Investor Taiwan Tertarik Investasi di Bali dan Lombok

Investor Taiwan Tertarik Investasi di Bali dan Lombok

  Sabtu, 9 April 2016 19:57
www.cnnindonesia.com

Berita Terkait

DENPASAR -- Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan Bali dan Lombok makin seksi bagi investor mancanegara, yang tertarik menanamkan uangnya di sektor perhotelan.

"Jaringan hotel asal Taiwan sedang mengkaji potensi bisnis di Bali dan Lombok," ujar Sibarani, tanpa menyebut nama jaringan hotel itu. "Mereka berminat mendirikan hotel di kawasan wisata pantai di Bali dan Lombok."

Menurut Sibarani, alasan investor asal Taiwan adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup tinggi. Khusus di Bali dan Lombok, semua hotel -- mulai dari bintang tiga sampai lima -- memiliki pasar yang terus berkembang.

"Trend kunjungan wisatawan ke Bali dan Lombok naik terus. Permintaan akan kamar hotel tinggi, dan pasar masih terbuka luas," demikian Sibarani.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya merespon kabar ini dengan mengatakan; "Investor mancanegara melihat prospek industri pariwisata ke depan. Indonesia membuktikan komitmen serius untuk mengembangkan industri pariwisata."

Senada dengan Menpar Arief Yahya, Hiramsyah Sambudhy Thaib -- ketua Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan 10 Top Destinasi -- mengatakan saat ini Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika telah menyiapkan 66 hektar lahan bagi investor perhotelan dan amenitas lainnya.

Sejumlah investor besar; Clubmed Hotel, Pullman, Marriot, Intercontinental, Royal Tulip, dan Time Share Villa Resrot, telah masuk dan mengkavling tanah.**

Berita Terkait