Investasi Tanah Kavling Lebih Menjanjikan

Investasi Tanah Kavling Lebih Menjanjikan

  Jumat, 6 January 2017 09:15
ILUSTRASI INT DOK

Berita Terkait

Pengusaha Muda Berbisnis Properti

Salah satu bisnis properti yang layak dicoba ialah bisnis tanah kavling atau biasanya disebut dengan tanah kaplingan. Tanah yang juga masuk ke dalam bagian bisnis properti juga memberikan kesempatan bagi para pengusaha yang ingin memulai bisnis properti sesegera mungkin.

MIFTAHUL KHAIR, Pontianak

TAK banyak yang berani memasuki bisnis ini lantaran risikonya yang terbilang besar. Bisnis tanah kavling membutuhkan modal mapan dari para pengusahanya dan tentunya kehati-hatian.

Taraqi properti, salah satu perusahaan tanah kavling di Pontianak yang sudah cukup lama bermain dunia ini. Berjalan enam tahun, perusahaan itu sudah dapat berjalan dengan stabil di tengah angin ribut menjalankan bisnis ini. “Bisnis tanah kavlingan tidak besar risikonya jika kita benar-benar dan menjalankannya dengan berhati-hati. Asal tidak buru-buru,” kata Syahbilal Muhtadin (31), saat dihubungi Pontianak Post.

Juga dikenal dengan produk browniesnya, diakui Bilal, panggilan karibnya, Taraqi Properti dimulai dengan fokus di dunia broker agent. “Jasa jual, beli dan sewa properti,” katanya. Berjalan lima tahun di bisnis itu, perusahaannya berubah fokus ke arah tanah kavling sejak 2015 lalu. “Selain broker agen kami juga menjalankan bisnis jasa bangun properti dan bagi bangun ruko,” tambahnya lagi.

Bisnis tanah kavling ini menurutnya sangat menjanjikan. Seseorang yang tertarik dalam bisnis ini dapat menggunakan tanah tersebut sebagai investasi atau langsung diperjualbelikan ke beberapa pihak. Menurut Bilal, bisnis tanah nilainya akan terus naik. “Semakin lama semakin naik. Nilai tanah hanya akan turun jika terjadi bencana alam atau dalam kondisi perang saja,” katanya yakin.

Apalagi jika membicarakan profit. Sebagai pengusaha kavling tanah tentunya bisnis ini menjanjikan profit yang sangat bagus. Ditambah jika sang pengusaha mendapatkan tanah global dengan harga murah lalu dari situ tanah tersebut dikaplingkan dan dijual. Keuntungan pun akan bertambah.

Memang, perputaran uang di dalam bisnis ini tergantung seberapa cepat atau tidaknya sang pengusaha memasarkan tanah kavling itu. Tidak lupa juga sistem penjualan yang mempengaruhi perputaran uang itu. Misalkan saja sebuah perusahan memberikan pilihan sistem kredit pada penjualannya, tentunya akan butuh waktu lebih banyak untuk mendapatkan perputaran uang.

Akan tetapi, dalam menjalankan usahanya, Taraqi Properti berkomitmen untuk menjalankan sistem cash atau kontan.Bilal menjelaskan, dalam menjalankan bisnisnya, ia meyakini satu hal, yakni maut ada di tangan tuhan. Jika saja salah satu pihak meninggal dunia, baik dari penjual ataupun pembeli, akan sangat berbelit pengurusannya jika menggunakan sistem kredit. 

“Oleh karena itu kami lebih memilih cash saja. Tanah kavling yg kami jual pun semuanya sudah siap. Sudah dipecah. Tinggal ke notaries dan langsung proses balik nama. Jadi tidak banyak cerita,” jelasnya.

Banyak ditemukan di lapangan, di mana pembeli yang sudah membayar kontan belum lagi dilayani proses balik nama surat tanah. Padahal sudah berbulan-bulan lamanya. “Bahkan ada penjual yang kabur,” ucapnya.

Ia menyarankan, bagi para pembeli untuk tidak begitu saja mengeluarkan uang atau membayar kontan sebelum adanya penandatangan Akta Jual Beli (AJB) di depan notaris. Kalau hanya sekedar uang muka, silahkan. Cukup uang muka seadanya saja, seraya membuat kepastian kapan AJB akan dibuat. “Miris sekali banyak pembeli yang berniat investasi malah pusing dananya gak jelas kemana,” katanya prihatin.

Dari segi pemasaran, ia mengatakan, Taraqi Properti tentunya memiliki tim penjualan sendiri. ”Kami juga memanfaatkan sistem pemasaran online,” tuturnya. Dalam sebulan, penjualan tidak pernah menentu. “Apabila sedang ramai, ya akan ramai. kalau lagi kosong, bisa kosong dalam sebulan. Apalagi Bulan Ramadan seperti ini,” katanya.

Pangsa pasar tanah kavling sangatlah bagus. “Bahkan yang membeli tanah di sini bukan hanya dari Pontianak saja tapi banyak juga yang dari luar kalimantan. Karena bagi mereka tanah kita di sini sangat murah bila dibandingkanharga tanah tempat mereka,” katanya.

Perusahaan Tanak Kavling lainnya, Kahfi Land, menjalankan bisnis properti khususnya tanah kavling sejak 2014. “Awalnya saya memang gemar dunia online, jadi belajar memasarkan sesuatu via online. Akhirnya berawal dari coba-coba bantu memasarkan tanah punya ayahnya teman, dan ternyata diluar dugaan kita waktu dahulu kita bisa pasarkan hingga 10 sampai 20 kavling perbulan,” kata Kiki Supardi, Manajer Operasional Kahfi Land Properti.

Karena kalau via online, seorang pengusaha tidak seperti pemasaran offline yang harus menggunakan budget atau dana promosi yang besar. Alhasil dirinya pun dibuat kaget. Masyarakat dapat mengetahui profil pengusaha dengan inisiatifnya sendiri. “Ini membuktikan marketnya Online besar sekali,” katanya yakin.

Tantangan yang ditemukannya ada di sekitar persoalan legalitas saja. kecepatan pelayanan publik di Badan Pertanahan Nasional(BPN) tidaklah secepat dirinya berjualan. Dengan begitu, ia pun menawarkan opsi kredit pada pelanggannya sambil menunggu proses surat menyurat.

Ia tertarik menjalankan bisnis ini berawal dari niatan untuk mempermudah pemilik tanah. “Nah dari segi peluang saat ini kebutuhan properti sudah menjadi kebutuhan pokok yang harus dimiliki setiap orang. Manusia tidak lagi hanya membutuhkan pakaian dan makanan untuk dapat bertahan hidup,” jelasnya.

Walaupun menjalankan bisnis dengan cara online, usaha ini juga tetap membutuhkan kantor yang jelas. Untuk itu pembangunan rumah semakin bertambah setiap harinya sedangkan lahan yang dibutuhkan semakin sempit.

Hanya saja tidak semua orang bisa beli rumah dengan harga yang ditawarkan saat ini. Ia berkeyakinan, Kahfi Land hadir dengan harapan dapat menjadi solusi investasi bagi masyarakat untuk memberikan kemudahan masyarakat yang ingin memiliki tanah. “Baik itu untuk langsung bangun rumah atau hanya sekedar investasi. Yang belum cukup uang untuk beli rumah, beli aja dulu tanahnya, baru bangun rumahnya,” ucapnya.

Perusahaan miliknya ini diakuinya fokus berjualan via online. Konsumennya pun berasal dari sejumlah daerah di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Batam hingga Papua. Bahkan beberapa orang Indonesia yang ada di luar negeri seperti Malaysia, Arab Saudi, Jepang, Qatar dan Hongkong juga ada berinvestasi lewat perusahaannya berkat internet marketing yang dijalankannya. (*)

Berita Terkait