Ingin Berwisata? Jangan Lupa Bawa Kartu BPJS

Ingin Berwisata? Jangan Lupa Bawa Kartu BPJS

  Kamis, 7 April 2016 21:30
jawapos.com

Berita Terkait

JAKARTA -- Satu hal yang tidak boleh Anda lupakan saat berwisata, atau bepergian ke luar kota, yaitu kartu BPJS.

Imbauan ini muncul setelah muncul kasus menarik yang menimpa Tanzil, seorang sopir asal Banda Aceh yang baru beberapa hari tiba di Jakarta.

Suatu sore pekan lalu, Tanzil jatuh tak sadarkan diri. Majikan sang sopir membawanye ke sebuah rumah sakit swasta di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Setelah melalui pemeriksaan awal, pihak rumah sakit memberi rujukan ke Rumah Sakit Jantung di kawasan Matraman, Jakarta Timur.

Di RS Jantung Matraman, dokter mendiagnosis Tanzil mengalami penyempitan katup mitral pada organ jantung. Ia harus mendapat tindakan medis ballon mitral valvuloplasty atau memperlebar katup dengan cara memasukkan balon.

"Rumah sakit menjelaskan Tanzil harus dibalon, biayanya sekitar Rp 60 juta, dan harus dibayar di muka," kata Elzami, paman Tanzil.

Keluarga  Tanzil bingung. Bagi mereka uang sebesar itu terlalu banyak untuk diperoleh dengan cepat. Tanzil tak punya banyak koneksi dan teman di Jakarta.

Dalam kebingungan keluarga, Tanzil berkata dengan nada lirih bahwa dia peserta BPJS. Namun Tanzil mengatakan dia tidak membawa kartu itu. Kartu itu tertinggal di kampung halaman.

Keluarga Tanzil menghubungi BPJS, sehingga terjadi komunikasi tiga arah; keluarga Tanzil- pihak RS dan BPJS.

“Pihak BPJS minta nomor kartu itu kepada Tanzil,” kata Elzami. "Namun, Tanzil tidak ingat sama sekali."

Setelah perbincangan cukup lama, BPJS berhasil meyakinkan rumah sakit untuk menerima Tanzil dan menggelar operasi secepatnya. Elzami mengapresiasi tindakan BPJS.

Tanzil menjalani operasi. Padahal, nomor kartu BPJS baru diperoleh sehari kemudian. Keluarga Tanzil tak mengeluarkan uang sepeser pun.

Kepala Divisi Humas PT BPJS Irfan Humaidi mengatakan fasilitas BPJS dapat digunakan di mana saja, tentunya dengan prosedur yang tepat.

"Untuk kondisi gawat darurat, prosedurnya masih sama, boleh langsung dibawa ke rumah sakit, tetapi kalau pemeriksaan biasa perlu mendaftarkan diri dulu di kantor BPJS setempat," kata Irfan melalui pesan singkat.

Jadi, belajarlah dari kasus Tanzil. Jangan pernah lupa membawa kartu BPJS saat berwisata, atau sekadar melakukan perjalanan.**

Berita Terkait