Jaksa Rampas Harta Rusbini

Jaksa Rampas Harta Rusbini

  Jumat, 12 February 2016 07:59
Gambar dari JPNN Com

Berita Terkait

PONTIANAK - Tim Eksekutor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat mengeksekusi terdakwa kasus korupsi penggunaan dana Bantuan Sosial Kota Pontianak tahun anggaran 2006-2008, Hasan Rusbini.Mantan Sekretaris Pemerintah Kota Pontianak itu dijatuhi pidana 5 tahun penjara sesuai petikan putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 2683 K/PID.SUS/2015 tanggal 4 Januari 2016.

"Karena yang bersangkutan masih di dalam tahanan, maka proses eksekusi langsung kami laksanakan kemarin," ujar Humas Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Supriyadi, kemarin.Menurut Supryadi, dalam proses kasasi di Mahkamah Agung, terdakwa Hasan Rusbini terbukti melanggar pasal 2 ayat (1) Undang Undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang Undang No. 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Sebelumnya pada tingkat pertama (Pengadilan Negeri) dan kedua (Pengadilan Tinggi) dinyatakan tidak terbukti pada pasal primer. Namun pada tingkat kasasi, majelis hakim menyatakan yang bersangkutan terbukti melanggar pasal primer, yaitu pasal 2 ayat (1) UU No. 31 tahun 1999," beber Supriyadi.Dalam petikan putusan Mahkamah Agung tersebut, lanjut Supryadi, juga diperintahkan untuk merampas aset milik terdakwa berupa  sebidang tanah dan rumah diatasnya dengan alas hak berupa SHM No.14204 an Hasan Rusbini di Jalan Parit Haji Husin II Komplek Paris Indah Lestari No. BB9 Kelurahan Bangka Belitung Pontianak Tenggara, sebidang tanah dan rumah diatasnya dengan alas hak berupa SHM No. 1748 dan No.1749 an Chairunnisa yang beralamat di Jalan Gusti Hamzah No. 15 Kelurahan Sungai Jawi, Pontianak.

Kemudian, sebuah ruko dengan alas hak berupa hak guna bangunan HGB No. 4455 an Chairunnisa yang beralamat di Pontianak Mall Blok AA 49 Jalan Teuku Umar Pontianak.  "Aset ini dirampas untuk negara," lanjutnya.Sebelumnya, Pengadilan Negeri Pontianak menjatuhi hukuman dua tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp50 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama dua bulan.

Pada putusan Pengadilan Negeri Pontianak yang dibacakan hakim ketua Sugeng Warnanto pada 21 Mei 2015 itu juga menghukum terdakwa Hasan Rusbini untuk membayar uang pengganti sebesar Rp2.106.984.905 dan jika terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama satu bulan sesudah putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang cukup untuk membayar uang pengganti tersebut maka dipidana dengan pidana penjara selama  sepuluh bulan kurungan.

Kasus dugaan korupsi Bansos Kota Pontianak tahun anggaran 2006-2008 sebelumnya juga menyeret Mantan Wali Kota Pontianak Buchary A Rachman dengan kerugian negara sebesar kurang lebih Rp10 miliar.Namun dalam proses penyidikan, Buchary A Rachman telah mengambalikan uang negara. Dan Pengadilan Negeri Pontianak memutus mantan orang nomor satu di Pontianak itu dengan pidana satu tahun penjara. (arf)

Berita Terkait