengan school recess atau school break ini merupakan istilah umum untuk menyebut periode waktu tertentu di mana para siswa berhenti sejenak dari tugas-tugasnya. Pengadaan jam istirahat seperti ini dicetuskan pertama kali oleh Amos Bronson Alcott, seorang pendidik berkebangsaan Amerika kelahiran tahun 1799, yang menginginkan para muridnya memiliki waktu untuk permainan fisik yang aktif dan waktu untuk mengobrol.

Selain itu jam istirahat juga memberi kesempatan bergerak kepada anak. Karena, bila anak tidak bergerak dalam kurun waktu cukup lama, akan terjadi penumpukan energi berlebih.Dan jika tidak dilepas atau disalurkan lewat bermain secara aktif, maka kemampuan belajar anak akan menurun. Gejala yang tampak anak akan gelisah, konsentrasi belajar menurun dan malas mengerjakan tugas. Itulah alasan utama adanya jam istirahat di sekolah!

Anthony Pellegrini, pengarang bukuRecess: Its Role In Education and Development (Istirahat: Perannya dalam Pendidikan dan Pengembangan). Di Asia Timur, di mana banyak sekolah dasar memberikan peserta didik mereka istirahat lima belas menit setelah empat puluh lima menit pembelajaran. Setelah istirahat yang pendek ini, anak-anak tampak lebih fokus di kelas. Beberapa percobaan yang dilakukan Pellegrini di Sekolah Dasar Amerika Serikat dengan mengekplorasi hubungan antara pemilihan waktu istirahat dan perhatian di kelas. Dalam setiap percobaan, para siswa lebih focus setelah jeda istirahat dari pada sebelum istirahat. Pellegr ini juga menemukan bahwa anak-anak kurang focus ketika jam istirahat ditunda atau pelajaran diperpanjang.

Menurut Pellegrini: istirahat tidak harus digunakan untuk keluar ruangan sehingga bisa bermanfaat. Dalam satu eksperimennya di sebuah sekolah dasar negeri, peserta didik yang beristirahat di dalam ruangan dan hasil yang didapatkan sama dengan eksperimen lain dimana para peserta didik beristirahat di luar ruangan,  setelah istirahat peserta didik lebih fokus di kelas. 

Yang bisa dilakukan saat Jam Istirahat

Saat jam istirahat berlangsung peserta didik dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang positif, seperti:

- Makan bekal yang dibawa dari rumah atau makan di kantin sekolah.

- Bermain dengan teman-temannya atau sekadar bercengkrama. 

- Membaca buku pengetahuan popular atau buku fiksi di perpustakaan

- Mendengarkan musik.

- Tidur merupakan salah satu bentuk istirahat yang baik. Setelah tidur, kondisi tubuh akan menjadi lebih baik dan segar. Di saat tidur, panca indera kita akan mengalami pengenduran. Otot yang semula tegang akibat digunakan untuk beraktivitas, juga akan mengendur.

- Sekadar duduk-duduk santai, sambil menghirup udara segar di luar kelas.

- Berjalan-jalan di sekitar lingkungan sekolah dan aktivitas lainnya yang positif

Jam Istirahat Ideal

Waktu istirahat yang tepat sebenarnya ditentukan oleh panjangnya waktu belajar anak di kelas. Pada saat ini peserta didik tingkat menengah atas, menghabiskan waktu selama delapan jam untuk belajar di sekolahya itu masuk pukul 07.00 dan pulang pukul 15.30, idealnya diperlukan tiga kali waktu istirahat selama kurang lebih 15 menit setiap jam istirahat. Untuk istirahat kedua bisa ditambah 15 menit. Waktu istirahat yang lebih panjang bisa digunakan untuk makan siang, tidur siang dan ibadah bagi peserta didik yang muslim. 

Selain istirahat yang terjadwal, guru juga bisa memberikan jeda bagi peserta didik saat jam belajar berlangsung. Pada saat peserta didik sudah tidak fokus guru bisa memberikan jeda seperti permainan teka-teki, senam singkat, bernyanyi, baca buku dll.  

Temuan Pellegr ini mengonfirmasi bahwa istirahat yang sering menambah perhatian peserta didik di kelas. Dengan mempertimbangkan hal ini, kita tidak perlu takut bahwa peserta didik tidak akan mempelajari apa yang perlu mereka pelajari jika kita membiarkan mereka melepaskan diri sejenak dari tugas mereka beberapa kali dalam sehari di sekolah. 

Yeaaah….saatnya guru istirahat setelah mengajar dari pagi hingga sore. Saatnya jeda ditemani secangkir kopi hitam dan bacaan yang menarik. 

*) Penulis: Guru SMA Negeri 9 Pontianak