Jaksa Eksekusi Koruptor Sapi

Jaksa Eksekusi Koruptor Sapi

  Kamis, 21 April 2016 10:12
EKSEKUSI : Terpidana kasus korupsi sapi (baju) coklat saat digiring Jaksa ke mobil untuk dibawa ke Rutan Putussibau, setelah keluarnya ponis dari MA. MUSTA’AN

Berita Terkait

PUTUSSIBAU— Tersangka korupsi pengadaan bibit sapi, rumah dan mesin pakan unggas di Desa Seluan Kecamatan Putussibau Utara tahun 2013 lalu, Antonius Baring Tando akhirnya dijebloskan ke rumah tahanan (Rutan) Kelas II B Putussibau. 

Pegawai pada Dinas Pertanian tanaman pangan dan peternakan ini divonis satu tahun penjara dena Rp 50 juta sesuai putusan MA No.634K/Pidsus/2015.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Putussibau mengeksekusi Baring, Rabu (20/4) pagi. Dia Dijebloskan ke Rutan Putussibau berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia No.634K/Pidsus/2015 yang mengabulkan kasasi JPU Kejari Putussibau. 

Karena Sebelumnya Baring sempat divonis bebas murni oleh Kejaksaan Tinggi Pontianak atas kasus tindak pidana korupsi. 

Kepada wartawan, Heri, JPU Kejari Putussibau mengatakan, Kejaksaan mengeksekusi Baring karena putusan dari MA sudah keluar, tanggal 2 Febuari 2016 lalu. 

“Sebelum eksekusi hari ini, kami sudah melayangkan panggilan-panggilan terhadap terpidana sebanyak tiga kali. Namun tidak di indahkan oleh terpidana dan hari ini kami eksekusi,” kata Heri dikonfirmasi  pada wartawan, Rabu (20/4) pagi.

Dijelaskan Heri, ada beberapa poin putusan MA terhadap terpidana, antaranya menyatakan baring telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Kemudian menjatuhkan pidana terhadap yang bersangkutan pidana penjara selama 1 tahun, dan denda Rp 50 juta, apabila denda itu tidak dibayar, dikenakan pidana pengganti selama 3 bulan. 

Diterangkan Heri, pada kasus tipikor pengadaan bibit sapi, rumah dan mesin pakan unggas di tahun 2013 ini memang ada dua terdakwa. 

Pertama Yusuf dan kedua Baring. Pada saat itu Baring sebagai Kabid Perternakan di Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Perternakan Kabupaten Kapuas Hulu. 

“Baring bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), ia yang setujui pengeluaran,” tuturnya. Heri mengungkapkan, kerugian negara dari kasus ini Rp 33,090,660,81. Kerugian itu ditimpakan pada pihak kontraktornya, terdakwa Yusuf. 

“Yusuf divonis penjara 2 tahun dan denda Rp 100 juta, apabila tidak dibayar kurungan penggantinya 3 bulan. Ia harus mengganti kerugian negara,” tuturnya. 

Dana pengadaan bibit sapi, rumah dan mesin pakan ternak berasal dari aspirasi DPRD periode 2009-2014.

Untuk pagu dana, pengadaan sapi Rp 79.909.500, rumah pakan Rp 87.890.000 dan mesin pakan Rp 98.890.000. Namun fakta dipersidangan tak menerangkan ada kaitan ke dewan yang bersangkutan. Pada masa sidang di pengadilan negeri, memang mengharuskan audit dari BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan) dan fakta persidangan tak terbukti kerugian negara dan JPU Banding.(aan)

Berita Terkait