Jalan Dua Kilometer Mnuju Laut Masih Rusak

Jalan Dua Kilometer Mnuju Laut Masih Rusak

  Kamis, 30 June 2016 10:02
JALAN: Warga Kelurahan Naram Gafar menujukan jalan perkampungan nelayan tidak diperhatikan oleh pemerintah daerah di Kota Singkawang. AIRIN FITRIANSYAH/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Sejumlah masyarakat mengeluhkan lambatnya perhatian pemerintah daerah terkait perbaikan jalan menuju perkampungan nelayan di Gang Nelayan, Kelurahan Naram, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Sebagian jalan menuju perkampungan nelayan rusak.

Airin Fitriansyah, SINGKAWANG

BAHKAN, pemantauan koran ini, sepanjang dua kilometer jalan menuju arah laut belum ada sama sekali pembangunan rambat beton maupun jalan aspal. Akibatnya nelayan sekitar harus bersabar menantikan anggaran dari bantuan pemerintah yang tak kunjung terealisasi dengan baik.

“Sampai saat ini kampung nelayan belum maksimal diperhatikan pemerintah daerah. Adapun jalan rambat beton yang dibangun hanya sedikit. Dikarenakan jalan tidak sampai tembus menuju arah laut,” ucap Nelayan Kelurahan Naram Gafar (32), Rabu (29/6) kepada media ini.

Dia mengatakan adanya infastruktur pembangunan jalan menuju arah laut sangat penting untuk membantu peningkatan perekonomian masyarakat nelayan sekitar. Dikarenakan jalan merupakan wadah utama untuk mengangkut hasil laut yang dihasilkan oleh masyarakat di perkampungan nelayan. Jika tidak ditanggapi dengan baik dipastikan perekonomian masyarakat nelayan semakin terpuruk.

Ia menuturkan selain keluhan jalan perkampungan nelayan rusak, penduduk setempat juga mengharapkan adanya normalisasi aliran sungai menuju kerah laut. Dikarenakan puluhan perahu nelayan terdampar mengalami kekeringan air sungai. Sehingga aktivitas nelayan berangkat melaut menjadi terhambat yakni menunggu pasangnya aliran air sungai di perkampungan nelayan di Kelurahan Naram.

 “Kami pernah mendengar bahawa kelurahan naram akan menjadi perkampungan nelayan. Tapi hingga sekarang perkampungan nelayan belum pernah tersentuh pembangunan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” tukas ayah satu anak saat memilah hasil tanggkapan laut yang masih berada di perahu nelayan.

Di tempat berbeda Nelayan Saleh (38) menambahkan perhatian pemerintah terhadap nasib nelayan kurang diperhatikan di wilayah pemerintahan daerah Kota Singkawang. Dikarenakan banyak program bantuan pemerintah daerah maupun pusat tidak tepat sasaran. Yakni nelayan yang benar-benar membutuhkan bantuan tidak pernah diperhatikan karena tidak tergabung dalam kelompok nelayan di wilayah Kota Singkawang.

 “Kami tidak memiliki kelompok nelayan. Jadi bantuan apapun dari pemerintah daerah tidak pernah disampaikan kepada nelayan bersangkutan. Jika sudah memiliki kelompok nelayan hanya kelompok nelayan tertentu saja yang mendapatkan bantuan maupun perhatian,” terangnya.

Dia menyatakan kepedulian pemerintah daerah maupun pemerintah pusat terhadap nasib nelayan di wilayah pemerintahan daerah dinilai buruk dan lambat dalam menyelesaikan permasalahan kehidupan nelayan. Sehingga banyak nelayan tidak peduli dengan program pemerintah daerah karena hanya kelompok tertentu yang mendapat bantuan pukat, kapal nelayan dan bantuan perbaikan jalan di Kota Singkawang.

Ia menyayangkan seharusnya pemerintah daerah bisa bersikap adil dalam memenuhi keluhan masyarakat nelayan. Sehingga masyarakat nelayan juga bisa menikmati hasil dari pembangunan pemerintahan daerah Kota Singkawang maupun pemerintahan pusat. Apabila pemerintah daerah sudah mengetahui bahwa ada masyarakat tidak memiliki kelompok nelayan. Seharusnya pihak terkait membantu dan membimbing supaya nelayan mengerti dan faham tentang adanya program pembangunan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah di Kota Singkawang.

 “Kami juga ingin bisa membantu menyukseskan program pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Tetapi sebagian nelayan tidak dilibatkan bahkan informasi adanya bantuan nelayan tidak pernah disosialisasikan kemasyarakat maupun kepada media massa. Jadi, banyak nelayan yang tidak mengerti dan memahi tentang program pembangunan yang akan dilaksanakan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah,” tukasnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Singkawang Martinus Hanas saat dihubungi media ini belum ada memberikan jawaban terkait program pembangunan yang akan dilakukan di perkampungan nelayan yang berada di Kelurahan Naram, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang. (*)

Berita Terkait