Islandia Silakan Tertawa

Islandia Silakan Tertawa

  Senin, 20 June 2016 09:30
Cristiano Ronaldo (kiri)

Berita Terkait

PARIS – Cristiano Ronaldo hanya bisa meringis. Tendangan penaltinya hanya mampu membentur tiang gawang sebelah kanan Robert Almer pada menit ke-78. Bukan hanya itu, lima menit jelang berakhirnya waktu normal bola heading-nya yang sudah masuk ke gawang tidak disahkan oleh wasit Nicola Rizzoli karena lebih dulu terjebak offside. 

Dan, sekali lagi Ronaldo tidak berhasil mengantarkan Portugal meraih kemenangan perdananya di Euro 2016. Sama seperti saat Ronaldo menertawakan Islandia, Minggu dini hari kemarin WIB (19/6) giliran Austria yang menertawakan pemain Real Madrid tersebut. Austria memaksakan hasil imbang 0-0 di Parc des Princes, Paris. 

''Ini bukan seperti yang saya inginkan,'' ucap kapten Portugal tersebut, sebagaimana dikutip dari Sky Sports. Opta mencatat, ini untuk kali pertamanya Ronaldo gagal menjalankan tugasnya menendang penalti dalam major tournament. Setidaknya sejak gol penaltinya ke gawang Iran dalam fase grup Piala Dunia 2006. 

Overall, kala membela Seleccao das Quinas – julukan Portugal – Ronaldo berhasil menuntaskan empat dari tujuh kali kesempatan menjadi eksekutor. ''Padahal, harusnya saya menjadikan gol itu untuk menandai imej saya sebagai pemain caps terbanyak di Portugal, sekaligus mengukuhkan diri saya pada papan top skor timnas,'' sesalnya. 

Ya, matchday kedua kemarin menjadi penampilan ke-128 pemain dengan inisial CR7 tersebut di Portugal sejak debut 2003 silam. Ronaldo melewati jumlah caps legenda Portugal Luis Figo. ''Rekor ini saya lewati dengan tidak indah. Kami banyak melewatkan peluang gol. Saya pun demikian. Saya gagal memanfaatkan beberapa peluang, termasuk penalti dan peluang lainnya,'' ungkapnya. 

Berdasarkan statistik Whoscored, akurasi tembakan pemain yang sudah mencetak 58 gol timnas itu hanya berkisar 30 persen. Sepuluh kali shots, hanya tiga yang on target. Akurasi terendah dibanding penggawa Portugal yang lain. Itu berbanding lurus dengan efektifitas serangan skuad asuhan Fernando Santos yang hanya 26 persen!

''Yah, inilah sepak bola. Yang kami butuhkan saat ini hanyalah melanjutkan fase grup ini dengan  penuh keyakinan,'' imbuhnya. Hanya keyakinan yang coba dikobarkan Ronaldo untuk laga pemungkas Grup F melawan Hungaria di Parc Olympique Lyonnais, Lyon, Rabu malam nanti WIB (22/6). Dalam papan klasemen sementara Grup F, Portugal masih terseok-seok di posisi ketiga. 

Dengan hasil dua kali imbang dalam dua laga pertama Grup F, finalis Euro 2004 itu mengoleksi dua poin. Terpaut dua angka dari Hungaria yang berada di puncak klasemen, dan kalah ganas mencetak gol dibandingkan Islandia yang bertengger di posisi kedua. Bisakah keyakinan Ronaldo itu melesatkan Portugal ke 16 Besar dengan tiket otomatis di tangan? 

Bisa, itu setidaknya kata statistik Portugal jika berlaga dalam major tournament di Prancis. Kali terakhir Portugal bermain di Prancis pada Euro 1984. Ada yang identik dari perjalanan Portugal di Euro 1984 dengan Euro 2016. Dua laga fase grup dilalui dengan hasil imbang, lalu lolos dari fase grup pasca memenangi laga ketiganya. 

Bagaimana tahun ini? Dalam pernyataannya seperti dikutip dari ESPN, Santos menyebut belum saatnya mencoret Portugal sebagai calon juara Euro 2016 ini. ''Okay saya akui melawan Islandia bukan laga terbaik kami. Hari ini (kemarin, Red) sebenarnya sudah bagus, hanya kami belum beruntung. Nah, di laga berikutnya kami akan lebih baik,'' tutur pelatih berusia 61 tahun tersebut. 

''Saya sudah katakan kepada para pemain, melawan Hungaria itu bagaikan final,'' tegas mantan pelatih timnas Yunani itu. Terkait dengan Ronaldo, pelatih dengan persentase menang 61,9 persen saat menangani Portugal itu tidak menyalahkan sang kapten di balik kegagalan Portugal. ''Tidak, saya tidak mau membicarakan Ronaldo, tolong ya,'' ucapnya menjawab pertanyaan media. 

Sebaliknya, Santos malah menyalahkan Ricardo Quaresma. Kenapa? Bermain di sayap kanan, Quaresma dianggap kurang mendukung duo tombak Portugal, Ronaldo dan Nani. ''Dalam pandangan saya, harusnya dia bermain lebih ke tengah (untuk jadi trio bersama Ronaldo dan Nani). Bukan malah terlalu ke pinggir,'' ulas Santos. Itulah mengapa Quaresma digantikan Joao Mario pada menit ke-71.

Terpisah, gelandang Austria David Alaba mengaku dirinya langsung mengumpat “F**k” saat Ronaldo gagal menendang penalti. ''Yang jelas kami sangat beruntung begitu Ronaldo tidak berhasil mengeksekusi penalti itu. Satu poin bukan hasil yang buruk, tinggal berikutnya bagaimana kami bisa mengalahkan Islandia,'' tutur pemain Bayern Muenchen itu. (ren)

Liputan Khusus: 

Berita Terkait