Italia 2-0 Spanyol: Dendam itu Terbalaskan

Italia 2-0 Spanyol: Dendam itu Terbalaskan

  Selasa, 28 June 2016 02:11
Twitter @UEFAEuro

Berita Terkait

ITALIA  sukses menuntaskan dendam atas Spanyol di Stade de France, Saint-Denis, Senin (28/6). Dua gol dari Giorgio Chiellini dan Graziano Pelle seperti membalas kekalahan 0-4 di final Euro 2012 lalu.

Sejak awal laga, Italia memang tampil menyerang. Beberapa peluang, sudah mereka ciptakan pada awal-awal pertandingan ini.

Pada menit ke-5 contohnya, Eder nyaris membuka keunggilan setelah menyambut tendangan bebas Alessandro Florenzi. Namun, tandukannya masih bisa diselamatkan dengan baik oleh David de Gea.

Dua menit kemudian, gantian Emanuele Giaccherini yang mendapatkan peluang matang. Gelandang mungil ini melakukan tendangan akrobatik. Namun, wasit menilainya melakukan pelanggaran.

Ditekan, Spanyol mencoba keluar pada menit ke-20 melalui Cesc Fabregas. Namun tembakannya hasil kerja sama dengan Andres Iniesta masih bisa diblok oleh Leonardo Bonucci.

Begitu pula delapan menit setelahnya. Kali ini tendangan keras Iniesta masih bisa diselamatkan dengan baik oleh Gianluigi Buffon.

Asyik menyerang, Spanyol kecolongan. Ya, tiga menit berselang Azzurri akhirnya mampu membuka gol melalui Giorgio Chiellini.
Memanfaatkan tendangan bebas Eder yang ditepis De Gea, Chiellini sukses menyambarnya dan memasukan bola ke gawang Spanyol. 1-0 Italia memimpin.

Pada penghujung babak pertama, Italia kembali mendapatkan peluang melalui Giaccherini. Dengan tenang menusuk dari sektor kiri dan kemudian melepaskan tembakan langsung dengan kaki kanannya yang ditepis De Gea.

Skor 1-0 untuk keunggulan Azzurri bertahan hingga turun minum. Pada paruh kedua, La Furia Roja mencoba untuk mengejar ketertinggalannya.

Babak kedua baru berjalan empat menit, Alvaro Morata nyaris menyamakan kedudukan. Namun, sundulannya masih lemah dan bisa diamankan oleh Buffon.

Menit ke-55, gantian Italia memperoleh peluang melalui Eder. Berlari kencang setelah mendapat umpan pendek dari Pelle, tendangannya hanya berakhir di tangan De Gea.

Memasuki menit ke-70, Spanyol lagi-lagi mendapatkan kesempatan untuk menyamakan gol lewat Aritz Aduriz.Menyambut sebuah umpan silang Jordi Alba dengan tembakan kaki kirinya, namun arah bola melebar di kanan gawang Buffon.

Pemain Spanyol tampaknya frustrasi oleh rapatnya pertahanan Italia. Sampai menit ke-75, mereka baru mencatatkan 2 shots on target saja ke gawang Buffon.

Pada menit ke-75, Iniesta memiliki kesempatan emas. Tendangan first-time dilepaskannya sesaat setelah menerima umpan Vazquez, akan tetapi Buffon dalam posisi yang tepat untuk mementahkan kesempatan tersebut.

Selang 10 menit, gantian Italia mengambil alih serangan melalui Lorenzo Insigne. Berawal dari penetrasi khasnya, sayang tendangan kerasnya masih bisa ditepis oleh De Gea.

Pada menit ke-90, Gerard Pique nyaris memaksa Italia bermain pada babak tambahan. Berawal dari sundulan Ramos, Pique menendang bola di depan gawang, namun aksi heroik Buffon masih belum bisa ditembus oleh Spanyol.

Dirasa laga bakal berakhir, Graziano Pelle mengejutkan Spanyol. Berawal dari serangan balik, Pelle sukses mencetak gol ke gawang De Gea.

Hingga peluit panjang ditiupkan, skor 2-0 tak berubah. Pada babak 8-besar nanti, Azzurri bakal menghadapi Jerman

Pelatih Italia, Antonio Conte, tak bisa menahan kegembiraannya usai timnya sukses mengalahkan Italia dengan skor 2-0 di Stade de France, Saint-Denis, Senin (28/6). Ini kata Conte, bukti bahwa Italia bukan sekadar Catenaccio.

Italia memang sukses mengejutkan banyak pihak setelah mengandaskan juara bertahan, Spanyol dua gol tanpa balas. Giorgio Chiellini dan Graziano Pelle jadi bintang kemenangan Gli Azzurri.

"Saya tahu para pemain memiliki sesuatu di dalamnya yang luar biasa. Saya mengatakan itu sebelumnya, karena sangat mudah untuk mengatakannya setelah pertandingan," kata Conte usai laga dikutip Football Italia.

Dengan mencetak dua gol, menurut Conte, ini sebagai pembuktian bahwa Italia tak bermain bertahan. Istilah Catenaccio tak pantas disematkan untuk Italia.

"Para pemain yang luar biasa. Sekarang kami harus kembali, karena ada permainan lain yang sangat sulit melawan Jerman, tapi kami membuktikan bahwa Italia tak sekadar Catenaccio," beber dia.

Dalam kesempatan ini, manajer Chelsea musim depan tersebut memberikan tanggapan komentar Xavi Hernandez. Beberapa waktu lalu, Xavi memang menyebut Italia laiknya gabungan antara Barcelona dan Atletico Madrid.

"Xavi memberi kami pujian terbaik, seperti katanya Italia mengingatkan dia dari campuran antara Barcelona dan Atletico Madrid. Ini membuktikan mereka yang bermain sepak bola mengerti," tutur Conte.

Akan tetapi, Italia sendiri maju ke babak 8-besar minus Thiago Motta. Pemain Paris Saint-Germain itu harus absen karena akumulasi kartu kuning.

"Kami harus mempersiapkan, itu akan sulit. Dia pemain penting bagi kami. Tapi kami bisa mengantisipasinya," tandas dia.

Timnas Italia menunjukkan keperkasaanya setelah menang 2-0 atas Spanyol di Stade de France, Saint-Denis, Senin (28/6) pada babak 16-besar Euro 2016. Beragam rekor menarik menghiasi momen Italia memulangkan Spanyol dari Euro 2016.

Bisa dibilang, laga ini memang merupakan final kepagian. Ini merupakan partai ulangan final Euro 2012 kala Spanyol menggilan Italia dengan skor telah 4-0.

Akan tetapi, anak asuh Antonio Conte ini sukses membalaskan dendamnya. Mereka melaju ke perempat final dengan menggagalkan ambisi hattrick gelar Euro untuk Spanyol.

Beragam rekor menghiasi keperkasaan Azzurri. Salah satunya, mereka sukses mengalahkan Spanyol untuk kali pertamanya selama 22 tahun selain laga persahabatan.

Berikut gelontoran rekor Italia:

- Italia mengalahkan Spanyol lagi dalam di luar pertandingan persahabatan dalam 22 tahun

Chiellini adalah bek Italia kedua yang mencetak gol di babak gugur Euro setelah Panucci (vs Rumania pada tahun 2008)

- Spanyol telah kebobolan dalam fase gugur dari turnamen besar untuk pertama kalinya sejak 2006 vs #FRA, 10 tahun yang lalu. 

- Giorgio Chiellini adalah pemain pertama yang mencetak gol melawan Spanyol dalam pertandingan sistem gugur di Euro sejak Youri Djorkaeff pada tahun 2000.

- Italia sudah meraih 19 clean-sheet di Euro, lebih dari tim lain.

- Spanyol kalah di sistem gugur dengan lebih dari satu gol untuk pertama kalinya sejak tahun 1988 (0-2 vs Jerman).

- Italia telah menerima 73 kuning kartu di Euro sejak tahun 1980, lebih dari tim lain. 

- Pada laga 8-besar nanti, Italia juga diunggulkan atas Jerman. Dalam sejarah, hanya satu tim telah mengalahkan Jerman lebih sering daripada Italia (15). Italia 15 kali menang dan 8 kali kalah melawan Jerman. (ies/JPG)

ITALIA (3-5-2): Buffon; Barzagli, Bonucci, Chiellini; Florenzi (Darmian 84'), Parolo, De Rossi (Motta 53'), GIaccherini, De Sciglio; Pellè, Eder (Insigne 82').

SPANYOL (4-3-3): De Gea; Juanfran, Piquè, Sergio Ramos, Jordi Alba; Fabregas, Busquets, Iniesta; David Silva, Morata (Vazquez 70'), Nolito (Aduriz 46') (Pedro 82')

 

 

Liputan Khusus: 

Berita Terkait