Jalan Paralel Perbatasan Rusak Berat

Jalan Paralel Perbatasan Rusak Berat

  Jumat, 1 July 2016 09:42
RUSAK : Kondisi ruas jalan paralel perbatasan Indonesia-Malaysia rusak berat. MUSTA’AN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU — Hingga kini kondisi ruas jalan di perbatasan yang menghubungkan kecamatan Badau dengan Kecamatan Puring Kencana dan Empanang masih rusak berat. Jalan yang dulunya berstatus jalan kabupaten, kini berubah status menjadi jalan paralel perbatasan belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. Apalagi kewenangan jalan tersebut sudah tak lagi di kabupaten tetapi kewenangan pusat.

Suriadi warga Nanga Badau mengatakan, kerusakan jalan yang menghubungkan dua kecamatan di perbatasan negara sudah lam dibiarkan rusak parah. Melewati jalan berkubangan lumpur bukan hal baru bagi masyarakat di daerah perbatasan. Saat ini jalan poros yang sudah berubah status menjadi jalan paralel perbatasan ini tengah mengalami kerusakan sangat berat, terlebih di saat musim hujan.

Suriadi bersama Julius warga perbatasan lainnya, mengatakan, kerusakan jalan Badau-Empanang-Puring Kencana sudah bertahun-tahun.

“Pemerintah pusat lebih fokus membangun ruas jalan Putussibau- Badau, sedangkan ruas jalan Badau - Puring Kencana sepertinya dianaktirikan,” ucapnya. Padahal, tutur dia, Kecamatan Empanang dan Puring Kencana termasuk berada terdepan negara ini.

Kedua warga perbatasan ini menyayangkan, program pembangunan pemerintah pusat terfokus di Kecamatan Badau. Apalagi ada ruas jalan belum sampai dua tahun sudah dibangun, harus digusur dan dibangun kembali. “Kami masyarakat biasa menilai pekerjaan tersebut hanya menghabiskan anggaran, sementara sama-sama daerah perbatasan jalannya ada yang masih rusak berat,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Puring Kencana, Herkulanus Albinus mengakui jika kondisi jalan menuju Puring Kencana cukup memprihatinkan, jalan rusak dan masih ada jembatan yang belum dibangun di beberapa titik. Menurut informasi yang ia peroleh, pembangunan jalan pararel perbatasan akan dilaksanakan di tahun ini.

“Ruas jalan Nanga Kantuk-Sungai Antuk memang belum diaspal,” jelasnya.

Dikatakan, ada beberapa titik yang saat ini rusak berat, dan tahun ini ada dua jembatan yang akan dibangun,yaitu jembatan sungai Panglima dan jembatan Merakai Panjang. Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kapuas Hulu, Ana Mariana menjelaskan ruas jalan Badau-Puring Kencana statusnya sudah menjadi jalan pararel perbatasan, dan kewenangan pembangunan sudah di Pemerintah Pusat.

Ana mengaku, dirinya belum mendapat informasi kepastian kapan pemerintah pusat menangani jalan tersebut. Namun informasi terakhir dia proleh, dalam tahun ini ditangani, hanya saja sampai saat ini belum ada realisasinya.

“Mungkin mereka masih lakukan persiapan, kami tidak tahu, karena memang banyak aturan, terkait kewenangan pusat, provinsi dan kabupaten” kata Ana Mariana.(aan)

Berita Terkait