Investor Diving Thailand Tergiur Tanam Modal di Indonesia

Investor Diving Thailand Tergiur Tanam Modal di Indonesia

  Sabtu, 14 May 2016 12:11

Berita Terkait

SEJUMLAH investor Thailand menyatakan tertarik menanamkan modal di sektor usaha dividing Indonesia.
I Gde Pitana, Deputi I Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, mengatakan ketertarika itu disampaikan investor Thailand selama sales mission bertema Enchanting Under Water Indonesia, 11-13 Mei 2016 di Bangkok.
"Ada delapan usaha wisata dalam negeri yang memberikan testimoni mengenai prospek usaha selam di Indonesia," kata Pitana. "Beberapa dari 31 pengusaha Thailand yang hadir ada acara itu menyatakan tertarik investasi."
Menurut Pitana, itu tidak aneh. Spot diving di Indonesia nyaris tak pernah sepi wisman. Saat libur panjang akhir pekan lalu, misalnya, 25 spot menyelam di Kepulauan Banda; Sonegat, Pulau Keraka, Pulau Syahrir Batu Kapal, Pulau Hatta, dan Pulau Ai, dipenuhi penyelam.
Situasi serupa terjadi di 20 titik penyelaman di Bunaken, Taman Nasional Wakatobi, 88 spot menyelam di Selat Lembeh, Sulawesi Utara, dan tiga spot di Pulau Weh, Aceh.
Keramaian juga terlihat di titik selam Labuan Bajo, Pulau Komodo, dan Pulau Rinci, Nusa Tenggara Timur (NTT), 50 spot selam Laut Alor, 28 spot selam Derawan, dan spot diving Teluk Cendrawasih dan Raja Ampat.
"Yang juga menarik investor adalah gerombolan hiu kepala martil di Laut Banda," kata Pitana.
Menurut Pitana, kini investor Thailand dan pengusaha Indonesia sedang membahas pola kerjasama. Pembahasan difasilitasi Kemenpar dan Kedubes RI di Bangkok.
"Ada kerjasama pemasaran bersama. Pengusaha Thailand memasarkan spot diving Indonesia ke wisman yang berkunjung ke Negeri Gajah Putih," ujar Pitana. "Ada pula kerjasama dalam bentuk lain."**

Berita Terkait