Jaga Harga Agar Stabil

Jaga Harga Agar Stabil

  Rabu, 31 Agustus 2016 09:30

Berita Terkait

PONTIANAK - Ketersediaan hewan untuk konsumsi hingga menjelang Iduladha tercukupi. Bahkan stok melebihi kebutuhan di Kalimantan Barat. Demikian yang disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat Abdul Manaf.

Manaf menuturkan Disnakeswan Kalbar sudah menggelar pertemuan dengan pengusaha serta dinas terkait kabupaten/kota untuk melaporkan ketersediaan komoditas pangan yang akan dikonsumsi masyarakat. 

Dari pertemuan itu, pihaknya mencatat stok sapi Iduladha sebanyak 23.565 ekor. Sedangkan kebutuhan kabupaten/kota di Kalimantan Barat sebanyak 9.742 ekor. Jadi stok yang tersisa sebanyak 13.823 ekor.

Sedangkan ketersediaan kambing sebanyak 24.496 ekor. Lalu kebutuhan di Kalbar sebanyak 5.952 ekor, sehingga masih ada stok 18.544 ekor. Begitu juga untuk kebutuhan konsumsi daging ayam. 

Ketersediaan stok ayam sebanyak 14.946.746 ekor dan keperluan Kalbar 8.753.671 ekor. Sama halnya juga untuk telur ayam. Dari stok 6.000 ton kebutuhan masyarakat sekitar 4.500 ton. Jadi masih ada stok yang tersedia.

“Dari data ini menggambar stok tercukupi,” kata Manaf. 

Dari ketersediaan stok itu, menurut Manaf, sebagai gambaran jika kebutuhan hewan kurban maupun hewan untuk konsumsi tidak seperti Idulfitri yang terjadi kenaikan harga cukup tinggi. 

“Saat Idulfitri masyarakat panik sehingga kebutuhan dianggap kurang,” kata dia. 

Selain itu, lanjut dia, langkah yang sudah dilakukan pihaknya yakni membentuk tim untuk melakukan pemeriksaan hewan ternak. Pemerintah juga akan mengumpulkan petugas atau pengurus masjid untuk memberikan pelatihan pemotongan hewan kurban agar sesuai dengan syariat agama dan syarat kesehatan hewan.

“Rencana Kamis ini akan kami kumpulkan,” ujar dia. 

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Pontianak, Feri Maryadi minta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Pontianak lakukan pemantauan harga hewan kurban. Pemantauan bertujuan agar harga hewan kurban tetap stabil.

“Mendekati lebaran haji, Disperindagkop harus turun lapangan lakukan pemantauan ke pedagang hewan kurban. Kalau bisa harga hewan kurban dipatok sewajarnya. Jangan semau pedagang,” terangnya, Selasa kemarin. 

Memang, lanjut Politisi Hanura, lebaran haji merupakan momentum pedagang hewan kurban cari untung. Namun jika mereka (pedagang) jual dengan harga terlalu tinggi. Kasian yang mau berkurban. 

“Ada kebiasaan kalau beli hewan kurban tak boleh ditawar-tawar. Nah hal ini jangan dijadikan kesempatan pedagang dengan mematok harga tinggi,” terangnya.

Menurutnya, Disperindagkop perlu melakukan sosialiasi ke pedagang ternak, termasuk pembahasan harga hewan ternak kalau bisa disamaratakan. ”Contohnya, jika kambing atau sapi dengan berat sekian patokan harganya sekian,” ucapnya.

Selama ini ia tak mengetahui patokan harga hewan kurban ini. Perlu kiranya soal harga disamaratakan. Kalaupun ada perbedaan harga hewan kurban paling tidak harganya tak jauh berbeda.

Untuk stok hewan kurban juga harus dilakukan pengecekan. Dijelaskan, tingginya harga hewan kurban bisa disebabkan karena minimnya jumlah hewan. Makanya harga hewan kurban sewaktu-waktu bisa melonjak tinggi. Apabila stok minim, namun kebutuhan pasar tinggi, bisa saja terjadi kenaikan harga.

Namun ia meyakini, untuk stok hewan kurban di Pontianak sampai pelaksanaan kurban dapat mencukupi kebutuhan masyarakat yang mau berkurban. 

“Semua berharap stok hewan kurban dapat mencukupi kebutuhan masyarakat. Kalau untuk pengecekan kesehatan hewan saya yakin ini sudah ditangani dinas terkait,” tutupnya.(mse/iza)

Berita Terkait