iPhone Tanpa Jack Audio, Bertahan Sampai Kapan?

iPhone Tanpa Jack Audio, Bertahan Sampai Kapan?

  Jumat, 16 September 2016 20:19

Berita Terkait

Rumor bahwa Apple akan menghilangkan headphone jack 3,5 mm pada iPhone 7 sudah muncul jauh sebelum ponsel pintar itu diumumkan, Selasa (7/9) lalu. Kabar itu terkonfirmasi ketika SVP Worldwide Marketing Apple Phil Schiller mempresentasikan ponsel barunya. Apple resmi membangkitkan lagi tren lawas.

OLEH Dhimas Ginanjar

PONSEL  tanpa jack audio, dan mengintegrasikannya dengan charging port sebenarnya bukan hal baru. Beberapa pabrikan terkenal di Indonesia, seperti Sony, dan Motorola pernah menggunakan pola itu. Saat Motorola meluncurkan ponsel lipat tertipis di dunia pada 2004, yakni RAZR V3 hanya ada port mini USB.

Sama dengan iPhone 7, untuk menggunakan headphone harus berbagi dengan lubang charger. Jadi, tidak bisa digunakan bareng ketika ingin mendengarkan music dan nge-charge. Pola itu terus bertahan sampai seri V3 berikutnya. Selain itu, beberapa edisi ponsel musik Motorola ROKR juga tanpa headphone jack.

Sony ketika masih akur dengan Ericsson, mengeluarkan ponsel dengan colokan desain sendiri. Di era yang sama, hampir seluruh ponsel Sony Ericsson  termasuk seri Walkman memiliki port charging memanjang. Selain menyertakan headset khusus untuk colokan itu, mereka juga meyediakan adapter.

Fungsinya sama dengan yang ada dalam paket penjualan iPhone 7 sekarang. Untuk menyabungkan headset yang dijual di pasaran dengan ponsel. Selain dua brand itu, HTC yang dipertengahan 2000 produknya dijual dengan berbagai merk dan operator seperti Dopod, O2, I-Mate, sampai T-Mobile juga seperti itu.  

Ponsel era Personal Digital Assistant (PDA) itu hanya dilengkapi port charging berbentuk mini USB. Banyaknya ponsel yang tidak menyediakan headphone jack 3,5 mm, membuat banyak pedagang menjual adaptornya. Jika pabrikan tidak menyertakan, saat itu bisa membeli dengan harga Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu.

Namun, sistem itu tidak bertahan lebih dari 10 tahun. Sebab, setahun menjelang 2010 ketika sistem operasi Android makin ramai dibenamkan sebagai sistem operasi ponsel, headphone jack 3,5 mm seolah menjadi fitur wajib. Sony Ericsson yang mengeluarkan seri Xperia menyediakan colokan itu. Begitu juga dengan HTC, dan Motorola.

***

Saat rumor iPhone 7 tanpa headphone jack 3,5 mm, saya sempat berpikir bahwa Apple menyediakan Earpods wireless dalam paket penjualan. Ternyata tidak, perusahaan yang bermarkas di Cupertino, California itu justru mengeluarkan Airpods yang harganya mencapai Rp 2 juta.

Sedangkan Earpods, tetap dimasukkan dalam box iPhone 7 tetapi dengan desain baru. Colokannya tidak lagi menggunakan 3,5 mm tetapi lighting alias bentuk yang sama untuk nge-charge. Di era baterai ponsel yang cepat habis, tentunya menjengkelkan kalau tidak bisa mendengarkan musik sambil ngecas.

Meski banyak yang bilang tidak baik mengisi ulang sambil mengaktifkan ponsel, toh buktinya banyak yang melakukan itu. Mungkin tidak untuk mendengarkan musik saja, tapi aktifitas lain seperti bermain game atau bekerja. Tidak adanya fitur wireless charging benar-benar membuat pengguna harus bergantian menggunakan colokan lighting di ponsel.

Sejak iPhone 7 resmi diumumkan, banyak yang memprediksi bahwa langkah Apple saat ini masuk dalam tes pasar. Sebab, ada dugaan iPhone 8 yang dikeluarkan untuk memperingati 10 tahun iPhone akan memiliki banyak perubahan besar. Tidak seperti sekarang yang masih lekat cita rasa iPhone 6.

Jika pola berbagi colokan lighting untuk headphone dan charger menyulitkan pengguna, bukan tidak mungkin Apple mereview keputusannya. Entah bagaimana bentuknya kalau diganti, yang jelas tanpa headphone jack 3,5 mm membuat ponsel pintar itu terlihat lebih tipis walau ukuranya sebenarnya sama dengan iPhone 6s.

Lantas, berapa lama Apple akan menghilangkan headphone jack 3,5 mm? jika tidak ada perubahan dalam ukuran body iPhone, sebenarnya Apple bisa saja tetap menyediakan lubang colokan itu. Jika di iPhone selanjutnya tetap seperti ini, tambahan fitur wireless charging tentu sangat membantu.

Yang jelas, rasanya sulit mengharapkan Apple mengembalikan headphone jack pada iPhone 8 atau apapun namanya pada 2018 nanti. Sebab, terkait dengan citra perusahan. Daripada disebut plin-plan lebih baik mempertahankan tanpa headphone jack tapi Earpods yang diberi sentuhan.

Jika ponsel-ponsel 10 tahun yang lalu tanpa headphone jack 3,5 mm tetapi tidak bertahan sampai sekarang, bisa jadi tidak demikian dengan iPhone. Sebab, ada kekuatan brand Apple yang membuatnya bisa bertahan ketika tampil beda. Ekslusifnya iOS, dan kuatnya merk membuat iPhone selalu punya pembeli.

Jadi, ada harapan bagi Apple untuk terus mempertahankan tanpa headphone jack. Tinggal bagaimana meyakinkan konsumen bahwa cara itu bisa menikmati iPhone dengan cara yang lebih baik. Begitu juga dengan konsumen, jika yakin Apple memberikan produk terbaik, tinggal membiasakan diri.

***

Bukan tidak mungkin, popularitas Apple ikut mendongkrak kembali tren lawas tanpa headphone jack 3,5 mm. Di era ponsel modern saat ini, Apple juga bukan yang pertama untuk menghilangkan soket itu. Tercatat, Motorola Z yang meluncur pada Juni lalu sudah menggantinya dengan adaptor USB tipe C.         

Begitu juga dengan pabrikan ponsel asal Tiongkok, LeEco. Ponsel barunya, Le Max2 yang rilis April menyertakan adaptor bagi pengguna headphone 3,5 mm. Malah, Samsung lewat Galaxy S8 juga disebut-sebut mau kembali ke trend lama tanpa headphone jack dan menggantinya lewat USB tipe C.

Jika tren itu muncul kembali, menarik untuk dilihat perkembangan teknologi headset. Sebab, masih banyak produsen headset terbaik yang membuat perangkatnya dengan soket itu. Itulah kenapa, tidak berlebihan kalau 2016 menjadi pintu masuk era baru bagi industri headset juga.

*) Penulis Wartawan Jawa Pos, pengguna dan penyuka teknologi

Berita Terkait