ISTIGHFAR MENANGKAL BENCANA

ISTIGHFAR MENANGKAL BENCANA

Jumat, 12 Agustus 2016 09:51   1

NABI SAW adalah seorang yang maksum. Akan tetapi , sebagaimana pengakuannya dalam sebuah hadis, dosa masih selalu mengelilinginya. Oleh karena itu, Nabi SAW menyampaikan 100 kali permohonan ampun dalam sehari.” Sesungguhnya dosa mengelilingi hatiku dan aku memohon ampun kepada Allah 100 kali dalam sehari “. Dalam hadis lain beliau bersabda “ Aku adalah orang yang paling bertaqwa dan paling mengetahui tentang Allah. Namun, aku beristighfar kepada Allah sehari semalam lebih dari tujuh puluh kali “. Lalu, bagaimana dengan kita, yang disebut sebagai tempat salah dan lupa. Berapa kali kita memohon ampun dalam sehari semalam?. Padahal sudah pasti, disadari atau tidak, kita banyak melakukan kesalahan yang memungkinkan kita terkena azab.” Menghapus efek negatif maksiat. Menemukan titik terang dan jalan keluar, dan meraih ampunan dan kasih sayang Allah dengan beristighfar yang benar dan banyak “demikian kilah Ibnu Muhammad Salim dalam bukunya “ Doa Pembersih Doa Keajaiban Istighfar “.

 Seorang ulama salaf berkata “Setiap seorang hamba berbuat dosa, bumi tempat Ia berdiri meminta keizinan Tuhan untuk membenamkannya dan langit yang di atas kepalanya memohon izin untuk gugur menimpanya “. Tetapi Tuhan berfirman kepada langit dan bumi itu “ Tahanlah bahaya untuk hamba-Ku dan beri dia waktu. Mungkin dia bertaubat pada-Ku,lalu Aku ampunkan dan mungkin saja dia menggantikan kerja buruknya dengan amalan yang baik lalu Aku gantikan dosanya dengan pahala “. Inilah yang dimaksud dengan firman-Nya “ Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi dari terjatuh dan kalau keduanya terjatuh tiada seorang pun yang akan bisa menahan dia. . “ ( Fathir (35) : 41)

Rasulullah SAW bersabda “ Segala sesuatu ada obatnya, dan obat dosa adalah istighfar “.Aisyah RA berkata “ Beruntunglah orang yang mendapati istighfar yang banyak dalam catatan amalnya “. Sedangkan Abu Al Manhak berkilah “ Tidak ada tetangga yang lebih disukai seorang hamba dalam kuburnya dari pada istighfar yang banyak “. Menurut Imam Al Ghazali “ Istighfar dalam hati, diikuti dengan melakukan perbuatan baik dengan tidak meneruskan perbuatan dosa adalah derajat tertinggi taubat. Istighfar yang hanya diucapkan di lisan ( tidak dalam hati ) adalah kebajikan, karena ia lebih baik daripada menggunjing orang lain. Bahkan ia juga lebih baik dripada diam “.Seorang ulama yang juga tokoh sufi, Hasan Al Bashri rahimakumullah memberi nasehat “ Perbanyaklah istighfar di rumah mu, di ruang makan, di tengah perjalanan, di pasar, di tempat kerja, di pertemuan-pertemuan dan di mana pun dirimu berada saat ini. Sebab,engkau tidak akan tahu di tempat manakah turunnya maghfirah Tuhanmu !”.

Di zaman pemerintahan Umar bin Khattab RA pernah terjadi musim kemarau panjang sehingga menyebabkan paceklik. Umar mengajak masyarakat mengadakan salat istisqa. Khatib dan imamnya, Umar bin Khattab RA. Isi khotbahnya, Umar mengajak rakyatnya untuk banyak beristighfar. Subhanallah, tidak lama kemudian hujan pun turun dengan lebat. Ketika pasukan Sa’ad bin Abi Waqash dikepung dan diusir pasukan Persia dalam peperangan Qadisiyah, Sa’ad berusaha mencari jalan keluar untuk bertahan dalam peperangan. Selaku panglima perang, ia meminta nasihat kepada Umar bin Khattab. Nasihat tertulis dari Umar kepada Sa’ad dan pasukannya, antara lain “ Aku memerintahkan dan pasukanmu untuk lebih takut kepada kemaksiatan daripada kepada musuhmu karena dosa pasukan lebih menakutkan daripada musuh mereka”. Rasulullah SAW bersabda “ Takutilah dosa, karena dosa itu akan menghancurkan kebaikan. Ada dosa yang menyebabkan rezeki tertahan, walaupun sudah dipersiapkan kepadanya “. Karena itulah, di hadis lain, beliau SAW memberikan jalan keluar “ Barang siapa yang seret rezekinya beristighfarlah kepada Allah “ ( HR.Al-Baihaqi ).

Betapa senangnya Allah SWT dengan si hamba-Nya yang banyak beristighfar, dapat kita simak dari sabda Rasulullah SAW “ Jika kalian melakukan kesalahan hingga kesalahan itu mencapai ketinggian langit, lalu kalian bertaubat, niscaya Allah akan menerima taubat kalian “( HR.Ibnu Majah dari Abu HUrairah ).Diantara keutamaan beristighfar yang lain , adalah bahwa para malaikat Muqarrabin memintakan ampunan bagi orang-orang yang bertaubat, lalu mendoakan mereka agar dijauhkan dari siksa neraka dan dimasukkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan “(  Ghafir (40):7-9 ). Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda “ Barangsiapa membanyakkan istighfar niscaya dijadikan Allah baginya ke lapangan dari tiap-tiap kesusahan dan jalan keluar dari tiap-tiap kesempitan dan dianugerahkan rezeki dari jalan yang tidak diduganya “ ( HR.Abu Daud – An Nasai – Ibnu Majah dan Al Hakim). Patut kita simak ungkapan Abu Dzar Al-Qalamuni “Sesungguhnya amal kebaikan menerangkan hati, mencerahkan wajah, menguatkan badan, menambah rezeki dan membangkitkan kecintaan orang-orang. Amal keburukan sebaliknya, memuramkan wajah, menggelapkan hati ,melemahkan badan, mengurangkan rezeki dan membangkitkan kebencian orang-orang “.

Wallahu’alam.

Uti Konsen