Ivan Jackson dan Rahma Arindita Terpilih sebagai Budare 2015

Ivan Jackson dan Rahma Arindita Terpilih sebagai Budare 2015

  Kamis, 29 Oktober 2015 08:25
BUDARE 2015: Wali Kota Pontianak Sutarmidji memberi selamat pada pemenang Bujang dan Dare 2015. MIRZA/PONTIANAKPOST

Ivan Jackson dan Rahma Arindita Putri resmi menyandang Bujang dan Dare (Budare) 2015. Mereka menggantikan Budare 2014, Akbar Ramadhan dan Vega Reynata. Keduanya berharap bisa mengenalkan Pontianak pada dunia luar.MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

Suara teriakan dan yel-yel ribuan penonton yang menyaksikan 30 Finalis Budare 2015 Selasa malam (27/10) di gedung PCC begitu terasa. Bermacam yel-yel dari tiap pendukung saling bersahutan. Apalagi ketika satu demi satu budare melenggang di panggung dengan mengenakan pakaian khas melayu berbagai warna.Bujang mengenakan pakaian telok belanga, sedangkan dare memakai baju kurung dengan motif corak insangnya.

Malam final itu terasa spesial dengan kehadiran Wali Kota Pontianak Sutarmidji, Wakil Wali Kota Edi Rusdi Kamtono, Sekda Mochammad Akib serta jajarannya. Sultan Kadriah Syarif Abubakar Alkadrie juga tak melewatkan malam final itu.Semua finalis satu persatu memperkenalkan diri dengan menggunakan bahasa Melayu. Pantun penuh makna menjadi ciri khasnya. Perkenalan diri tiap budare itu ternyata dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Ketua MABM Kota Pontianak Firdaus Zar’in, Mantan Dare Pontianak tahun 1992 Gusti Elfira, psikolog Indri Sukmawati serta Akademisi dan Pengajar Bahasa Inggris Viza Juliansyah.

Penilaian tersebut guna memangkas 30 budare untuk mengerucut menjadi tujuh finalis. Tak semua peserta percaya diri saat memperkenalkan diri di atas panggung. Padahal ketika dikarantina mereka telah melakukan persiapan secara maksimal, namun nyatanya masih ada sebagian budare yang terlihat grogi dan gugup karena ditonton banyak orang.

Rasa grogi dan gugup tiap peserta ternyata menjadi perhatian dewan juri. Terlebih ketika penonton menyoraki beberapa budare yang dinilai penonton performanya tidak maksimal.Alhasil, dari 30 finalis itu juri memangkas 23 budare untuk menghentikan langkah meraih predikat budare 2015 sampai di situ, dengan mengambil tujuh budare melangkah ke babak selanjutnya.Tujuh finalis yang sudah diseleksi mesti melewati beberapa tantangan agar dapat lolos dan masuk tiga besar. Mereka harus mengambil satu kertas kecil di dalam tempat yang telah disediakan panitia.Kertas itu berisi pertanyaan yang mesti dijawab oleh tiap budare. Jika jawaban dari pertanyaan itu dapat dijawab dengan baik oleh tiap peserta maka besar kemungkinan mereka dapat lolos ke babak tiga besar.

Banyak hal menarik memasuki babak tujuh besar ini. Pertanyaannya juga masih seputar Kota Pontianak. Ada juga beberapa pertanyaan yang sebenarnya mudah, tetapi karena budare gugup menjadikan mereka terbata-bata menjawab.Bahkan ada finalis bujang tak dapat menjawab pertanyaan tersebut dikarenakan masih kurangnya pengetahuan, terutama dalam mengartikan maksud kata memakai bahasa Inggris.

Penampilan finalis dare ternyata tak kalah mempesona dari finalis bujang. Ternyata mereka tidak hanya cantik dan anggun, tetapi ke-7 dare itu pengetahuannya juga luas. Buktinya mereka dengan mudah menjawab pertanyaan dengan baik tanpa rasa gugup. Ke-7 finalis itu kemudian dipangkas lagi. Sehingga ada tiga finalis yang memperbutkan tahta sebagai budare 2015.Di tiga besar, budare tidak hanya menjawab pertanyaan yang telah disediakan pihak panitia. Tetapi di malam itu, Wali Kota Pontianak juga ingin mencoba menguji wawasan mereka, terutama pengetahuan kebangsaan nasionalnya.

Satu-satu budare dapat pertanyaan dari wali kota. Mulai dari pertanyaan seputar pengetahuan lagu daerah, sampai menanyakan beberapa menteri ditiap bidangnya. Hasilnya, rata-rata budare banyak tidak bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan.Mereka ternyata masih belum terlalu memahami dan menguasai pengetahuan kebangsaan. Bahkan ketika ditanyai siapa Wakil Wali Kota dan Sekda Pontianak mereka begitu lamban menjawabnya, seakan belum kenal. Padahal mereka adalah orang nomor dua dan tiga di Pontianak.

Usai Wali Kota Pontianak memberikan pertanyaan, barulah detik-detik menegangkan tersebut datang. Yaitu siapakah pemenang budare 2015. Suara teriakan penonton memuncak ketika Budare 2014, Akbar Ramadhan dan Vega Reynata menaiki panggung untuk mengumumkan pewaris tahta budare 2015 itu.Selain ketegangan dirasa ketiga finalis budare, ternyata penonton sama tegang dan seriusnya. Teriakan histeris semakin jadi ketika Vega Reynata menobatkan Rahma Arininda Putri sebagai Dare 2015, dan Akbar Ramadhan memberi tongkat kepada Ivan Jackson sebagai Bujang 2015. Dengan begitu, Rahma Arininda Putri dan Ivan Jackson berhak menyandang budare 2015.

Usai memberikan selamat bagi pemenang budare 2015, Wali Kota Pontianak Sutarmidji mengatakan, pemilihan budare tahun ini sudah lebih baik disbanding tahun lalu. Terutama dalam segi kualitas mereka lebih baik, penampilan dan penggunaan busananya juga jauh lebih bagus. “Tetapi masih ada kurang. Mereka perlu belajar wawasan nasional. Anak muda mesti perduli dengan masalah negara, jangan sampai tidak perduli sama sekali,” ungkapnya.Menjadi budare tambahnya, bukan hanya sekadar memperkenalkan pariwisata Kota Pontianak saja, tetapi segala sesuatu dan lainnya juga harus dikuasai, bahkan budaya orang lain mereka wajib mengetahui. “Untuk tahun depan pengetahuan nasional harus diberikan kepada budare. Biar nanti saya yang jadi pematerinya,” ungkapnya.

Ketua MABM Kota Pontianak Firdaus Zar’in yang menjadi salah satu dewan juri mengatakan, pemilihan budare 2015 tidak hanya cantik dan ganteng saja. Mereka juga harus berwawasan luas, dan memiliki kepribadian baik sopan dan santun.Ketika ditanyai wartawan perihal ketidaktahuan finalis budare tentang pemahaman pengetahuan nasional, ia menjawab semua itu telah diberikan ketika mereka berada di karantina. “Semuanya telah diberikan saat karantina. Penilaian tersebut sudah berjalan sejak mereka masuk karantina sampai malam final ini. Jika mereka salah sedikit dalam menjawab pertanyan, tidak lantas gugur, karena kita masih melihat aspek lainnya. Ke depan mereka akan kita libatkan tiap kegiatan yang ada di Pontianak,” ungkapnya.

Di tempat sama, juara Budare 2015, Rahma Arindita Putri mengaku senang usai penobatan dirinya menjadi budare 2015. ke depan ia akan membuat satu program tentang pariwisata untuk mempromosikan pariwisata di Pontianak, agar lebih dikenal oleh masyarakat luar Pontianak.Mahasiswa Akademi Farmasi Yarsi Pontianak ini mengatakan, ini baru kali pertama mendapatkan prestasi setinggi ini.Ia mengakui bahwa kelemahannya saat ini terkendala di bahasa asing. Namun ke depan ia akan terus menggenjot pibadinya terutama tentang pengetahuan agar lebih baik lagi.

“Saya akan terus menggali kemampuan pribadi terutama dari sisi pengetahuan,” ucap anak dari Junaidi dan Farida Wahyuni itu.Hal senada juga dikatakan Ivan Jackson. “Saya behagai sekali, saya bisa dapat gelar bujang 2015. perasaan itu bercampur aduk. Pastinya saya bahagia,” terangnya.Ke depan, ia akan membuat satu forum yang dinamakan taman miniatur surga. Nantinya disitu akan dicantumkan budaya dan pariwisata Pontianak agar wisatawan lebih mudah mengetahui budaya dan pariwisata di Pontianak.“Sebelum menjadi juara ini, sebelumnnya saya telah menjadi duta lingkungan hidup di Kabupaten Ketapang 2013. Saat ini saya masih kuliah di STIK Muhamadiyah Keperawatan,” terang anak dari  Zakarias Irawan dan Malonia itu tersenyum. (*)