Istri Enggan Pulang, Pisau Pun Bicara

Istri Enggan Pulang, Pisau Pun Bicara

  Sabtu, 30 July 2016 09:30
KORBAN: Kedua korban penganiayaan terbaring di Puskesmas Sungai Pinyuh. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SUNGAI PINYUH - Seorang suami bernama Akun, 29 warga Kecamatan Segedong, tega menganiaya istri berikut keluarganya, Jumat (29/7) sore, di kediaman mertuanya di Gang Johor, Sungai Pinyuh. Masalahnya sepele yakni hanya gara-gara sang istri tak mau diajak pulang ke rumah mereka.

 
Akibat penganiayaan itu, pelaku dan ketiga korban dilarikan ke Puskesmas Sungai Pinyuh. Ketiga korban penganiayaan itu bernama Susanti, 23 yang juga istri pelaku. Kemudian adik ipar, Susan, 19 dan mertuanya Bong Tet Chi, 61.

Kejadian bermula ketika Susanti beserta anaknya pulang ke rumah orang tua di Sungai Pinyuh. Susanti merasa tidak enak badan dan hendak berobat ke Sungai Pinyuh. Hal ini mengingat tempat tinggalnya di Segedong berada jauh dari pemukiman warga dan sulit mendapatkan akses pelayanan kesehatan.

Susanti dan anaknya pun menginap beberapa hari di rumah orang tuanya itu. Tindakan Susanti rupanya membuat si suami, Akun berang. Akun pun menyusul ke rumah mertuanya. Akun bahkan sempat membawa pulang anaknya ke Segedong tanpa sepengetahuan istri dan keluarganya selama tiga hari.

Orang tua Susanti kemudian menjemput cucunya itu tetapi sempat dihalangi-halangi oleh Akun. Namun, akhirnya cucu kesayangannya berhasil dibawa pulang ke Sungai Pinyuh.

Selang beberapa hari kemudian, Akun datang lagi menyusul dan menginap di rumah mertuanya. Akun pun kembali mengajak istrinya untuk pulang ke rumah mereka di Segedong. Namun, Susanti lagi-lagi menolak dengan alasan masih sakit dan sulit berobat jika pulang ke rumahnya di Segedong.

Mendapatkan penolakan dari istrinya, pelaku Akun mulai naik pitam. Entah mengapa tiba-tiba saja ia pergi ke dapur dan mengambil sebilah pisau. Lalu pisau itu ditusukkan ke mertuanya yang pada saat itu sedang memasak mi instan. Mertuanya mencoba mengambil pisau itu dari tangan pelaku dan mencoba menyelamatkan diri. Namun, pelaku berhasil melukainya dan terus menyerang.

Tak cukup sampai di situ, adik iparnya yang ketika itu sedang mencuci piring dan hendak mandi di dapur juga menjadi sasaran. Pelaku menusuk korban di bagian dada dan bahu kiri.

Susanti yang melihat bapak dan adiknya dianiaya oleh suaminya sendiri tak tinggal diam. Dia pun mencoba memberikan pertolongan dan berniat merampas pisau dari tangan pelaku. Namun, pelaku semakin beringas dan menusukkan pisau di bagian punggungnya. Seperti kerasukan setan, pelaku terus menghujani istrinya dengan pukulan dan sabetan pisau.

Meski terluka, ketiga korban terus berupaya melawan. Mendapatkan perlawanan dari ketiga korban, pelaku akhirnya tersudut dan masuk ke dalam parit di depan rumah. Di dalam parit itu, perkelahian masih terus terjadi.

Kejadian itu pun diketahui oleh para tetangga dan warga di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Melihat penganiayaan itu, warga pun memberikan pertolongan. Alhasil, warga sukses menghentikan amukan pelaku. Bahkan, pelaku tampak mengalami luka robek pada leher dan perutnya. Belum diketahui pasti, siapa yang melukai pelaku, apakah korban atau warga yang melerai kejadian itu.

Setelah berhasil meringkus pelaku, warga lalu menyerahkannya ke Mapolsek Sungai Pinyuh. Sementara itu, ketiga korban yang mengalami luka robek dan memar dilarikan ke Puskesmas Sungai Pinyuh untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Ketika kejadian itu, saya sedang jalan-jalan sore bersama cucu. Saya dapat kabar dari warga, katanya menantu saya mengamuk di rumah. Dia (pelaku) menusuk suami dan kedua anak saya,” jelas ibu korban, Lie Tek Cun, 53 menceritakan kejadian yang dialami keluarganya.

Mendapatkan kabar itu, dia pun bergegas pulang ke rumah untuk melihat kondisi suami dan kedua anaknya. Sebelum pulang, terlebih dahulu dia menitipkan cucunya ke rumah salah seorang warga.

“Saya takut cucu terluka makanya saya titip ke rumah warga. Setelah sampai di rumah saya melihat pelaku sudah ditangkap oleh warga. Sedangkan suami dan kedua anak saya masih terluka. Dibantu warga, segera kami bawa ke puskesmas,” tuturnya.

Dia mengaku tak menyangka menantunya itu tega menganiaya istri, mertua dan adik iparnya. Lie menduga penganiayaan yang dilakukan pelaku didalangi rasa sakit hatinya lantaran istrinya tak mau diajak pulang ke rumah di Segedong.

“Bagaimana mau pulang, kan istrinya sedang sakit. Kalau di rumah sana (Segedong) lokasinya dalam hutan. Puskesmas, rumah sakit jauh jadi susah mau berobat. Makanya anak saya masih ingin tinggal di Pinyuh agar mudah berobat,” katanya.

Kapolsek Sungai Pinyuh, Kompol Florentus Situngkir, membenarkan kejadian tersebut. Dia menceritakan, aksi penganiayaan dengan pemberatan mengunakan sajam tersebut terjadi sekitar pukul 16.10 wib di jalan jurusan Pontianak, Gang Johor Rt.2 Rw 3 Sungai Pinyuh. Pelaku yang bekerja sebagai petani tersebut menganiaya istri beserta mertua dan adik iparnya. Namun demikian, pelaku juga mengalami luka sobek di leher kiri dan luka gores di kepala.

"Mertua pelaku mengalami luka tusukan pada leher kanan, adik ipar pelaku luka gores di bagian bahu kiri dan luka gores di bagian dada kanan atas. Sedangkan Susanti, istri pelaku terkena luka tusukan di bagian pungung kiri belakang. Saat ini pelaku dan korban masih mendapatkan pertolongan di Puskesmas Sungai Pinyuh," kata Kapolsek.(wah)

Berita Terkait