Inventarisir Kerajaan Usai Festival Keraton X di Pangkalan Bun

Inventarisir Kerajaan Usai Festival Keraton X di Pangkalan Bun

  Sabtu, 15 Oktober 2016 09:35

Berita Terkait

ISTIMEWA/PONTIANAKPOST

MEGAH: Masjid Jami’ Al Taqwa yang didirikan 1775 di dusun Parit, Desa Dalam, kecamatan Selimbau, kabupaten Kapuas Hulu. Bukti sejarah kerajaan Selimbau Darussalam.

 

Bupati Kapuas Hulu A.M Nasir yang ikut menghadiri acara ini dan mengikuti welcome dinner di Istana Kuning, Pangkalan Bun menjadi terkesima dengan keakbaran raja dan kesultanan tempo dulu. Khususnya, kerajaan-kerajaan yang berada di Kalbar, terlebih di kabupaten Kapuas Hulu.

Tak bisa ditampik,  menurut AM Nasir, raja-raja dan sultan terdahulu memiliki peranan besar dalam berjuang dan mempertahankan daerahnya yang diduduki penjajah.

Oleh karena itu, generasi penerus bangsa ini harus menghargai sejarah. Salah satucaranya adalah menginventarisis sejarah kerajaan di daerah masing-masing termasuk kerajaan-kerajaan di Kabupaten Kapuas Hulu ini.

Nasir mengatakan, ketika membaca sejarah terdapat hal-hal unik dan menarik, apalagi di Kapuas Hulu terdapat sejumlah kerajaan salah satunya Kerajaan Bunut, Kerajaan Selimbau, Kerajaan Piasak, kerajaan Silat dan lainnya, beberapa kerajaan lainnya yang tersebar di beberapa kecamatan.

Dia menilai, banyak generasi sekarang yang lupa bagaimana proses berdirinya sebuah daerah.Sehingga rasamenghargai sebuahdaerah sangat minim dan cendrung cuek.

Politisi PPP ini mengaku dirinya sangat senang setelah membaca sejarah karena sangat menarik, unik dan klasik.

“Sejarah kerajaan di Kapuas Hulu harus digali kembali, kemudian hidupkan lagi, untuk memotivasi generasi muda di Kapuas Hulu,” pintanya.

Ia mencontohkan catatan sejarah menyatakan bahwa Kerajaan Nanga Bunut merupakan kerajaan yang terletak disimpang muara Sungai Kapuas ini.

Yang merupakan penghubung antara kecamatan-kecamatan, ibu kota, serta kabupaten di Provinsi Kalbar. Dikatakannya, sejarah kerajaan-kerajaan di Kapuas Hulu sudah ada yang dibukukan. Hanya saja dia melihat belum banyak yang mengetahuinya. Untuk itu, kedepan Nasir berkomitmen akan menginventarisir sejarah kerajaan-kerajaan diKapuas Hulu dan proses berdirinya hingga berakhirnya.

Bupati Kapuas Hulu dua priode ini mengatakan, komitmennya perlu didukung seluruh masyarakat, terutama yang memiliki garis keturunan raja. Sehingga dalam proses inventarisirnya mudah.

“Kami akan inventarisir, saya panggil keturunan raja-raja, untuk menceritakan proses berdirinya kerajaan yang ada di kapuas Hulu ini, seperti kerajaan Piasak, Selimbau, Bunut, Silat dan lainnya,” ungkap dia.

Petikan Kerajaan

Dikutip dari wikipedia, disebutkan Kerajaan Selimbau adalah sebuah kerajaan yang terletak di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Kerajaan Selimbau merupakan kerajaan tertua di Kalimantan Barat dan mempunyai susunan pemerintahan yang lengkap. Kerajaan Selimbau dahulu bernama Kerajaan Pelembang, didirikan oleh Sri Paduka Maharaja Bindu Mahkota terletak sekitar 2 km dari kota Selimbau.

Kerajaan Selimbau memulai perjanjian dengan Belanda pada tahun 1823 dengan wilayah jajahannya meliputi sebelah timur hulu, kerajaan Silat hingga mencapai Hulu Kapuas.] Selanjutnya kerajaan memperluas ekspansi ke arah utara berbatasan dengan Serawak, Malaysia Timur. Peperangan demi peperangan berlangsung hampir tiap tahun dalam mempertahankan kedaulatan wilayah kerajaan. Pada tahun 1886 wilayah taklukan Kerajaan Selimbau mencapai 20,33% luas Kalimantan Barat.

 

Nanga Bunut

Kerajaan Nanga Bunut merupakan kerajaan yang terletak di persimpangan muara Sungai Kapuas yang merupakan penghubung antara kecamatan-kecamatan, ibu kota, serta kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat. Kerajaan Nanga Bunut berdiri 29 Januari 1877 dengan surat asisten residen Sintang nomor 91 tahun 1877 yang menyatakan Negeri Nanga Bunut telah berdiri selama 64 tahun. Dan pada tahun 1909 dikuasai dan diletakkan di bawah kekuasaan Hindia Belanda.

 

Piasak

Kerajaan Piasak telah didirikan oleh Kiyai Adipati Riyang dan sekaligus sebagai raja pertama mendapat gelaran kebangsawanan yaitu Pangeran Arak Berigang. Pemerintahan Pangeran Arak Berigang didampingi oleh seorang menteri yaitu Mangkubumi Kiyai Adipati Turan. Sejak saat itu Kerajaan Piasak sampai berakhirnya masa pemerintahan kerajaan, telah menjalin hubungan persaudaraan / ikatan kekerabatan antara lain kerajaan Bunut dan kerajaan Selimbau. Pada 24 Mei 1916, Negara piasak atau kerajaan piasak dipadamkan oleh pemerintah kolonial Belanda. (sumber lain)

Berita Terkait