Jaga Asa Undecima

Jaga Asa Undecima

  Rabu, 6 April 2016 09:04

Berita Terkait

WOLFSBURG – Tak ada victory bagi Real Madrid yang lebih monumental ketimbang melipat Barcelona di el clasico. Selain berhasil memangkas poin dari sepuluh menjadi tujuh angka di klasemen, spirit tim pun jadi berlipat. 

Lihat bagaimana Real berani sesumbar mengincar kemenangan pada first leg delapan besar Liga Champions versus Wolfsburg kali ini. Meski laga yang dilangsungkan dini hari nanti (7/4) itu terjadi di Volkswagen Arena, markas Wolfsburg. 

Real yang membidik gelar Undecima atau kesebelas di ajang Liga Champions ini memang punya kans juara ketimbang favorit juara lainnya. Los Merengues, julukan Real, bertemu lawan yang relatif lebih ringan. Lihat saja undian lainnya, Barcelona versus Atletico Madrid atau Paris Saint-German lawan Manchester City. 

Menuju laga ini entrenador Real Zinedine Zidane mengatakan posisi timnya di kompetisi domestik memang lebih apik ketimbang Wolfsburg. Real nangkring di posisi ketiga, sementara Die Wolfe, julukan Wolfsburg, posisi ke delapan. 

Kalau Real datang ke markas Wolfsburg dengan rasa pede segunung, maka sebaliknya yang dialami Julian Draxler dkk. Wolfsburg kalah 0-3 dari Leverkusen Sabtu (2/4) lalu. 

“Kami menemukan titik balik perjalanan tim buat musim ini. Dan kemenangan ini sangat tepat ketika kami hendak bertandang ke Jerman buat menjalani Liga Champions,” ucap Zidane seperti diberitakan ESPN kemarin (5/4). 

Pria berusia 43 tahun itu sepertinya sudah menemukan kestabilan dengan formasi 4-3-3. Dalam 15 laga sejak Zidane menjadi nahkoda tim, hanya sekali bapak empat anak itu mengganti formasi tim. Formasi 4-2-3-1 dipakai Zidane ketika bersua Levante (2/3) lalu. 

Kestabilan yang dimaksud adalah fungsi optimal yang ditunjukkan Casemiro. Mantan pemain Sao Paolo itu tampil bak benteng kokoh yang melindungi empat bek di belakangnya. 

Dari statitik Opta ketika melawan Barcelona Minggu (3/4) lalu, dari 20 kali duel lawan pemain Barcelona Casemiro menang 13 kali. Pemain 24 tahun itu juga melakukan tiga kali intersep, sentuhan bola 56 kali, dan akurasi umpan sampai 81 persen. 

“Casemiro memiliki posisi yang fundamental bagi tim ini seperti juga pemain lain dalam tim kami,” ujar Zidane. “Dengan ruang gerak yang sangat sempit, pemain kami bisa membahayakan lawan dan kami melakukan kontrol atas lawan,” tambah mantan pemain Juventus dan Bordeaux itu. 

Kalau melawan Barcelona, kita melihat Real membiarkan lawannya menekan kemudian menyerang dengan mematikan. Akan tetapi bertemu Wolfsburg dini hari nanti hal itu sangat kecil terjadi. Kualitas individu dan tim antara Real juga Wolfsburg cukup timpang. 

Menuju laga ini, Real hanya satu nama pemainnya yang diragukan kebugarannya. Yakni bek Raphael Varane. Sementara di kubu tuan rumah, der trainer Dieter Hecking kehilangan tiga nama. Yakni Naldo, Paul Seguin, dan Sebastian Jung. Kemudian penyerang asal Belanda Bas Dost masih disangsikan fit 100 persen. 

Di sisi lain, gelandang bertahan Real Casemiro yang mendapatkan sorotan terang usai bermain taktis dan brilian lawan Barcelona tak mau meremehkan Wolfsburg. 

Meski diunggulkan semua tim yang sanggup mencapai delapan besar Liga Champions adalah tim tangguh. Walau perjalanan di level domestik terseok-seok, selalu ada ekstra semangat di kancah Liga Champions. 

“Kami menghormati Wolfsburg. Karena bagaimanapun kami tahu mereka punya beberapa pemain top,” tutur pemain bernama lengkap Carlos Henrique Jose Francisco Venancio Casimiro itu. 

Sementara di kubu Wolfsburg, bintang tim Julian Draxler mengakui jika timnya mengalami masa sulit di Bundesliga. Digadang-gadang menjadi penantang buat Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund meraih juara di awal musim, kini timnya kesulitan menembus posisi buat tampil di Eropa musim depan. 

“Real adalah tim yang jauh lebih baik ketimbang tim kami. Dan kami hanyalah tim lemah Wolfsburg sementara lawan kami Real sang raksasa,” kata Draxler seperti diberitakan Four Four Two kemarin.

Dipandang sebagai underdog malah membuat para pemain Wolfsburg rileks. Mimpi terbesar tim yang berdiri pada 70 tahun itu adalah menyingkirkan Real di Liga Champions. 

“Bagi klub seperti Wolfsburg, kemenangan adalah satu mimpi. Kami tak mau hanya berharap keajaiban ketika bermain melawan Real,” ucap pemain berusia 22 tahun itu. 

Berjumpa Real menjadi salah satu kebanggaan sendiri bagi Draxler. Sebab Real adalah klub bagi mentornya ketika di Schalke, Raul Gonzalez.keduanya menjadi rekan setim periode 2011-2012 lalu. (dra)

Berita Terkait