Intruksikan Tembak di Tempat untuk Bandar Narkoba

Intruksikan Tembak di Tempat untuk Bandar Narkoba

  Jumat, 14 Oktober 2016 08:23

Berita Terkait

PONTIANAK- Kapolda Kalbar Irjen Pol Musyafak menginstruksikan kepada para Perwira Reserse Narkoba untuk bertindak tegas dan keras namun terukur terhadap Bandar Narkoba, karena dampak yang ditimbulkan oleh para Bandar Narkoba ini akan merusak generasi muda.

Instruksi ini disampaikan Kapolda pada acara coffee morning di depan para perwira Reserse Narkoba Kamis (13/10) siang.

Sesuai dengan konvesi Havana Cuba tanggal 27 Desember 1979, yang disepakati oleh polisi dunia, bersepakat bahwa aparat penegak hukum bisa menggunakan tindakan kekerasan dengan menggunakan senjata api apabila untuk mencegah kejahatan yang lebih besar, untuk melindungi harta benda dan Jiwa raga masyarakat atau petugas, dikawatirkan pelaku melarikan diri dan cara lain yang sudah ekstrim dilakukan namun tidak mampu mencegahnya.

Namun yang jelas penggunaan senjata api harus terukur dan untuk melumpuhkan  bukan membunuh.

"Oleh karenanya Kapolda meminta maaf kepada masyarakat, jika nanti ada Bandar Narkoba yang ditembak oleh polisi, karena polisi diberikan senjata bukan untuk gagah gagahan, tetapi polisi diberikan senjata untuk menembak penjahat, menembak bandar Narkoba dan melindungi masyarakat dari ancaman Bandar Narkoba," katanya.

Dalam kesempatan itu, Musyafak mengingatkan kepada Direktorat Reserse Narkoba yang selama hampir lima bulan ini jajaran Reserse Narkoba belum ada mengungkap kasus besar, padahal Kalimantan Barat ini sangat berpotensi sebagai jalur masuknya Narkoba dari luar negeri ke Indonesia.

"Kalbar memiliki wilayah lautan sepanjang 1000 km yang dapat menghubungkan Negara segi tiga emas penghasil Narkotik terbaik dunia, yaitu Myanmar, Laos dan Thailand dan Sarawak Malaysia sebagai pintu masuk Narkoba ke Indonesia," katanya.

Kapolda memberi target Direktorat Reserse Narkoba untuk mengembangkan kasus-kasus Narkoba yang ditanganinya, jika perlu para Bandar Narkoba juga dikenakan Undang Undang Tindak Pidana Pencucian Uang.

"Para bandar narkoba harus dimiskinkan, karena mereka juga tidak memikirkan nasib generaai bangsa," tegasnya. (arf)

Berita Terkait