IPDKH Bantu Korban Banjir Tosoing

IPDKH Bantu Korban Banjir Tosoing

  Senin, 4 July 2016 09:55
BERI BANTUAN: Pengurus IPDKH di Pontianak, Edoardus, menyerahkan bantuan hasil penggalangan mreka di Kota Pontianak, untuk diserahkan ke perwakilan warga korban bencana Desa Tanjung Lokang di Putussibau, Sabtu (2/7) lalu. MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Bantuan kepada korban banjir yang disertai longsor di Dusun Tosoing Loing, Desa Tanjung Lokang, Kecamatan Putussibau Selatan, terus mengalir. Setelah sebelumnya bantuan dari Pemkab dan Polres Kapuas Hulu, maka Sabtu (2/7) sore di Putussibau, giliran Ikatan Pemuda Dayak Kapuas Hulu (IPDKH) di Pontianak yang menyerahkan bantuan yang telah mereka himpun kepada korban banjir di sana.

Edoardus, wakil Ketua IPDKH, mengatakan, di Pontianak mereka telah membuka Posko Kemanusiaan di Rumah Betang Jalan Sutoyo. Posko tersebut dibuka mereka sepanjang 23 – 27 Juni. Hasil penggalangan dana itulah yang disalurkan mereka kepada warga yang terkena musibah. “Mendengar kabar ada bencana di Hulu Kapuas, kami langsung menggalang bantuan, melibatkan anggota IPDKH,” ungkap dia di Putussibau.

Dikatakannya, anggota IPDKH dan simpatisan, seperti bujang dan dara, mengadakan penggalangan bantuan. Selain di Rumah Radakng, kegiatan serupa juga digelar mereka di Bundaran Digulis Untan pada 24 Juni. Semua bantuan yang berhasil mereka himpun di Kota Pontianak, selama beberapa hari. Oleh pengurus IPDKH langsung diserahkan pada Dedi dan Alex, warga Desa Tanjung Lokang di Putussibau.

Dijelaskan Edoardus, dari penggalangan bantuan itu, mereka berhasil mengumpulkan uang tunai senilai Rp2.760.000. Untuk material, mereka juga mengumpulkan berupa barang kebutuhan pokok yang terkumpul di Posko Kemanusiaan. Bantuan-bantuan yang dimaksud berupa pakaian layak pakai sebanyak 3 dus besar, gula seberat 35 kilogram, kopi dalam lima bungkus besar, 2 dus selimut, 3 dus mi instan, minyak goreng, serta ikan sarden dalam kemasan. “Uang yang kami dapat, ada digunakan untuk beli BBM 350 liter,” terangnya.

Selain masyarakat umum, jelasnya lagi, ada juga penyumbang dari kalangan seperti PNS, legislatif, dan pihak-pihak lain. Edo berharap agar bantuan yang diberikan mereka ini bisa meringankan beban warga Desa Tanjung Lokang, yang saat ini kehilangan harta benda mereka karena bencana. “Kepada donatur kami mengucapkan terima kasih, karena sudah bersedia memberi bantuan,” katanya.

Edoardus berharap masyarakat Desa Tanjung Lokang tetap bersabar, dan mengambil hikmah atas bencana yang telah memporakporandakan daerah yang berbatasan dengan Kaltim tersebut. “Manusia adalah bagian dari alam, jika kita menyakiti alam, maka alam juga akan menyakiti manusia,” gugah Edo.

Dia yakin, jika semua unsur membantu masyarakat Tanjung Lokang, maka beban masyarakat di sana bisa ringan. Dia menyayangkan, belum semuanya pemuda Kapuas Hulu tergerak untuk membantu sesama yang tengah memerlukan bantuan. Dia berharap para guru bisa memberikan kepada  siswanya sedikit pelatihan, untuk membangun jiwa sosial atau kepedulian terhadap sesama. “Yang kami lihat pada saat ini siswa maupun muda-mudi kurang peka terhadap bencana yang terjadi di Desa Tanjung Lokang,” tandasnya. “Minggu (3/6) kami turun langsung membawa bantuan ke Tanjung Lokang,” timpal Edo.

Di kesempatan yang sama, Dedi, warga Tanjung Lokang yang mewakili korban, mengapresiasi atas kepedulian IPDKH di Pontianak, yang rela mengorbankan tenaga dan waktu, menggalang bantuan, hingga mendistribusikan ke Putussibau. “Kami berterima kasih kepada IPDKH yang telah peduli kepada kami,” ungkapnya.(aan)

Berita Terkait