Ingin Raih Pahala Lewat Film

Ingin Raih Pahala Lewat Film

  Selasa, 12 April 2016 10:41
Dimas Seto

Berita Terkait

Dimas Seto (36 th) mengawali kariernya di dunia hiburan setelah menang dalam pemilihan Top Guess 1998 Majalah Aneka. Kemenangan tersebut mengantarkannya menjadi bintang iklan sejumlah produk. Namanya kian populer saat membintangi sinetron dan film. For Her berkesempatan mewawancarai aktor tampan ini ketika bertandang ke Pontianak, menyaksikan film Kalam Kalam Langit yang dibintanginya.  

Oleh : Marsita Riandini

Mengenakan baju koko bewarna biru, pria bernama lengkap Dimas Setowardana memasuki ruang Bioskop XXI Ayani Mega Mal, untuk menyaksikan film Kalam Kalam Langit. Sebagai pemeran utama, kehadiran Dimas ke Pontianak sudah ditunggu-tunggu para fans. Tak ayal lagi, usai menyaksikan film tersebut, ia pun disambut dengan serentetan ponsel para fans yang ingin mengabadikan foto suami dari Dini Aminarti itu. 

Dimas mengaku gembira, kedatangannya untuk kali ketiga di Kota Khatulistiwa ini disambut antusias penonton. Sebelum menuju bioskop, Dimas juga menjadi bintang tamu di acara Majelis Quran yang diselenggarakan di Masjid Mujahidin, Minggu (10/4). Kalam Kalam Langit merupakan film religi pertama bagi Dimas Seto. Ia belajar banyak dari film ini, dan berharap film besutan sutradara Tarmizi Abka ini bisa memotivasi, dan menjadi tontonan yang bermanfaat bagi orang banyak. “Ada banyak inspirasi dari film ini, saya sendiri juga banyak belajar dari film ini. Saya berharap film KKL bisa menjadi tontotan yang bermanfaat,” ucapnya usai nonton bareng bersama Komunitas Pencinta Film Islami (KOPFI) Pontianak dan Komunitas One Day One Juz (ODOJ) Pontianak. 

Langkah Dimas di dunia hiburan terus menanjak. Dari iklan, Dimas lanjut ke sinetron. Sinetron ABG merupakan sinetron yang membuat namanya kian tenar. Beragam sinetron, dan film dimainkannya. Bahkan Dimas juga pernah terlibat dalam film Buruan Cium Gue, yang sempat kontroversi. Seiring waktu, wajah Dimas mulai jarang melintas di televisi. Tetapi ia tak redup begitu saja. Bahkan saat ini Dimas sedang menyelesaikan sinetronnya yang tayang di salah satu TV swasta. “Saat ini aktivitas saya masih main sinetron. Bahkan sedang tayang sinetron 80 episode dengan genre yang sedikit berbeda. Di sinetron ini, tidak ada tokoh jahat di dalamnya, tidak pula ada peran tokoh banci,” jelasnya. 

Dimas tampaknya mulai selektif dalam memilih sinetron dan film. Menurut dia, ada banyak hal yang bisa disampaikan lewat sinetron dan film. “Saya ini pengabdi seni. Bukan berarti saya mengotak-ngotakkan film, hanya saja sebagai pengabdi seni saya memilah-milih mana yang berdampak baik dan mana yang tidak,” ucap dia. 

Dimas berharap melalui seni peran yang dimainkannya, bisa membawa perubahan pada generasi muda. Terutama untuk menyukseskan revolusi mental. “Semoga dengan banyaknya film-film bernuansa Islami, dapat membawa perubahan baik. Aku bukan dosen, juga bukan ustaz. Tetapi dengan ingin berpartisipasi untuk  memberikan perubahan,” ucap dia. 

Ada yang unik dari penampilan Dimas. Ia datang mengenakan sneakers hitam-biru. Dimas  kini memang sedang menggemari olahraga lari. Demi menuruti hobinya itu, ia bahkan pernah mengikuti lomba lari marathon hingga ke luar negeri. **

---------------------------------------------------------------------

Kesan dengan Pontianak?
Ini kali ketiga saya datang ke Pontianak. Alhamdulillah sambutan penonton luar biasa. Dari sekian kota yang mengadakan nonton bareng, Kota Pontianak salah satu yang luar biasa. Apalagi penontonnya banyak anak muda. Semoga apa yang ditonton bisa menginspirasi. 

Kenapa tertarik di film drama religi?
Bermain di film religi ini sudah lama aku tunggu. Pengabdian aku di dunia seni peran ini pada akhirnya  menginginkan karya aku bermanfaat bagi masyarakat. Dengan harapan, karya yang aku bisa bernilai pahala. Seperti di film ini, begitu banyak pesan-pesan yang bisa diambil. 

Tantangan di film ini?
Hampir semua genre film aku mainkan. Dan ini memang beda dan lebih spesial. Tetapi Alhamdulillah di film ini aku banyak dukungan, dan responnya juga baik. Ini yang menjadi suatu energi buat aku. Aku bersyukur bisa memerankan peran Jafar. 

Pendapat tentang film Indonesia?
Film Indonesia saat ini memang mengalami proses perjalanan dengan lika-liku, dan komplain. Tapi pada akhirnya, berkualitas atau tidaknya sebuah film itu penonton sendiri yang menentukan. Sebab kunci sebuah film berhasil atau tidaknya itu dari penonton. Jika penonton bisa memilah dan memilih film yang berkualitas, maka film yang membawa pengaruh negatif akan bergeser dengan sendirinya. Saya berharap film Indonesia bisa menjadi raja di negerinya sendiri. (mrd)

Berita Terkait