Jadi Guru, Seriuslah Mendidik

Jadi Guru, Seriuslah Mendidik

  Rabu, 31 Agustus 2016 09:53
DIAMBIL SUMPAH: Pelantikan kepala SD dan pengawas SD di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara yang dilakukan kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Romi Wijaya, kemarin (30/8).

Berita Terkait

SUKADANA – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara Romi Wijaya menegaskan bagi seorang guru yang telah terjun menjalani tugas, agar serius menjalani. Terlebih bagi guru yang telah menjadi pegawai negeri sipil (PNS) yang telah berikrar untuk dapat menjalani tugas dengan sebaik mungkin. Pesan tersebut disampaikan dia usai mengangkat empat kepala sekolah dasar (SD) dan dua pegawas SD di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Selasa (30/8).

Menurut Romi dengan telah menjadi seorang guru, maka mereka harus dapat mengabdi kepada negara. Mereka juga diingatkan dia agar tidak manja dalam menjalankan tugas yang telah dimanahkan negara. Dia memisalkan, ada yang tidak mau pindah karena jarak antara sekolah dan rumahnya jauh. Sebenarnya, menurut dia, hal tersebut tidak harus terjadi. 

“Untuk mutasi sebagai apartur jangan menjadi momok yang menakutkan. Hal seperti ini memang harus diluruskan. Dan jangan sampai mentalnya jadi manja seperti itu. Karena hal tersebut akan berdampak kepada siswa juga,” gugahnya.

Selain itu, sambung dia, mengenai pengangkatan guru tidak tetap, diakui dia juga sedikit menimbulkan keresahan. Namun, dia menambahkan bahwa pada intinya, kebijakan tersebut diambil dengan melihat ada atau tidaknya anggaran. Kalupun ada, menurut dia, tentu harus lebih selektif, di mana tujuanya untuk mengurangi beban dari pihak sekolah.

“Karena kita tidak ingin dana BOS dan dana BOP yang sudah sangat rigit terebebani, untuk pembayaran operasional seperti pembayaran guru honorer tersebut, sehingga saat ini pembiayaan tersebut ditanggung oleh Pemerintah Daerah,” kata Romi.

Yang kedua, disebutkan dia bahwa tujuannya untuk mengatasi kekurangan guru, sekaligus melakukan penataan. Dia juga tak memungkiri kalau memang mengalami kekurangan guru, maka harus dilakukan perekrutan. “Untuk bidang studi yang tidak ada memang harus direkrut.  Karena kalau bicara kualitas pendidikan, tidak bisa bicara seadanya. Dan perekrutan tersebut harus benar-benar berkompeten,” jelasnya.

Di sinilah, diungkapkan dia, bagaimana guru merupakan motor penggerak proses belajar di sekolah. Untuk itu, dia menegaskan bahwa menjadi seorang guru harus benar-benar berkualitas. “Bagaimana output-nya mau berkualitas kalau prosesesnya tidak berkualitas. Sedangkan input-nya dari seorang guru. Jadi hal seperti inilah yang kita intervensi. Hal tersebut akan kita penuhi secara bertahap,” tutupnya. (dan)

Berita Terkait