Instalasi Terpasang, Aliran Tak Kunjung Datang

Instalasi Terpasang, Aliran Tak Kunjung Datang

  Senin, 7 March 2016 07:51
LISTRIK: Iwan sedang menunggu aliran listrik di rumahnya. HARI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Program listrik gratis bakal menyasar rumah tangga miskin. Namun, hingga kini bola lampu di rumah tak kunjung menyala. Instalasi sudah dipasang. Tapi meteran belum ada.

Mereka, warga miskin hanya menunggu. Kapan janji surga itu bisa terealisir. Oleh: Hari Kurniathama

RUMAH Iwan 31 tahun warga Gang Keramat 1 Dusun Keramat Desa Lumbang Kec Sambas, jauh dibilang permanen. Beratap rumbia, itu pun sudah usang. Sementara dindin papan yang juga kelihatan sudah lapuk dimakan usia.

Di depan rumah, sebuah sepeda pancal warna merah diletakkan begitu saja. Bannya berlumpur, menandakan digunakan melewati jalan berlumpur.

Ya, rumah semacam inilah yang disasar PLN untuk diberikan penerangan gratis. Bantuan baik ini tentu disambut terbuka. Sayang, kelihatannya masih lama terwujud. Walhasil mereka pun tetap dalam kegelapan, berkawankan pelita jika malam mulai masuk.

Iwan kemudian menunjukkan bahwa listriknya sudah dipasang.

"Hanya saja hingga saat ini, meteran kilowattnya belum dipasang juga oleh pihak PLN," keluh dia.

Diungkapkan Iwan kronologis bantuan listrik gratis tersebut. Dijelaskannya, pada awal tahun 2014, Iwan mendapatkan informasi bahwa ada bantuan listrik gratis untuk rumah tangga miskin. Informasi tersebut kemudian dia sampaikan ke kantor desa.

"Waktu itu, khusus dari dusun keramat ada 4 rumah tangga miskin yang mengajukan proposal bantuan ke kantor camat. Tapi hanya satu yang mendapat persetujuan, yakni rumah saya saja," terang Iwan.

Bantuan listrik tersebut terang dia berupa instalasi listrik dan meteran kilowatt 450 watt. Dituturkan Iwan, bantuan yang diterima dia merupakan program bantuan tahun 2014. Tetapi baru terpasang pada Agustus 2015.

"Sekarang sudah 2016, kita khawatirkan bantuan ini tidak ada kejelasannya lagi," sebut dia.‎Iwan mengemukakan permasalahan yang dihadapi dia sudah pernah ditanyakan oleh salah satu tetangganya ke kantor camat hingga ke kantor Bupati Sambas. Informasi yang didapat lanjut dia, pihak kecamatan dan kantor Bupati Sambas melalui Bagian Pembangunan Setda Kab Sambas menuturkan bahwa posisi Pemda hanya diminta bantuan berupa saran dan masukan terkait sasaran rumah tangga penerima bantuan. "Informasi yang kita dapat pada waktu itu, ini merupakan program PLN, katanya lagi, program ini langsung dari Cabang, ranting PLN yang ada disini juga tidak mengetahui ihwal bantuan ini" papar dia.

Harapan dia, pihak yang benar-benar mengurus masalah ini dapat segera merealisasikan bantuan meteran kilowattnya. Menurut dia, bantuan tersebut sangat bearti bagi kehidupan mereka. (*)

Berita Terkait