Jadi Bandar Judi Petani Ditangkap

Jadi Bandar Judi Petani Ditangkap

  Sabtu, 13 February 2016 08:51
GELAR BARANG BUKTI : Polisi menggelar barang bukti hasil tangkapan judi liong fu beserta enam tersangka yang diamankan di Polresta Pontianak, Jumat (12/2). MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Apes nasib Tosin, niat ingin mencari penghasilan tambahan dengan menjadi bandar judi Liong Fu, ia malah ditangkap polisi bersama empat pemain dan seorang penyedia tempat di Desa Kuala Dua, Kubu Raya pada Kamis (11/2) sekitar pukul 19.00.

Tosin yang sehari-hari bekerja sebagai petani padi itu diminta temannya untuk menggantinya sebagai bandar judi. Dua hari menjadi bandar, bukannya keuntungan yang didapat, ia malah sudah kalah sebanyak Rp1 juta dan harus merasakan dinginnya jeruji  besi Mapolresta Pontianak.Tosin mengaku menjadi bandar. Itu dilakukan hanya untuk mencari tambahan penghasilan lantaran hasil dari bertani tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. “Baru dua hari jadi bandar, tapi sudah ditangkap,” katanya, Jumat (12/2).

Tosin mengaku pasrah dan siap mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Kalau sudah begini ya siap-siap saja. Mau diapakan lagi, saya memang jadi bandar dan harus menanggung resikonya,” ucapnya.Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pontianak AKP Kemas Abdul Aziz, mengatakan penangkapan terhadap pemain judi, bandar dan penyedia tempat tersebut berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas perjudian di sebuah warung Jalan Karya Baru, Sungai Raya.

Dari laporan tersebut, lanjut Aziz, tim Jatanras langsung mendatangi tempat permainan dan menemukan para pemain. “Dari tangan para tersangka, diamankan uang tunai sebesar Rp764 ribu, lapak judi, dan dadu,” kata Aziz.Adapaun para tersangka setelah dilakukan pendataan, yakni Akim (49) penyedia tempat, Tosin (54) bandar judi, dan empat pemain, Hadir (36), Sudianto (37), Suratman (33), dan Budianto (35). “Seluruh tersangka sudah mengakui perbuatannya dan saat ini sudah ditahan untuk mempertangungjawabkan perbuatannya,” ucap Aziz.

Aziz menegaskan, keenam tersangka akan dikenakan pasal 303 dengan ancaman pidana penjara selama sepuluh tahun. “Pengakuannya, aktivitas judi itu baru berlangsung selama satu minggu dan dimulai sejak pagi hingga malam hari,” pungkas Wakasat Reskrim. (adg)

Berita Terkait