Ini Cerita Sukses Eksekutor Penalti Portugal

Ini Cerita Sukses Eksekutor Penalti Portugal

  Jumat, 1 July 2016 10:04
FOTO; UEFA

Berita Terkait

PELATIH Portugal, Fernando Santos, membeberkan kunci rahasia negaranya bisa mengandaskan Polandia via adu penalti dan melaju ke semifinal. Portugal memang sudah mengamati betul tipikal adu penalti Polandia.

Pada laga tersebut, sejatinya Portugal tertinggal lebih dahulu sejak pertandingan baru berjalan dua menit. Namun, Renato Sanches sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-33.

Gol itu sekaligus yang terakhir pada 120 menit pertandingan. Hasil 1-1 memaksa kedua tim menjalani laga adu penalti untuk mencari pemenangan.

"Saya tahu, Polandia memang punya tendangan-tendangan adu penalti luar biasa. Mereka menang pada babak 16-besar melalui cara serupa. Namu, saya sudah mempelajarinya dan menerapkan kepada para pemain," beber Santos dikutip laman resmi UEFA.

Ketenangan, menjadi salah satu kunci keberhasilan Portugal mengangkangi Polandia di babak adu penalti. Selain itu, rotasi pemain Santos juga berjalan sukses.

"Saya minta pemain tetap tenang dan semuanya berhasil. Lagi pula, saya menerapkan strategi berbeda, dengan William Carvalho, Renato Sanches dan Adrien Silva menutup pemain mereka turun," jelas dia.

"Kami membiarkan mereka menguasai jalannya laga. Jadi, saya bicara kepada Renato Sanches untuk meminta Nani bergerak agak sedikit ke dalam. Untungnya, kami mendapat gol lewat Renato," sambung Santos.

Keberhasilan Portugal ini merupakan yang kelima kali dalam tujuh turnamen. Tentu final semakin dekat demi mewujudkan gelar juara.

"Kami memiliki semangat dan ambisi untuk juara. Kami ingin membawa sukacita kepada semua masyarakat Portugal," tutup dia.

Pada babak semifinal nanti, mereka menunggu lawan antara Wales dan Belgia.

Dalam adu pinalti, kepiawaian pemain sangat dibutuhkan. Tekanan untuk menang terkadang membuat pemain melakukan kesalahan sehingga bola gagal masuk ke gawang. Renato Sanches menjadi bahan pembicaraan banyak orang dalam adu pinalti tadi malam. Bagaimana tidak, gelandang 18 tahun ini menjadi pahlawan pada dua laga terakhir Portugal. 

Bahkan pada laga melawan Polandia, sang pemain berhasil mencetak gol, menjadi salah satu eksekutor pada adu penalti, dan pemain terbaik laga.

Terkait penalti, sang pemain menjadi salah satu eksekutor dengan penalti terbaik. Renato sama sekali tidak tegang dan melesakkan bola ke pojok kiri atas gawang Lukasz Fabianski.

Renato pun mengungkapkan cerita di balik dia menjadi eksekutor kedua penalti Portugal. "Saat penalti, pelatih menanyakan siapa yang siap menjadi eksekutor. Cristiano Ronaldo ingin jadi yang pertama, dan saya mengajukan untuk jadi yang kedua," ujarnya kepada UEFA.

"Pelatih percaya kepada saya dan saya sangat percaya diri untuk meminta penalti tersebut. Pikiran saya hanya mencetak gol. Saya sangat tenang dan memilih sudut yang memang biasa saya jadikan acuan saat penalti," pungkas dia.

Performa apik sang pemain membuatnya berpeluang besar akan selalu dijadikan andalan pada sisa laga Portugal nanti. Betapa beruntungnya Bayern Muenchen yang sudah mengamankan jasa sang pemain sebelum turnamen ini. Karena jika masih di Fenerbahce, bisa dibayangkan seberapa banyak klub besar yang menginginkannya.

Sementara itu, Ricardo Quaresma menjadi penentu Portugal lolos dari lubang jarum. Setelah mencetak gol krusial pada babak 16-besar pada menit-menit terakhir babak perpanjangan waktu, dia juga menjadi penentu pada laga perempat final melawan Polandia.

Pada laga yang harus diselesaikan lewat adu tendangan penalti tersebut, Quaresma menjadi eksekutor terakhir. Tekanan jelas besar. Bahkan Cristiano Ronaldo saja memilih menjadi eksekutor pertama. Hal ini diakui oleh Quaresma.

"Tekanan yang datang sangat luar biasa. Seluruh negara Portugal berharap kepada saya," ungkapnya kepada UEFA.

"Saya mencoba tetap positif dan yakin bisa mengeksekusi dengan benar. Saya tak punya waktu untuk berpikir dan sangat percaya diri saat menendang bola," tambah dia.

Quaresma sangat bersyukur Portugal bisa melaju hingga semifinal. Kebangkitan nama sang pemain pun berlanjut hingga level timnas.

Sang pemain memang sempat dikatakan sebagai salah satu bintang terbesar Portugal pada era modern. Tapi, tiba-tiba dia tenggelam dan hilang.

Kemudian, sang pemain akhirnya muncul kembali pada dua tahun terakhir dan membuktikan bahwa dia tetaplah salah satu winger terbaik Portugal. (ies/rap/JPG)

 

Liputan Khusus: 

Berita Terkait