Istana Sambut Terpilihnya Novanto

Istana Sambut Terpilihnya Novanto

  Rabu, 18 May 2016 09:30
Setya Novanto

Berita Terkait

Orang Dekat Dominasi Susunan Pengurus Inti

BADUNG – Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) menyambut positif terpilihnya Setya Novanto sebagai ketua umum Partai Golkar. Kepengurusan baru yang lebih solid dalam kekuatan politik yang selama tiga dekade menjadi penyokong utama Orde Baru itu diharapkan kian memperkuat pemerintahan ke depan.

Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan menilai hasil yang dicapai dalam munaslub tersebut sebagai yang terbaik. ”Golkar menunjukkan diri sebagai partai yang matang dan mampu melakukan pemilihan dengan baik tanpa ada ribut-ribut,” ujarnya di kantor Kemenko Polhukam kemarin (17/5). Dia berharap hasil munaslub itu bisa menjadi babak baru bagi Golkar. Luhut yang selama munaslub berada di Bali memang condong mendukung Novanto. 

Seskab Pramono Anung menyatakan, pemerintah menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Novanto. ”Ini adalah pilihan dari pemilik suara di Partai Golkar,” ujarnya di kantor Setkab kemarin.

Pramono mengakui bahwa keputusan Golkar mendukung pemerintah akan berdampak pada perimbangan kekuatan politik. ”(Bergabungnya Golkar, Red) akan membuat konfigurasi dan bandul politik ada sedikit perbedaan dibanding sebelumnya,” lanjut mantan Sekjen PDIP itu.  

Dalam pemilihan yang berlangsung mulai Selasa dini hari hingga pagi Wita kemarin, Setya Novanto mengungguli rival terdekatnya, Ade Komarudin. Novanto meraih 277 suara dukungan, sedangkan Ade mendapat 173 suara. Keduanya pun ditetapkan sebagai calon ketua umum (caketum) karena meraih lebih dari 30 persen dukungan. Namun, Ade akhirnya tidak ingin melanjutkan proses ke tahap pemilihan ketua umum. Ketua DPR yang dalam munaslub didukung keluarga Cendana tersebut mengakui keunggulan seniornya. 

Novanto pun kemarin langsung menyusun daftar pengurus inti. Mantan ketua DPR yang juga ketua formatur penyusunan kepengurusan DPP Partai Golkar itu menetapkan sejumlah orang dekat masuk di jajaran kepengurusan inti untuk mendampingi dirinya.

Penetapan tersebut diumumkan Novanto dalam rapat paripurna terakhir terkait hasil pembahasan tim formatur hasil munaslub di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Badung, kemarin. Novanto telah menunjuk kader Golkar yang mengisi posisi sekretaris jenderal, bendahara umum, dan ketua harian.

Idrus Marham kembali terpilih sebagai sekretaris jenderal. Bendahara umum dijabat Robert Joppy Kardinal. Nurdin Halid yang dalam munaslub merupakan ketua panitia pengarah ditunjuk sebagai ketua harian.

Dengan waktu yang pendek setelah terpilih secara aklamasi kemarin pagi, Novanto menyebutkan, komposisi itu yang sementara dihasilkan formatur. Formatur kemudian akan bekerja dalam waktu cepat untuk menetapkan komposisi kepengurusan DPP Partai Golkar secara lengkap. ”Mohon izin, formatur akan bekerja maksimal 15 hari. Mohon seluruh formatur bisa menyiapkan semua usul dari segala sesuatu yang terlibat,” ujarnya.

Novanto berpesan, formatur harus selektif dalam menentukan figur pengurus. Sebab, masa kerja kepengurusan ini maksimal hanya 3,5 tahun, melanjutkan kepengurusan periode 2014–2019. ”Anggota diharapkan yang betul-betul aktif. Tidak hanya yang ingin ditaruh di posisi-posisi, waktunya pendek. Saya setiap hari akan datang ke DPD I dan II,” ujarnya.

Figur Idrus maupun Robert selama ini memang dikenal dekat dengan Novanto. Setelah menyatakan mundur sebagai bakal caketum Golkar, Idrus disebut-sebut terlibat dalam upaya pemenangan Novanto. Indikasinya adalah pertemuan Luhut dengan sejumlah anggota DPD di Jakarta atau upaya penggalangan sejumlah DPD Golkar di Bali pasca pembukaan munaslub oleh Presiden Jokowi.

Sementara itu, Robert adalah sosok yang dekat dengan Novanto di lingkungan parlemen. Dalam beberapa kunjungan kerja ke luar negeri sebagai ketua DPR, anggota Fraksi Partai Golkar dari daerah pemilihan Papua Barat tersebut juga ikut serta. Setelah Novanto menjadi ketua fraksi, Robert juga didapuk sebagai bendahara Fraksi Partai Golkar.

Novanto dalam pidato penutupan munaslub juga mencanangkan program seratus hari kerja demi mencapai target rekonsiliasi dan kebangkitan Partai Golkar. Program itu memastikan proses rekonsiliasi berjalan baik dan tepat waktu. Novanto juga mewajibkan totalitas, pengabdian kepada Golkar, sehingga memimpin partai tidak bisa setengah-setengah. 

”Saya sendiri akan undur diri dari ketua Fraksi Partai Golkar. Saya akan cari waktu yang tepat. Saya akan siap 24 jam. Silakan kalau ingin telepon saya,” ujarnya.

Saat ditemui seusai penutupan munaslub, Novanto juga mengisyaratkan bakal mempertahankan posisi Ade Komarudin sebagai ketua DPR. Menurut dia, Ade sudah menunjukkan kinerja yang baik sebagai pimpinan DPR melalui berbagai tolok ukur. ”Pak Ade kan kerja baik, menjalankan tugas dan fungsi secara baik. Kita harapkan bisa menindaklanjuti hubungan dengan pemerintah, terkait komitmen dukungan dengan pemerintah,” ujarnya. 

Dalam pemilihan caketum Partai Golkar yang berlangsung sejak dini hari kemarin, delapan bakal caketum dipilih melalui surat suara tertutup oleh 554 pemilik hak suara. Sejatinya, total pemilik suara di munaslub adalah 560 orang. Namun, ada sejumlah kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara yang tidak mendapat surat mandat dari provinsi sehingga tidak bisa memilih, ditambah dua ormas pendiri Golkar, Soksi dan Kosgoro 1957. Dua ormas itu tidak bisa menggunakan hak pilih karena tengah mengalami dualisme kepengurusan.

Pemilihan tahap pertama tersebut menentukan delapan bakal caketum yang lolos menjadi caketum. Sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Partai Golkar, bakal caketum dinyatakan lolos sebagai caketum bila mendapat dukungan minimal 30 persen pemilik suara. Dalam hal ini, dukungan minimal 166 pemilik suara akan meloloskan bakal caketum menjadi caketum.

Setelah dilakukan pencocokan jumlah surat suara yang digunakan, penghitungan dilakukan pada pukul 06.30. Hasilnya, dua bakal caketum Novanto dan Ade dinyatakan lolos persyaratan menjadi caketum. Novanto mendapatkan 277 suara atau sekitar 50 persen suara, sedangkan Ade memperoleh 173 suara dukungan (lebih dari 30 persen). Bakal caketum yang gagal mencapai 30 persen adalah Airlangga Hartarto (14 suara), Mahyudin (2), Priyo Budi Santoso (1), Aziz Syamsudin (48), Indra Bambang Utoyo (1), dan Syahrul Yasin Limpo (27).

Lolos sebagai caketum, Novanto dan Ade kemudian berangkulan dan diminta naik menuju panggung munaslub. Syahrul kemudian melakukan interupsi, meminta hasil itu disepakati dua caketum sebagai hasil akhir dengan musyawarah mufakat. ”Hasil ini saya anggap sudah maksimal. Saran saya, tidak usah diteruskan,” tutur Syahrul.

Menanggapi hal tersebut, Ade kemudian berbicara di depan panggung. Dia menyatakan menghargai proses yang dilakukan Ketua Munaslub Nurdin Halid sebagai kerja luar biasa dengan mampu mewujudkan pemilihan demokratis melalui surat suara tertutup. Ade mengaku sepakat dengan ide yang disampaikan Syahrul.

”Saya sudah berembuk dengan teman-teman saya, tim saya, Pak ARB (Aburizal Bakrie, Red), saya mundur. Saya lebih muda daripada Pak Nov. Pak Nov 60, saya 50, masih ada banyak kesempatan bagi saya di masa mendatang. Saya dan tim akan mendukung Pak Novanto,” kata Ade. 

Pernyataan Ade itu disambut tepuk tangan para peserta munaslub. Nurdin pun memberikan pujian kepada Ade dan menyatakan Novanto sebagai ketua umum Partai Golkar untuk lanjutan periode 2014–2019. ”Ini adalah cerminan kebangkitan Partai Golkar,” ujar Nurdin.

Aburizal Bakrie, mantan ketua umum yang kini didapuk sebagai ketua Dewan Pembina (Wanbin) Partai Golkar, mengatakan bahwa tugasnya sebagai ketua wanbin saat ini lebih banyak dilakukan di belakang layar. Dia menjamin dengan posisinya saat ini tidak akan bersinggungan dengan Novanto selaku ketua umum.

”Percayalah, saya tidak akan menjadi matahari kembar. Kepercayaan saya, hanya ada boleh satu matahari dan matahari di Golkar adalah Saudara Novanto. Saya tentu akan memberikan nasihat. Bila diminta atau tidak diminta,” kata Ical, sapaan Aburizal.

Menurut Ical, dalam proses memilih ketua umum, pasti ada pihak yang merasa puas, tapi ada juga yang tidak. Dia meminta semua pihak menerima segala keputusan. ”Saya juga minta formatur memegang janjinya, dalam 15 hari akan diselesaikan kepengurusan,” tutur dia.

Penutupan Munaslub Partai Golkar 2016 kemarin dihadiri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Tjahjo dalam sambutannya berharap Golkar bisa mewujudkan kerja sama strategis, termasuk memaksimalkan fungsi partai dalam pemerintahan. Penutupan munaslub kemarin hanya dihadiri sebagian mantan bakal caketum seperti Mahyudin, Syahrul, dan Aziz. Mayoritas DPD Golkar yang meramaikan munaslub juga sudah pulang meninggalkan Bali. (bay/byu/c9/sof)

 

Berita Terkait