Ingatkan Bahaya Senpi

Ingatkan Bahaya Senpi

  Kamis, 31 March 2016 09:26
Sudarmin

Berita Terkait

MEMILIKI senjata api (senpi) rakitan bagi masyarakat Kapuas Hulu ternyata merupakan hal yang biasa. Bahkan ada kesan seperti kurang pas jika setiap rumah tidak mimilikinya, terutama jenis lantak dan bomen. Namun belakangan, tidak sedikit koban salah tembak pada saat berburu, akibat penyalahgunaannya. untuk itu kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kapuas Hulu AKBP Sudarmin meminta masyarakat agar menyerahkan senjata api miliknya kepihak kepolisian.

Permintaan Sudarmin ini sangat beralasan. Selain terkait undang-undang, dalam tahun 2016 ini saja, diingatkan dia, sudah beberapa kejadian salah tembak saat berburu. Ia mengimbau masyarakat agar menyerahkan senpi. Imbauan tersebut disampaikannya melalui maklumat tentang kepemilikan senpi berikut dampaknya terhadap penggunaan senpi rakitan yang dibuat tidak sesuai dengan standar keamanan.

Dijelaskannya, tahun 2016 ini setidaknya ada tiga kasus salah tembak saat berburu menggunakan senpi. Kasus salah tembak tersebut terjadi antara sesama pemburu, maupun masyarakat yang sedang beraktivitas di hutan, lantaran disangka binatang buruan. Dari kejadian tersebut, dua di antaranya, diakui dia, meninggal dunia. "Sebenarnya dari 2 tahun lalu kami selalu mengimbau agar masyarakat penyerahan senpi miliknya,” tuturnya.

Dengan adanya maklumat tersebut, dia berharap agar pemilik menyerahkan senpi mereka kepada aparat keamanan. Sudarmin juga mengapresiasi sikap masyarakat yang telah menyerahkannya kepada mereka, melalui setiap polsek. "Pekan depan, dari semua polsek harus sudah dihadirkan di Polres. Nanti tergantung instruksi, apakah dikirim ke Polda atau kita musnahkan di sini (Kapuas Hulu, Red)?" terangnya.

Dalam Maret 2016 ini, disebutkan dia, sudah terkumpul 30 pucuk senpi rakitan dari berbagai polsek di Mapolres. "Masih ada beberapa polsek yang belum sampai ke Polres," katanya.

Kapolres juga menginstruksikan jajarannya agar mewaspadai peredaran peluru senpi atau bomen. Karena belum lama ini, disebutkan dia jika Bea Cukai PLBN Nanga Badau berhasil mengamankan puluhan butir peluru bomen dari Malaysia. "Kalau dari seberang (Malaysia, Red), saya tidak tahu juga kenapa mereka loloskan barang tersebut? Yang jelas kami sangat melarang barang itu masuk," tegasnya. (aan)

Berita Terkait