Irving Cs Bukannya Tanpa Celah

Irving Cs Bukannya Tanpa Celah

  Minggu, 31 July 2016 10:39
EKSIBISI: USA guard Kevin Durant (5) berdialog dengan rekan se timnya center DeMarcus Cousins (kiri) dan guard Kyrie Irving (kanan) pada laga eksibisi menghadapi China di Staples Center. Gary A. Vasquez-USA TODAY Sports

Berita Terkait

CHICAGO-Pernyataan head coach timnas basket Amerika Serikat (AS), Mike Krzyzewski, yang mengatakan anak asuhnya kurang serius dan terlalu banyak bermain-main di tiga pertandingan pertama eksibisi kembali tampak di eksibisi keempat kemarin. AS memang menang. Namun, poin mereka seret. AS membekap Venezuela hanya dengan skor 80-45 di United Center. 

Padahal, di tiga pertandingan pertama Kevin Durant dkk selalu menang dengan mencetak lebih dari 100 poin. Marginnya juga selalu tinggi. Di eksibisi pertama lawan Argentina mereka menang 111-74. Di eksibishi kedua mereka menaklukkan Tiongkok 106-57. Di eksibisi ketiga Tiongkok lagi-lagi ditumbangkan 107-57. Namun, di laga kemarin Durant dkk kesulitan menjebol ring lawan. Bahkan saat memasuki kuarter terakhir, kedua tim masih membuat persentase field goal begitu rendah. Yakni 27,9 persen (29-104).

Saat jeda first half, tercatat hanya satu pemain AS yang mampu mengemas double digit poin. Dia adalah point guard Kyrie Irving. Dia mengemas 11 poin. 

Di akhir pertandingan, pemain Cleveland Cavaliers itu juga masih menjadi pengemas poin terbanyak AS dengan 13 poin. Satu pemain lain yang juga mampu mencetak double digit angka hanya Klay Thompson. Dengan jumlah yang sama 13 poin.

Durant sendiri kemarin dimainkan 20 menit. Total dia hanya mengemas sembilan poin. Dia hanya menambahi tiga rebound dan satu assist. 

“Kami sudah bekerja begitu keras hari ini. Itu yang membuatku bahagia,” ucap coach K-sapaan akrab Krzyzewski dilansir Associated Press. “Jujur, sebagai pelatih, saya tidak mau tim ini bisa mencetak 17 tembakan tiga angka namun tidak menunjukkan kerja keras,” tambahnya.

Setelah mengalahkan Tiongkok Rabu lalu (27/7), coach K sempat menegur anak asuhnya yang tampak terlalu meremehkan lawan di lapangan. Seperti halnya aksi DeMar DeRozan. 

Di tengah laga dia melakukan 360 degree dunk. Aksinya itu digagalkan lawan. Bench AS meresponnya dengan terlalu heboh. Bahkan, Durant sampai dikenai technical foul oleh wasit saat itu. “Kami terlalu banyak bercanda malam ini. Kami harus menguranginya,” ucap coach K saat itu. 

Coach K semakin khawatir. Di laga lawan Tiongkok itu AS melakukan sampai 16 turnover. Padahal di laga pertama dan kedua mereka hanya membuat 12 dan 13 turnover. Kemarin sendiri saat bersua Venezuela mereka masih melakukan kesalahan cukup banyak dengan 13 turnover.

Coach K tidak mau mengambil risiko sedikitpun. Timnya harus sempurna di semua sisi. Dengan materi yang mereka miliki, capaian wajar bagi mereka di Olimpiade Rio adalah emas. Perak apalagi perunggu adalah hal yang memalukan bagi AS. (irr)

Berita Terkait