Jalankan Visi, Edukasi Remaja Sejak Dini

Jalankan Visi, Edukasi Remaja Sejak Dini

  Rabu, 2 December 2015 07:51

Berita Terkait

Bukanlah hal yang mudah untuk mengemban amanah dan tanggung jawab sebagai seorang Duta HIV/AIDS. Wahyudi  dan Kresensia Aprilla harus memahami benar dari awal hingga akhir mengenai Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) yang merupakan sekumpulan gejala dan infeksi yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV. Apalagi saat ini jumlah penderita HIV/AIDS terbilang meningkat dan mengancam usia remaja. Lantas bagaimanakah usaha kedua Duta yang terpilih 15 November 2015 demi menjalankan visi, misi serta program kerja yang telah dirancang demi memberikan informasi serta menurunkan angka penderita HIV/AIDS khususnya di wilayah Kalimantan Barat?
By : Ghea Lidyaza Safitri

Persiapan yang dilakukan keduanya hingga bisa menggapai kemenangan emang patut diacungi jempol. Selain mencari literatur dan membuka pelajaran semasa sekolah, selama proses penilaian, Kresensia udah memiliki niat dengan memasang target. Wahyudi bahkan memiliki waktu belajar tujuh jam sebelum hari H. Baginya jika kita naik tanpa persiapan, maka kita juga akan turun tanpa penghormatan. Berusaha menyakinkan diri dan tampil memukau. Buat Wahyudi dan Kresensia ini adalah bentuk tanggung jawab dan amanah. Keduanya pun merasa bangga menjadi seorang duta dari background mahasiswa yang bukan mengenyam pendidikan di bidang kesehatan. Keduanya pun ingin benar-benar fokus dan nggak ingin menjadi duta yang hanya sekedar duta selempangan.
Wahyudi dan Kresensia memiliki program kerja yang sedikit berbeda. Wahyudi inginlangsung melibatkan remaja yaitu membentuk forum integrasi remaja peduli HIV. Dalam forum ini akan diberikan pendidikan teman sebaya. “Kita akan bekerja sama dengan sekolah. Setiap sekolah akan dimintai beberapa orang sebagai perwakilan. Nah, adik-adik perwakilan ini nanti akan kita berikan pemahaman HIV. Berharapnya setelah diberikan pemahaman, adik-adik bisa mengaplikasikan ke sekolah. Istilahnya mereka menjadi public speaker atau duta di sekolahnya,” ujar Wahyudi.
Sedangkan Kresensia memiliki program kerja yang disebutnya 4M. 4M ini memiliki kepanjangan masing-masing, yakni “Mengedukasi remaja sedini mungkin mengenai HIV AIDS”, “Menjadikan remaja pejuang peduli HIV AIDS”, Menekan jumlah atau angka penderita HIV AIDS” serta “Merangkul dan membangkitkan semangat ODHA”. Membuat komik edukasi mengenai HIV AIDS, melakukan penyuluhan, pembagian kondom (lebih ditekankan kepada pekerja seks komersial), membuat blog mengenai HIV AIDS serta membuat homebase untuk menyemangati para ODHA, merupakan pengaplikasian programnya.
Pada peringatan hari AIDS sedunia tanggal 1 Desember kemarin, keduanya aktif di kegiatan aksi kampanye dan membagikan mawar merah, pita merah dan leflet. Pita merah emang udah menjadi ciri khas HIV serta leflet yang berisikan mengenai informasi HIV/AIDS. Kedepannya, Kresensia dan Wahyudi berharap agar masyarakat bisa lebih tahu lagi tentang HIV, sama-sama mampu melakukan penanggulangan dengan memberikan informasi dan edukasi serta mengajak masyarakat untuk dapat berperan aktif. “Yang pasti kita akan berusaha menekan angka penyebaran dan merangkul ODHA. Karena kami ingin semuanya ikut andil dan berperan, kami butuh sosok teman-teman yang peka dan memiliki jiwa sosial tinggi. Yuk bantu kami membagikan informasi ini,” tambah Kresensia.
    Kresensia dan Wahyudi pun tak luput mengucapkan terima kasih kepada Doel Production selaku EO dan pionir duta HIV/AIDS yang sering membantu, Dinkes Kalbar yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan. And Then, buat teman-teman yang tertarik gabung bisa contact ke Kresensia lewat inbox di facebook dengan nama Kresensia Aprilla El dan Wahyudi lewat twitter di @wahyudialdiano. Sukses terus ya guys!**

 

Berita Terkait