Jadi Ajang Kumpul, Pompa Semangat Pantang Menyerah

Jadi Ajang Kumpul, Pompa Semangat Pantang Menyerah

  Selasa, 23 Agustus 2016 09:30
LOMBA: Keseruan lomba kemerdekaan Tuna rungu. GERKATIN FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

Penyandang disabilitas tuna rungu turut merayakan kemeriahan ulangtahun kemerdekaan tahun ini. Beragam perlombaan tradisional 17 Agustusan diadakan di halaman SLB Dharma Asih Pontianak, Minggu lalu. Lomba jadi menarik karena semua pesertanya tuna rungu. 

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

HALAMAN seluas lapangan basket milik SLB Dharma Asih Pontianak digunakan Dewan Pengurus Cabang Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Pontianak untuk menyelenggarakan lomba 17 Agustusan. Beberapa peralatan pendukung seperti tali untuk tarik tambang, bakiak, botol-botol kaca sampai beberapa karung goni bekas disiapkan.

Di tengah lapangan, sebagian panitia sibuk mengikat tali rapia yang akan digunakan untuk lomba makan kerupuk. Meski gunakan bahasa isyarat, tampaknya mereka (sesama tuna rungu) sudah mengerti apa yang diperintahkan salah satu orang yang tampak sibuk mengatur agar semua kegiatan berjalan lancar.

“Kegiatan ini memang dilaksanakan tiap tahun. Pesertanya seluruh anggota Gerkatin Pontianak. Tujuan dari kegiatan ini, selain memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia, ada makna yang dapat diambil dari perayaan kemerdekaan Indonesia. Salah satunya semangat pejuang yang memerdekakan bangsa ini,” ucap Imran, pengurus Gerkatin Kalimantan Barat.

Untuk tahun ini, ada delapan perlombaan yang dilaksanakan, diantaranya Lomba makan kerupuk, membawa kelereng, masukan benang ke lubang jarum, masukkan paku dalam botol, bakiak, memecahkan balon, balap karung dan tarik tambang.

Dijelaskan Imran, dalam lomba-lomba tersebut menyimpan makna perjuangan. Untuk jadi pemenang lomba ada sebuah perjuangan harus dilalui. “Nah, semangat ini akan ditanamkan pada diri semua peserta ini. Semangat pantang menyerah,” terang pria yang pernah jadi presenter bahasa isyarat di TV itu.

Dia ingin, usai kegiatan lomba ini, semangat kemerdekaan tetap berkobar dalam diri masing-masing. Tumbuhkan rasa cinta tanah air Indonesia, dengan berbuat hal-hal positif. Dengan begitu, ia merasa apa yang diperjuangkan pejuang dulu tak jadi sia-sia.  

Salah satu tuna rungu yang jadi peserta lomba, Deni mengatakan, kegiatan seperti ini bagus. Selain berpartisipasi dalam lomba, juga jadi ajang kumpul seluruh anggota Gerkatin Pontianak. “Kita bisa silaturahmi,” ucapnya gunakan bahasa isyarat.

Hal senada dikatakan salah satu tuna rungu lain, Indra. “Saya senang dengan kegiatan ini. Saya harap, selain kegiatan 17 Agustusan, Gerkatin juga harus aktif di kegiatan lain,” ucapnya.

Dia menambahkan, semangat pejuang saat memperjuangkan Indonesia merdeka patut dihargai. Menurutnya, perbuatan positif bisa dimulai dari hal kecil, dan dimulai dari diri sendiri dulu, karena untuk menjadi besar bermula dari hal-hal kecil. Semangat pantang menyerah pejuang memerdekakan negara jadi contoh untuk diaplikasikan dalam kehidupan saat ini.(*)

Berita Terkait