Isu Asusila, Bibir Kepala Sekolah Pecah

Isu Asusila, Bibir Kepala Sekolah Pecah

  Minggu, 11 September 2016 11:54

Berita Terkait

KUBU RAYA- Tindak kekerasan terhadap tenaga pendidik oleh orangtua murid kembali terjadi di Kabupaten Kubu Raya. Kali ini menimpa Husin, Kepala Sekolah  Dasar ( SD) Negeri 37 Sungai Ambawang.

Husin menjadi korban penganiayaan kakek dari murid kelas 2 SDN 37 Ambawang Kabupaten Kubu Raya hanya gara gara salah paham.

Kasus penganiayaan ini pun telah dilaporkan ke pihak berwajib.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Suhadi mengatakan, peristiwa tragis ini berawal dari dua hari lalu, dimana murid-murid kelas 2 SDN 37 Ambawang yang sedang bermain memanjat pohon tak jauh dari  sekolahnya.

Pada saat bersamaan ada anak  laki laki yang terjatuh terpeleset dari pohon, kemudian menimpa anak yang ada dibawahnya, kebetulan murid perempuan di sekolah yang sama, kemudian berkembang isu seolah olah  ada perbuatan Asusila.

Kemudian, isu tersebut terus berkembang. Pihak sekolah pun memanggil semua pihak termasuk anak-anak murid dan para walimurid yang terjatuh dari pohon.

Hasil pertemuan menyimpulkan bahwa masalah yang terjadi hanya kesalah pahaman dan cukup diselesaikan secara kekeluargaan.

Menurut Suhadi, permasalahan penganiayaan ringan terhadap Kepala Sekolah SDN 37 Ambawang atas nama Husin berawal dari adanya isu  perbuatan asusila(seorang anak sedang memanjat pohon Jatuh menimpa anak wanita klas 2 SD,) Isu tersebut berkembang kemana mana, sehingga kakek dari murid perempuan tersebut mendatangi Kepala Sekolah, oleh Kepala Sekolah pelaku Mansyur ( 70 th), dinasehati agar tidak marah marah dan menyelesaikan masalah tersebut didalam rumah tangga atau kalau tidak puas dengan penyelesaian tersebut silahkan lapor kepada polisi.

Atas saran tersebut ternyata Mansyur tidak puas dengan jawaban Kepala Sekolah, sehingga ketika Kepala Sekolah sedang memakai sepatu  tiba tiba bogem mentah mendarat dibibir Kepala Sekolah yang mengakibatkan luka di bibir korban.

Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian dengan serius menangani masalah tersebut, saat ini pihak Polsek Ambawang masih memeriksa secara intensif terhadap pelaku penganiayaan, memintakan Visum dokter dan meningkatkan pemeriksaan penyelidikan menjadi penyidikan .(arf)

 

Berita Terkait