Jadi Spesialis Tiga Ronde

Jadi Spesialis Tiga Ronde

  Senin, 29 Agustus 2016 09:57
TUMBANG: Iwan Zoda berhasil mengkanvaskan petinju Thailand, Kaichon Sor Vorapin, di ronde ketiga, pada perebutan sabuk emas KTI Kalbar dan DPRD Kayong Utara, Sabtu (27/8) malam.

Berita Terkait

KETAPANG – Iwan Zoda akhirnya mengandaskan perlawanan petinju asal Thailand, Kaichon Sor Vorapin, pada Ketapang Boxing Championship, kemarin (27/8) malam. Vorapin tidak bisa melanjutkan pertandingan setelah dua kali tumbang di awal ronde ke-3. Bahkan, ia harus dipapah untuk bisa kembali bangkit.

 
Pertandingan yang memperebutkan sabuk emas Komite Tinju Indonesia (KTI) Kalbar dan sabuk emas DPRD Kabupaten Kayong Utara itu, semula dijadwalkan berlangsung hingga 10 ronde. Tapi, tumbangnya Vorapin di ronde 3 menghentikan pertandingan yang disaksikan ribuan masyarakat Ketapang dan Kayong Utara tersebut.

Sejak ronde pertama, kedua petinju sudah saling jual beli pukulan. Sang Sniper, julukan Zoda, bermain lebih agresif di ronde pertama. Vorapin meladeni pernainannya dengan permainan lebih santai dan menghindari pukulan. Bahkan, Sniper mendapatkan pukulan telak yang menyebabkan pelipis kirinya sobek dan berdarah. Namun, Iwan tetap menyelesaikan ronde pertama dengan tetap bermain agresif.

Pada ronde kedua, Iwan bermain lebih berhati-hati. Vorapin justru bermain lebih agresif di ronde ini. Petinju yang pernah menewaskan petinju Indonesia ini semakin agresif, setelah beberapa kali terkena pukulan. Jual beli pukulan justru terjadi di ronde ketiga. Keduanya bermain terbuka. Mereka lebih banyak bermain jarak dekat.

Di ronde inilah Sniper berhasil memukul jatuh Vorapin. Tidak sampai hitungan keenam, petinju ini kembali bangkit dan melanjutkan pertandingan. Seolah tidak memberikan kesempatan untuk memulihkan tenaga, petinju asal Kayong Utara ini kembali melancarkan serangan. Alhasil, ia pun kembali menumbangkan Vorapin dan mengakhiri pertandingan. Petugas medis langsung masuk ring dan memeriksa kondisi Vorapin.

Atas keberhasilannya ini, Sniper, mengaku senang, karena berhasil menumbangkan lawannya sesuai dengan targetnya. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Ketapang yang telah memberikan dukungan kepadanya. "Saya ucapkan terima kasih pada masyarakat Ketapang yang mendukung dan juga pada promotor yang menggarap acara ini," katanya usai pertandingan, Sabtu (27/8) malam.

Usai memenangkan pertandingan ini, ia menargetkan kemenangan pada kejuaraan WBC di Jakarta pada 10 November mendatang. Ia berjanji akan memberikan yang terbaik dan mempersiapkan diri dengan matang. Ia pun kembali meminta dukungan dari masyarakat Ketapang, Kalbar dan masyarakat Indonesia. "Target ke depan kejuaran WBC di Jakarta," jelasnya.

Ketua KTI Kalbar, Adrianus Asia Sidot mengatakan, kemenangan ini membuat Zoda berhak mendapat julukan spesialis tiga. Ini karena dia selalu menang KO di ronde ke-3. "Saya mau juluki Iwan spesialis tiga. Karena di PCC dia menang ronde ketiga. Di GOR Pontianak juga, dan malam ini menang di ronde ketiga. Jadi spesialis ronde 3," selorohnya.

Padahal, Adrianus memperkirakan, berdasarkan kekuatan dan gaya bermain Vorapin, Zoda baru bisa menumbangkan lawannya di ronde ke-7. Ia juga yakin kalau Zoda bisa memenangkan laga ini.

Atas keberhasilan ini juga, Gidot kembali meyakini jika pada pertandingan berikutnya di Jakarta, Zoda bisa kembali menang. "Kita minta dukungan masyarakat Kalbar, karena dia ini petinju yang akan menjadi petinju masa depan Kalbar. Kita juga akan dukung dengan program-program. Kami akan bentuk KTI di tiap kabupaten dan minimal satu sasana di tiap kabupaten," tegas sosok yang juga Bupati Landak tersebut.

Selain Zoda vs Vorapin, ada lima pertai tambahan dalam perhelatan tersebut. Di antaranya M Wahid melawan Stevanus Nana, memperebutkan sabuk emas Bupati Kayong Utara. Dalam laga tersebut, Wahid menang angka atas Nana.

Pada partai kedua mempertandingkan Irfandi versus Jack Madison, yang memperebutkan sabuk emas Bupati Ketapang. Pada partai ini, petinju asal Ketapang berhasil menang angka atas Madison.

Sementara pertandigan ketiga, Santoso harus mengakui ketangguhan Eger Lamandau. Ia berhak atas sabuk emas Dandim 1203 Ketapang setelah memukul KO Santoso di ronde pertama. Begitu juga dengan Natalius Cipong yang melawan Yasmed. Cipong menang KO atas Yasmen dan berhak atasa sabu emask Ketua KONI Kayong Utara.

Sementara di partai kelima mempertemukan Yohanes Yordan v Daeng Armando. Partai yang berlangsung 4 ronde itu dimenangkan Yohanes dengan kemenangan KO. Pelatih Armando memutuskan untuk tidak melanjutkan pertandingan karena kondisi anak asuhnya sudah tidak memungkinkan. Sabuk emas Kapolres Ketapang pun berhak atas adik Daud Yordan itu. (afi)

Berita Terkait