Jadikan Masyarakat Miskin Fokus Utama

Jadikan Masyarakat Miskin Fokus Utama

  Rabu, 3 Agustus 2016 09:32
RAKERDA PPNI: Wakil Bupati Drs Suprapto S memberikan sambutan sekaligus membuka Rakerda I DPD PPNI Ketapang di Hotel Borneo Emerald Ketapang, Selasa (2/8). HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Wakil Bupati (Wabup) Ketapang Drs Suparpto S meminta kepada tenaga perawat yang bertugas agar mampu memberikan pelayan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas. Mereka juga diminta bekerja dengan profesionalisme dalam melaksanakan tugas dengan fungsi keperawatan, sesuai aturan perundang-undangan dan peraturan kesehatan sebagaimana mestinya.

 
Pesan tersebut disampaikan Wabup ketika membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Perawatan Indonesia (DPD-PPNI) Ketapang, di Hotel Borneo Emerald Ketapang, kemarin (2/8). “Saya berharap dengan wadah organisasi PPNI ini tunjukkan profesionalisme bekerja lakukan tugas dengan fungsi perawat sebagaimana mestinya,” kata Wabup.

Lebih lanjut Wabup mengingatkan bahwa peningkatan program kerja dan peningkatan sumber daya perawat yang ada, dapat berpengaruh terhadap peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat kabupaten ini. Dengan demikian, harapan Wabup, masyarakat Kabupaten Ketapang mendapat pelayanan yang makin berkualitas dan memuaskan berdasarkan hal itu. “Kita harus berupaya, terutama masyarakat miskin, menjadi fokus utama perhatian kita untuk mewujudkan tanggug jawab bersama penyedia jasa layanan publik,” tegas Wabup. 

Pemberlakuan era persangian bebas dalam pasar tunggal sekawasan Asia Tenggara atau yang lebih dikenal dengan sebutan masyarakat ekonomi ASEAN, dipaparkan Wabup, secara umum ada dua bidang. Dua bidang yang dimaksud dia adalah perdagangan barang dan perdagangan jasa. Berkaitan dengan itu, diingatkan dia mengenai beragam regulasi dan persiapan yang dilakukan pemerintah Indonesia, untuk menyongsong MEA yang diyakini dapat melipatgandakan ekonomi ASEAN pada tahun 2020. “Salah satu upaya tersebut meningkatkan tenaga kesehatan yang berkopetensi untuk memastikan tenaga kesehatan, siap memasuki dalam persaingan dalam era MEA,” ujar Wabup.

Beberapa standar kerja nasional Indonesia, menurut dia, telah disusun,  selain penerapan kerangka kualifikasi nasional Indonesia yang telah dijalankan. Inilah yang diingatkan dia, menjadi tugas besar setiap individu perawat Indonesia, khususnya Ketapang, dan organisasi profesi untuk men-support perawat Indonesia, dalam membenahi kompetensi keahlian dan profeionalisme. “Kompetensi lulusan sarjana keperawatan yang diperlukan perawat lapangan adalah yang kompenten dalam memberikan asuhan keperawatan dan mampun berpikir kritis,” ajak Wabup.

Wabup mengimbau kepada PPNI agar dapat semakin meningkatkan kualitas diri anggotanya, dengan melakukan berbagai upaya. Upaya yang dimaksud dia seperti pengembangan sumber daya perawatnya melalui pelatihan pelatihan, seminar, workshop, atau pendidikan lanjutan formal informal, dan menyusun rencana kerja yang baik pada rakerda pertma ini.

Pemerintah ditegaskan Wabup senantiasa memberikan dukungan untuk tenaga kesehatan, khususnya perawat, dalam upaya meningkatkan keterampilan pengetahuan, sehingga semakin dapat menghasilkan perawat-perawat yang profesional, handal, dan berkualitas. “Tingkatkatkan kerja sama, khususnya dengan tenaga kesehatan lainnya, terutama di rumah sakit dan puskesma-puskesmas,” pesan dia. (afi/ser)

Berita Terkait