Investasi Tanah Kavling Tetap Menjanjikan

Investasi Tanah Kavling Tetap Menjanjikan

  Kamis, 30 June 2016 09:05
SURVEI LAHAN: Tim survei Kahfi Land saat cek lokasi tanah kaplingan bersama calon pembeli. Cek lokasi ini untuk meyakinkan pembeli akan status dan potensi tanah. ISTIMEWA

Berita Terkait

 
Salah satu bisnis properti yang layak dicoba ialah bisnis tanah kavling atau biasanya disebut dengan tanah kaplingan. Tanah yang juga masuk ke dalam bagian bisnis properti juga memberikan kesempatan bagi para pengusaha yang ingin memulai bisnis properti sesegera mungkin.

MIFTAHUL KHAIR, Pontianak

TAK banyak yang berani memasuki bisnis ini lantaran risikonya yang terbilang besar. Bisnis tanah kavling membutuhkan modal mapan dari para pengusahanya dan tentunya kehati-hatian.

Taraqi properti, salah satu perusahaan tanah kavling di Pontianak yang sudah cukup lama bermain dunia ini. Berjalan enam tahun, perusahaan itu sudah dapat berjalan dengan stabil di tengah angin ribut menjalankan bisnis ini. “Bisnis tanah kavlingan tidak besar risikonya jika kita benar-benar dan menjalankannya dengan berhati-hati. Asal tidak buru-buru,” kata Syahbilal Muhtadin (31), saat dihubungi Pontianak Post.

Juga dikenal dengan produk browniesnya, diakui Bilal, panggilan karibnya, Taraqi Properti dimulai dengan fokus di dunia broker agent. “Jasa jual, beli dan sewa properti,” katanya. Berjalan lima tahun di bisnis itu, perusahaannya berubah fokus ke arah tanah kavling sejak 2015 lalu. “Selain broker agent kami juga menjalankan bisnis jasa bangun properti dan bagi bangun ruko,” tambahnya lagi.

Bisnis tanah kavling ini menurutnya sangat menjanjikan. Seseorang yang tertarik dalam bisnis ini dapat menggunakan tanah tersebut sebagai investasi atau langsung diperjual belikan ke beberapa pihak. Menurut Bilal, bisnis tanah nilainya akan terus naik. “Semakin lama semakin naik. Nilai tanah hanya akan turun jika terjadi bencana alam atau dalam kondisi perang saja,” katanya yakin.

Apalagi jika membicarakan profit. Sebagai pengusaha kavling tanah tentunya bisnis ini menjanjikan profit yang sangat bagus. Ditambah jika sang pengusaha mendapatkan tanah global dengan harga murah lalu dari situ tanah tersebut dikaplingkan dan dijual. Keuntungan pun akan bertambah.

Memang, perputaran uang di dalam bisnis ini tergantung seberapa cepat atau tidaknya sang pengusaha memasarkan tanah kavling itu. Tidak lupa juga sistem penjualan yang mempengaruhi perputaran uang itu. Misalkan saja sebuah perusahan memberikan pilihan sistem kredit pada penjualannya, tentunya akan butuh waktu lebih banyak untuk mendapatkan perputaran uang.

Akan tetapi, dalam menjalankan usahanya, Taraqi Properti berkomitmen untuk menjalankan sistem cash atau kontan.Bilal menjelaskan, dalam menjalankan bisnisnya, ia meyakini satu hal, yakni maut ada di tangan tuhan. Jika saja salah satu pihak meninggal dunia, baik dari penjual ataupun pembeli, akan sangat berbelit pengurusannya jika menggunakan sistem kredit.

“Oleh karena itu kami lebih memilih cash saja. Tanah kavling yg kami jual pun semuanya sudah siap. Sudah dipecah. Tinggal ke notaries dan langsung proses balik nama. Jadi tidak banyak cerita,” jelasnya.

Banyak ditemukan di lapangan, di mana pembeli yang sudah membayar kontan belum lagi dilayani proses balik nama surat tanah. Padahal sudah berbulan-bulan lamanya. “Bahkan ada penjual yang kabur,” ucapnya.

Ia menyarankan, bagi para pembeli untuk tidak begitu saja mengeluarkan uang atau membayar kontan sebelum adanya penandatangan Akta Jual Beli (AJB) di depan notaris. Kalau hanya sekedar uang muka, silahkan. Cukup uang muka seadanya saja, seraya membuat kepastian kapan AJB akan dibuat. “Miris sekali banyak pembeli yang berniat investasi malah pusing dananya gak jelas kemana,” katanya prihatin.

Dari segi pemasaran, ia mengatakan, Taraqi Properti tentunya memiliki tim penjualan sendiri. ”Kami juga memanfaatkan sistem pemasaran online,” tuturnya. Dalam sebulan, penjualan tidak pernah menentu. “Apabila sedang ramai, ya akan ramai. kalau lagi kosong, bisa kosong dalam sebulan. Apalagi Bulan Ramadan seperti ini,” katanya.

Pangsa pasar tanah kavling sangatlah bagus. “Bahkan yang membeli tanah di sini bukan hanya dari Pontianak saja tapi banyak juga yang dari luar kalimantan. Karena bagi mereka tanah kita di sini sangat murah bila dibandingkanharga tanah tempat mereka,” katanya.

Perusahaan lainnya yang juga menjalankan bisnis tanah kavling ialah Graha Kavling. didirikan sejak 2013 lalu, kini perusahaan ini telah menjadi pusat investasi tanah kavling terpercaya. Khairul Imam (22), pemilik perusahaan ini meyakini hal tersebut dengan melihat dari cepatnya penjualan tanah kavling.

Investor (pembeli tanah kavling) nya kebanyakan dari daerah kota Pontianak dan sebagian dari luar Pontianak. Mulai dari daerah Kalbar seperti Singkawang, landak, Kapuas hulu dan daerah lainnya hingga ke luar Kalbar seperti, Jakarta, Jogja, Klaten, Bogor, Banjarmasin dan lainnya. “Bahkan ada juga dari luar negeri,” kata Khairul, Rabu (30/6) kemarin.

Ia tertarik melakoni bisnis ini karena usaha ini memiliki banyak sekali kelebihan. Ia lebih memilih bisnis tanah kavling salah satunya karena harga tanah selalu naik setiap tahunnya. Tidak perlu biaya perawatan. Kalau pun ada, dananya sangat kecil dan investasi tanah relatif mudah jika dilihat dari proses mengurusnya, seorang pengusaha hanya perlu mengurus sertifikat. Proses balik nama biasanya sudah diurus oleh agen penjualan.

Khairul menuturkan, kendala yang dihadapi selama ini mungkin samahalnya dengan yang sering dihadapi oleh developer property lainnya, yakni dalam pengurusan surat menyurat tanah kavling. Terkadang, lembaga yang bersangkutan sering terlambat mengeluarkan surat tersebut. “Dan kadang telatnya tidak main-main. bisa sampai berbulan-bulan,” keluhnya.

Berjalan tiga tahun, perbulannya ia bisa melakukan penjualan hingga 50 Kavling. Sebagian besar investornya berasal dari kalangan PNS dan Karyawan ada juga kalangan TNI dan anggota polri.

Ditanya mengenai persaingan bisnis dengan perusahaanlain, menurutnya persaingan dalam berbisnis itu merupakan hal biasa. Semuanya tergantung bagaimana strategi perusahaan menghadapinya. “Graha Kavling punya tim yang solid yang selalu bekerja dengan baik membuat strategi marketing jitu,” katanya.

Jika dibandingkan dengan perusahaan lain, jika perusahaannya mengembangkan sebuah lokasi, maka perusahaannya akan fokus hanya di lokasi itu sehingga investor puas dengan pengembangan lokasi tersebut.(*)

Berita Terkait