INGAT! Mulai 1 Mei Beri Uang ke Pengemis Kena Sanksi

INGAT! Mulai 1 Mei Beri Uang ke Pengemis Kena Sanksi

  Selasa, 29 March 2016 20:49

Berita Terkait

PONTIANAK--Wali Kota Pontianak Sutarmidji berencana memberlakukan sanksi kepada masyarakat yang kedapatan memberi uang kepada pengemis. Aturan ini akan diberlakukan mulai 1 Mei 2016 mendatang.

“Kita mengimbau masyarakat sebaiknya menyalurkan kelebihan uangnya kepada panti asuhan, panti jompo dan panti sosial lainnya serta rumah ibadah,” tegasnya, Selasa (29/3).

Kebijakan ini diambil karena masih banyaknya para pengemis yang berkeliaran. Sebanyak14 pengemis diamankan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Pontianak bersama Satpol PP Kota Pontianak selama sepekan terakhir. Pengemis yang terjaring razia ini diamankan dari Pasar Mawar, Flamboyan, Nusa Indah, Dahlia, Kemuning, dan beberapa ruas jalan seperti Jalan Diponegoro, Tanjung Raya I, SPBU Tanjungpura, SPBU MT Haryono dan beberapa jalan lainnya. Mereka ditampung sementara di Pusat Layanan Anak Terpadu (PLAT) Jalan Ampera Pontianak.
Pengemis yang terjaring razia sebagian besar berasal dari Pulau Madura. Bahkan, setelah ditelusuri, umumnya penghasilan yang diperoleh per hari sekitar Rp 1,5 – 1,8 juta. “Mereka memiliki handphone, kebun dan rumah tinggal di daerah asalnya,” ungkap Sutarmidji.
Dia mengimbau masyarakat untuk melaporkan keberadaan setiap pengemis yang ditemui di tempat-tempat umum kepada Pemkot Pontianak melalui Dinsosnaker Kota Pontianak, nomor seluler 082254864179 atau Satpol PP Kota Pontianak di nomor seluler 08115773538. “Ini sebagai upaya kita bersama supaya Pontianak benar-benar bebas dari pengemis,” katanya.
Kepala Dinsosnaker Kota Pontianak, Aswin Djafar menegaskan, pihaknya akan menjerat para pengemis ini dengan KUHP pasal 504 ayat 1 yang berbunyi barang siapa mengemis di muka umum, diancam karena melakukan pengemisan dengan pidana kurungan paling lama enam minggu. “Kita sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menjerat mereka dengan pasal tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, para pengemis itu berasal dari Pulau Madura yakni Sumenep dan Pamekasan. Padahal, lanjut Aswin, beberapa waktu lalu pihaknya sudah memulangkan sejumlah pengemis ke daerah asalnya, namun ternyata mereka datang kembali ke Pontianak untuk mengemis. Dirinya menduga adanya indikasi para pengemis tersebut dikoordinir oleh oknum warga. “Bapak Wali Kota sudah memberikan arahan kepada saya untuk ditindaklanjuti ke kepolisian. Saya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian supaya kejadian serupa tidak berulang,” ucapnya.(humas pemkot)

Berita Terkait