Ingat, Masih Ada Empat WNI yang Diculik Abu Sayyaf

Ingat, Masih Ada Empat WNI yang Diculik Abu Sayyaf

  Senin, 2 May 2016 15:26
10 WNI saat tiba di Lanud Halim Perdana Kusuma, Minggu (5/4) malam sekitar pukul 23:20. Mereka diterbangkan dari Zamboanga, Filipina. Imam Husein/Jawa Pos

Berita Terkait

Bebasnya 10 Sandera WNI tadi (2/5) malam bukanlah akhir dari penculikan yang dilakuan kelompok militan Abu Sayyaf. 

Sebab, saat ini mereka masih memiliki 13 sandera lagi. Sebanyak empat orang di antaranya berasal dari Indonesia. 

Mereka diculik 1 April lalu di perairan Sempornah, Sabah, Malaysia, dan dibawa ke Sulu. Sejauh ini belum diketahui kondisi terbaru dari empat warga Indonesia tersebut. 

Selain itu, masih ada empat warga Malaysia dan masing-masing satu warga Belanda, Kanada, Norwegia, Jepang, dan Filipina yang masih di tangan Abu Sayyaf. 

Bebasnya 10 WNI itu diapresiasi Presiden Joko Widodo. Kemarin sore presiden langsung mengadakan konferensi pers terkait dengan pemulangan para sandera. 

''Alhamdulilah, akhirnya 10 ABK WNI yang disandera oleh kelompok bersenjata sejak 26 Maret lalu saat ini telah dibebaskan,'' ujar presiden di Istana Bogor.

Menurut Jokowi, banyak pihak yang terlibat dalam kerja sama pembebasan WNI tersebut. ''Dan saat ini kita masih terus bekerja keras untuk pembebasan empat ABK WNI yang lainnya,'' lanjutnya.

Berbicara setelah presiden, Menlu Retno Marsudi menjelaskan bahwa pembebasan itu merupakan buah dari diplomasi total. 

''Tidak hanya terfokus pada diplomasi government-to-government, tapi juga melibatkan jaringan-jaringan informal yang sejak awal semua komunikasi dan jaringan kita buka,'' tuturnya. 

Semua opsi dibuka demi mengupayakan keselamatan para sandera. Meski demikian, Retno enggan menjelaskan secara lebih terperinci opsi apa saja yang digunakan. 

Saat dikonfirmasi soal kabar bebasnya 10 WNI tersebut tidak lepas dari kesediaan pihak perusahaan membayar tebusan 50 juta peso atau Rp 14,5 miliar, Retno menolak untuk menjawab. Dia memilih untuk menyingkir saat awak media mengajukan pertanyaan tersebut.

Jawaban juga tidak didapat dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. 

''Presiden mengutamakan keselamatan para sandera. Ini adalah kata kunci,'' ujarnya.(byu/idr/far/afp/Reuters/Inquirer/sha/c6/kim)

Berita Terkait