Intake Tanjung Berkat Ambruk

Intake Tanjung Berkat Ambruk

  Senin, 19 September 2016 10:19
BANGUN TURAP: Pembangunan turap intake Tanjung Berkat tampak rusak dan ambruk ke sungai Mempawah.

Berita Terkait

MEMPAWAH- Pekerjaan Rehabilitasi Intake di Tanjung Berkat, Kabupaten Mempawah yang masih dalam proses pengerjaan, roboh dari pondasinya. Belum diketahui pasti penyebab ambruknya bangunan proyek yang digarap oleh PT Menarabaja Saranasakti itu. Hingga kini, kerusakan bangunan turap tersebut belum diperbaiki.

Dari plang proyek yang terpasang di lokasi pekerjaan, pembangunan itu masuk dalam satuan kerja SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Kalimantan Barat. Pekerjaan diikat dengan kontrak nomor : 02/HK.02.03/SNVT-PJPA.KI/PPK.02/2016. Pelaksana pekerjaan PT Menarabaja Saranasakti diberikan waktu selama 210 hari untuk menyelesaikan pembangunan yang sumber dananya berasal dari APBN murni tahun anggaran 2016 itu.

Beberapa sumber yang coba dikonfirmasi koran ini mengaku tidak tahu pasti penyebab rusaknya bangunan proyek tersebut. Termasuk pula pihak Sub Kontraktor yang sedang menangani pekerjaan itu. Pihaknya mengaku hanya menunggi intruktur dari kontraktor pelaksana dalam hal pekerjaan.

“Saya sudah menghubungi pihak kontraktor melalui telepon. Mereka minta agar saya berkoordinasi dengan Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU Provinsi Kalimantan Barat. Saya hanya mengikuti intruksi saja,” aku Fendi.

Fendi pun mengatakan pihaknya tidak bisa membuat kebijakan atau keputusan dalam proyek tersebut. Semua kebijakan dan keputusan yang diambil sepenuhnya berada ditangan kontraktor yang telah ditunjuk oleh pemerintah.

“Saya bekerja sesuai perintah pemilik perusahaan. Kalau di suruh bekerja, saya akan bekerja. Kalau tidak, tentu saya pun akan berhenti bekerja. Kamaren sudah ada pengawas dari SDA Dinas PU Provinsi Kalimanatan Barat datang ke lokasi untuk mencari penyebab ambruknya kontruksi bangunan ini,” terangnya.

Sementara itu, Dirut PDAM Mempawah, H Trisna Jaya yang dikonfirmasi koran ini membenarkan kerusakan bangunan intake yang dikerjakan pemerintah pusat itu. Trisna mengaku pihaknya hanya sebagai penerima bantuan, sedangkan pelaksanaan pembangunan sepenuhnya berasal dari pemerintah pusat.

“Ibaratnya kami hanya menerima kunci saja. Masalah teknis pekerjaan, anggaran dan lainnya berasal dari pemerintah pusat. Memang ada satu staf kami yang ditunjuk untuk mengawasi pembangunan tersebut,” tutur Trisna.

Terkait penyebab ambruknya konstruksi turap, Mantan Anggota DPRD Mempawah itu mengaku tidak mengetahuinya. Sebab, saat ini permasalahan itu sedang ditangani oleh tim dari Jakarta. Menurut Trisna, tim telah mengambil sample tanah di lokasi pekerjaan untuk diperiksa dan diteliti lebih lanjut.

“Secara teknis, saya tidak tahu penyebab kerusakan bangunan ini. Tim teknis dari Jakarta masih melakukan penelitian untuk mengungkap permasalahannya. Semoga segera ditemukan jawaban kendalanya dan dapat segera diatasi dengan baik,” harapnya.

Lebih jauh, dirinya berkeinginan agar proyek intake tersebut dapat diperbaiki dan direalisasikan hingga tuntas. Sebab, saat ini PDAM Mempawah sangat membutuhkan intake dalam memberikan pelayanan kepada konsumen air bersih di Kabupaten Mempawah.

“Kondisi intake yang kita miliki sudah sangat memprihatinkan. Makanya kami sangat berharap pembangunan intake ini dapat terealisasikan dan difungsikan dengan baik nantinya. Kami berkeyakinan pemerintah pusat segera melakukan evaluasi dan memperbaiki kerusakan pembangunan itu,” pendapatnya.

Ambruknya bangunan proyek intake air bersih di Tanjung Berkat, Kabupaten Mempawah itu masih menjadi misteri. Tim sedang bekerja keras melakukan penelitian untuk mencari tahu penyebab dan solusi pembangunannya. Termasuk pula nominal anggaran pembangunan proyek yang belum diketahui pasti jumlahnya.

“Dilihat dari plang proyek yang dipasang, tidak mencantumkan nominal anggarannya. Jadi, kami sebagai masyarakat pun tidak tahu kepastian berapa jumlahnya. Begitu pun penyebab rusaknya bangunan, belum ada yang tahu. Kabar di masyarakat ada yang bilang kontruksinya kurang dalam, ada pula yang menyebut akibat beban alat berat excavator,” papar Yanto, warga disekitar lokasi pembangunan.(wah)

Berita Terkait