Ini Pesan Muliaman D Hadad untuk MES Kalbar

Ini Pesan Muliaman D Hadad untuk MES Kalbar

  Minggu, 25 September 2016 22:42
FOTO BERSAMA: Pengurus MES Kalbar foto bersama usai pelantikan.

Berita Terkait

KETUA Umum Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DR Muliaman D Hadad berharap MES Kalbar yang baru saja dilantik bisa menjadi katalisator dalam memberdayakan ekonomi ummat.

“Soal fatwa ekonomi syariah itu sudah ranahnya MUI. MES saya harapkan dapat menjadi pendorong bergeraknya ekonomi ummat,” jelas Muliaman saat memberikan pengarahan jajaran pengurus MES Kalbar di Kantor BI Kalbar, Minggu (25/9) malam. MES Kalbar periode 1437-1440 H diketuai Drs Sudirman HMY, MM.

Diakui Muliaman perkembangan ekonomi syariah di Indonesia cukup pesat. Sektor keuangan tidak saja pada perbankan, tapi telah meluas ke pegadian, pembiayaan, asuransi dan  pasar modal. Sektor lain juga bermunculan. Ada perumahan, hotel, kuliner hingga pariwisata.

Muliaman menceritakan baru-baru ini kedatangan tamu dari Jepang. Mereka ingin belajar soal makanan halal dalam persiapan olimpiade. “Tentu banyak tamu yang akan datang nanti. Mereka telah mempersiapkan menu yang halal sehingga kontingen peserta negara-negara Islam tidak merasa ragu dalam menikmati masakan yang disediakan panitia,” kata Muliaman.

Ini tentu menjadi potensi bisnis yang besar. MES harus bisa melihat peluang itu. Pengurus MES seperti pagayuban yang berkumpul orang-orang dari berbagai kalangan. Menggabungkan kekuatan yang dimiliki ini tentu sangat bermanfaat dalam memberdayakan dan menggairahkan ekonomi syariah.
Diakui Muliaman, ekonomi maju radikalisme bisa dihilangkan. Angka kemiskinan yang masih cukup tinggi tentu rawan akan munculnya radikalisme. Persoalan seperti ini bisa diatasi dengan memberdayakan ekonomi ummat menjadi lebih produktif dan maju sehingga mereka bisa sejahtera. “Tugas kita membantu mereka keluar dari kemiskinan itu,” jelasnya. 

Persoalan yang dihadapi saat ini adalah soal sosialisasi. Potensi ekonomi syariah yang cukup besar tinggal bagaimana melakukan sosialisasi sehingga masyarakat bisa diberdayakan. Muliaman menawarkan sosialisi dengan konsep pendekatan melalui lifestile. Ia mencontohkan penggunaan hijab di Malaysia. Hijab menjadi trend karena perempuan di sana menyadari penggunaan hijab membuat mereka semakin cantik. Sehingga dengan kesadaran sendiri mereka menggunakan penutup kepala itu.

Munculnya antusiasme masyarakat tentu menjadi potensi ekonomi. Kondisi ini ditambah lagi dengan landasan hukum melalui peraturan yang dibuat pemerintah. Elihat kondisi ini, Muliaman optimis ekonomi syariah bakal tumbuh lebih besar. “Cuma tinggal memerlukan waktu untuk memahami saja,” jelasnya.
Karena itu, saran Muliaman, perbankan syariah harus serius dan gencar menggarap ekonomi mikro. Sedangkan MES fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.(ars)

 

 

Berita Terkait