Jajaki Energi Terbarukan

Jajaki Energi Terbarukan

  Sabtu, 27 February 2016 07:53
Gambar dari JawaPos

Berita Terkait

PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak dan Pemerintah Swiss melakukan pertemuan membicarakan program bantuan energi terbarukan dan menjajaki program sister city dengan salah satu kota di Swiss.

Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menjelaskan kerja sama yang berlangsung antara PKota Pontianak dengan Pemerintah Swiss sudah mencapai tahap perjanjian pendahuluan (MoU). “Saat ini kami sudah melakukan MoU berupa kerja sama peningkatan capacity building atau peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” ungkapnya.Saat ini, menurut dia, pihak Swiss telah mengirimkan para ahli teknologi untuk memberikan masukan kepada pemerintah dan memberikan beasiswa bagi pelajar di Pontianak yang ingin melanjutkan sekolah di Swiss.

Beberapa masukan yang didapat salah satunya tentang energi terbarukan seperti, penggunaan solar cell dan pengelolaan sampah. Pihak Swiss mempersilakan pemerintah menggunakan peralatan yang sudah ada di Indonesia karena dinilai lebih murah biayanya ketimbang jika harus menggunakan teknologi milik Swiss.Rencana selanjutnya dari pemerintah adalah untuk menggunakan sampah sebagai sumber energi baru untuk membangkitkan listrik. “Uniknya sampah di Pontianak ini basah, beda dengan sampah di luar negeri yang sebagian besar sampah kering,” jelasnya. Hal itu juga disebabkan oleh masyarakat di Indonesia yang belum memberlakukan budaya memilah sampah.

Kendalanya, menurut Edi, juga datang dari kondisi tanah gambut yang hampir selalu basah karena air pasang dari sungai. Bakteri pengurai sampah tidak dapat berkembang dengan sempurna di kondisi tanah gambut yang ada di Pontianak ini. “Kami sedang memikirkan dan akan memberlakukan pengelolaan sampah ini. Proses sanitasinya belum sempurna karena air tanah tadi,” tegasnya.

Sampai saat ini masih diperlukan teknologi baru untuk mengelola sampah yang ada di Pontianak. Selain itu, alternatif baru untuk mengurangi sampah yang ada di Pontianak adalah dengan memanfaatkan sampah menjadi energi baru untuk membangkitkan tenaga listrik.Sambil menunggu teknologi baru ini, pemerintah sudah menyiapkan sel-sel baru untuk menampung sempah yang ada di Pontianak, agar sampah sampah yang ditampung di sana tidak langsung mencemari tanah yang ada di kota dan tempat penampungan akhir di sana dengan kapasitas maksimal 30 ton sampah dan dengan kisaran 10 hektare lahan.

Dia menuturkan, saat ini pemerintah belum menjalankan proyek energi baru ini secara besar-besaran, hanya ada beberapa solar cell yang dipakai di beberapa lampu lalu lintas di kota. TPS Pontianak Selatan juga sudah dibuat pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos dan gas metan sebagai energi baru.“Yang paling penting adalah sampah harus dipilah terlebih dahulu sebelum sampai di TPS sehingga proses pengolahannya akan lebih mudah,” tegasnya.(mif)

Berita Terkait