Jalan Rusak Perekonomian Terganggu

Jalan Rusak Perekonomian Terganggu

  Jumat, 4 March 2016 09:57
RUSAK: Kondisi jalan Pelang-Tumbang Titi yang rusak parah. Warga memperbaiki beberapa titik jalan yang rusak, namun pengendara yang melintas harus membayar. Untuk sepeda motor Rp2.000, dan Rp5.000 untuk mobil.

Berita Terkait

KETAPANG-Selain jalan Pelang-Tumbang Titi, ruas jalan Siduk-Nanga Tayap juga mengalami kerusakan. Kedua ruas jalan provinsi ini sudah bertahun-tahun mengalami kerusakan dan hingga saat ini belum juga membaik.

Kerusakan jalan Siduk-Nanga Tayap ini tentunya dikeluhkan oleh masyarakat. Transportasi dari dan menuju ke Kota Ketapang sangat terhambat. “Masyarakat dari desa yang mau menuju ke Kota Ketapang kesulitan,” kata salah satu warga yang melintas di Jalan Siduk-Nanga Tayap, Susilo Aheng, kemarin (3/3).

Ia menjelaskan, jalan yang menuju ke Kota Ketapang rusak parah. Baik dari arah Siduk-Nanga Tayap maupun Pelang-Tumbang Titi. “Jadi, masyarakat yang ingin mengurus KTP, Kartu Keluarga dan urusan lainnya, kesulitan. Untuk sampai ke Ketapang perlu berjam-jam. Belum tentu juga urusannya selesai dalam sehari,” jelasnya.

Belum lagi untuk bidang perekonomian. Rusaknya dua ruas jalan tersebut membuat perekonomian masyarakat di daerah pedalaman terganggu. Kendaraan yang mengangkut barang-barang dari Kota Ketapang harus menempuh perjalanan berjam-jam karena jalan yang rusak.

“Belum lagi kalau di tengah perjalanan ada kendaraan yang amblas, terpaksa kendaraan lain harus menunggu kendaraan yang amblas itu naik. Bahkan sampai nginap dan tidur di pinggir jalan,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Aheng, masyarakat yang berada di beberapa daerah perhuluan, tidak lagi mengambil barang-barang di Kota Ketapang. Baik sembako dan barang-barang lainnya. Banyak masyarakat yang langsung membeli ke Kota Pontianak. Alasannya karena ongkos yang lebih murah dan waktu yang lebih cepat.

“Kalau dulu orang Sandai masih membeli barang ke Kota Ketapang. Tapi sekarang tidak lagi. Mereka langsung ke Pontianak. Jalannya lebih bagus dan tentunya ongkos lebih murah ketimbang harus ke Kota Ketapang. Jalan ke Kota Ketapang hancur tentunya ongkosnya lebih mahal dan waktunya juga lebih mahal,” paparnya.

Oleh karena itu, demi mendongkrak perekonomian masyarakat, ia berharap agar jalan-jalan yang dianggap vital segera diperbaiki. “Kalau jalan bagus, tentu ongkos mengambil barang lebih murah karena tidak lama di perjalanan. Tapi kalau jalan rusak, barang murah jadi mahal. Itu sangat memberatkan, terlebih bagi masyarakat kurang mampu,” ujarnya.

“Jadi, kami berharap jalan Pelang-Tumbang Titi dan Siduk-Nanga Tayap segera diperbaiki agar masyarakat mudah melintas, dan perekonomian pun akan terdongkrak,” tambah Aheng. (afi)

 

 

Berita Terkait