Jalan Menuju Final Ideal

Jalan Menuju Final Ideal

  Sabtu, 16 April 2016 09:24
The Final Four

Berita Terkait

NYON – Hasil undian semifinal yang mempertemukan dengan Real Madrid kemarin (15/4) membuat Manchester City harus melewati dua jurang sekaligus. Pertama, Real Madrid dengan segala kebesarannya. Kedua, rekor menawan si calon lawan menghadapi klub Inggris.

Tentu saja tidak mudah. Real Madrid yang bertabur bintang itu adalah klub tersukses di Liga Champions dengan raihan sepuluh gelar. Bandingkan dengan City yang bahkan baru kali ini menembus semifinal.

Tim asuhan Zinedine Zidane tersebut juga tak terkalahkan dalam delapan duel terakhir di Liga Champions melawan tim-tim yang senegara dengan Manchester City. Bahkan, di tiga laga terakhir, Los Blancos –julukan Real Madrid– selalu menang. Yakni, dalam dua duel fase grup melawan Liverpool pada musim 2014–2015 serta saat meladeni Manchester United dalam second leg perempat final musim 2012–2013.

Di Liga Champions musim yang sama, 2012–2013, itu pula catatan dua pertemuan The Citizens –julukan Manchester City– dan Los Blancos terjadi. Hasilnya, imbang 1-1 di kandang Citizens dan Los Blancos menang 3-2 di markas sendiri.

Tapi, Direktur Olahraga City Txiki Begiristain tidak menganggap semua catatan inferioritas itu sebagai alasan untuk tak percaya diri. ”Sungguh menggairahkan menantang tim paling sukses di ajang Liga Champions ini. Namun, kami sudah sejauh ini dan berharap terus menjaga mimpi kami juara,” ucap Begiristain yang berlatar belakang Barcelona, musuh abadi Real Madrid, itu.

Hasil undian kemarin memang ”seolah-olah” memberikan jalan menuju ”final ideal” di San Siro, Milan, pada 28 Mei: Real Madrid melawan Bayern Muenchen. Selain terhindar dari bentrok di empat besar, dua raksasa Eropa tersebut bertindak sebagai tuan rumah di second leg yang secara psikologis dianggap lebih menguntungkan. Bayern yang lima kali juara itu akan menghadapi Atletico Madrid yang, seperti City, belum pernah meraih gelar.

Tapi, itu baru ”kecurigaan” di atas kertas. Di atas lapangan, Atletico Madrid, misalnya, punya segala syarat untuk merusak skenario final ideal tersebut. Keberhasilan menyingkirkan Barcelona di perempat final sangat memompa konfidensi pasukan Diego Simeone tersebut.

Bisa jadi pula akan terulang final sesama tim asal Madrid alias El Derbi Madrileno seperti di final 2013–2014. Ketika itu secara dramatis Real Madrid menjadi juara setelah mengalahkan Atletico yang sempat memimpin hingga menit terakhir injury time.  

Penyerang Bayern Robert Lewandowski pun sepakat menganggap Atletico sebagai tim yang berbahaya. ”Atletico menunjukkan kekuatan yang mengerikan saat bertemu Barcelona. Kami harus menjaga benar konsentrasi saat menghadapi mereka,” tulis Lewy –sapaan Robert Lewandowski– lewat akun Twitter-nya, @lewy_official.

Seperti City dan Real Madrid, Bayern dan Atletico juga baru dua kali bersua. Yakni, di final European Cup –nama lawas Liga Champions– 1974.

Pada pertemuan pertama, keduanya bermain imbang 1-1. Di partai final ulangan, Bayern menggulung Atletico 4-0 dan meraih gelar kampiun Eropa untuk kali kedua. (dra/c10/ttg)  

Berita Terkait