Infrastruktur Prioritaskan Utama

Infrastruktur Prioritaskan Utama

  Sabtu, 20 February 2016 10:35
Serli

Berita Terkait

MUSYAWARAH rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di kecamatan Puring Kencana mengusulkan sejumlah prioritas utama, terutama infrastruktur dasar. Seperti jalan, jembatan, pendidikan dan kesehatan yang memang masih minim dikawasan perbatasan negara, terutama jalan akses antara desa, jalan poros kecamatan dan antar kabupaten.

Sekretaris Badan Pengelolaan Perbatasan (BPP) Kapuas Hulu, Serli, S. Sos, M.M yang mengikuti musrenbang  di kecamatan-kecamatan perbatasan mengatakan. Umumnya kecamatan perbatasan usulan prioritasnya adalah pembangunan jalan dan jembatan.Setelah itu baru pendidikan, kesehatan dan pembangunan dibidang ekonomi, baik pada sektor perkebunan, pertanian maupun peternakan.

“Mereka mengusulkan pembangunan jalan dan jembatan karena memang masih sangat minim. Puring Kencana-Badau misalnya. Jalannya rusak berat, bahkan ada dua sungai tidak ada jembatan, jika debit air tinggi pelintas tidak bisa menyeberang,” terang Serli, dikantornya, Jumat (19/2). Kedua sungai itu adalah sungai Serindan dan sungai Melancau yang tarpaksa diseberangi tanpa jembatan.

Dengan melihat kondisi infrastruktur jalan dan jembatan, baik jalan kabupaten maupun jalan negara dan jalan antar kabupaten Sintang dan Kapuas Hulu. Menghubungkan kecamatan Ketungau Hulu dan Puring Kencana saat ini semuanya dalam kondisi rusak berat. Untuk itu masyarakat memilih gunakan jalan perkebunan kelapa sawit yang memang terpelihara dengan baik oleh perusahaan perkebunan.

Selain jalan dan jembatan, prioritas kedua adalah pembangunan sektor pendidikan, kesehatan, air bersih dan listrik. “Untuk pendidikan memang agak tertinggal. Anak-anak dari puring masih ada yang memilih sekolah ke Malaysia, seperti sriaman, serawak dan daerah malaysia lainnya yang dekat dengan kecamatan Puring Kencana dan desa-desa lainnya,” tutur mantan Camat Botan Tanjung ini.

Untuk kesehatan, kata mantan camat Putussibau Selatan ini, juga masih tertinggal. Masih banyak warga di daerah itu memilih berobat dan melahirkan (bersalin) ke pusat layanan kesehatan terdekat negara tetangga. Demikian juga dengan sarana air bersih dan penerangan. “Air bersih mereka belum ada. Sementara air sungai sudah tercemar. Sedangkan listrik mengandalkan PLTMH,” jelasnya.(aan)

Berita Terkait